MobilKomersial.com — Adopsi kendaraan listrik di Indonesia tumbuh makin masif. TransTrack merilis fitur Real-Time EV Battery Monitoring guna bantu perusahaan pantau baterai secara akurat melalui platform pintar yang saling terintegrasi penuh.
Inovasi berbasis Artificial Intelligence (AI) serta Internet of Things (IoT) ini dirancang khusus meningkatkan efisiensi armada bisnis. Langkah strategis ini sekaligus mengakselerasi ekosistem KBLBB nasional demi Net Zero Emission 2060.
Baca Juga: Gandeng Pertamina, Transjakarta Segera Wujudkan Transportasi Bus Hidrogen di Jakarta
Operasional kendaraan listrik menyimpan tantangan baru, terutama menjaga kesiapan daya baterai. Tanpa sistem pemantauan akurat, proses pengisian energi, kontrol rute, dan keputusan bisnis berisiko berjalan tak optimal.
Menjawab persoalan tersebut, TransTrack memperkuat platform Fleet Operation Optimizer. Perusahaan kini bisa memantau parameter vital mulai dari State of Charge atau persentase baterai hingga status pengapian mesin.

Sistem pemantauan ini juga melacak angka odometer, jam kerja mesin, kecepatan, hingga posisi armada real-time. Kehadiran teknologi telematika canggih ini membuat visibilitas operasional lapangan makin transparan.
Inovasi TransTrack sejalan dengan Perpres Nomor 55 Tahun 2019 jo Perpres Nomor 79 Tahun 2023. Dukungan teknologi terpadu menjadi kunci utama mempercepat transisi menuju transportasi yang bersih dan berkelanjutan.
Founder & CEO TransTrack, Anggia Meisesari, menyatakan keberhasilan elektrifikasi butuh pengelolaan cerdas. “Elektrifikasi armada bukan hanya tentang mengganti kendaraan berbahan bakar fosil,” ucapnya kepada MobilKomersial.com, Kamis (15/10/2026).
Baca Juga: Bidik Pasar Fleet, Kia Carens Manual Resmi Meluncur, Dijual Rp 200 Jutaan
Ia menambahkan teknologi cerdas sangat diperlukan demi memastikan kesiapan unit. “Perusahaan juga membutuhkan teknologi yang mampu memastikan armada tetap beroperasi secara optimal,” tegas Anggia.
Melalui data baterai real-time, jadwal pengisian daya kendaraan dapat terencana presisi. Dampaknya, utilitas armada melonjak tinggi, downtime berkurang pesat, dan biaya operasional menjadi jauh lebih efisien.
Teknologi canggih ini telah diterapkan oleh Bhisa Shuttle pada rute Bandung–Purwakarta. Anak usaha PT Bhinneka Sangkuriang Transport tersebut memanfaatkan pemantauan digital demi menjaga mutu layanan penumpang.

Operational Manager Bhisa Shuttle, Denny Cahya, menyebut armada listrik butuh pemantauan ketat. “Penggunaan kendaraan listrik merupakan bagian dari upaya kami menghadirkan layanan ramah lingkungan,” ujar Denny.
Denny berharap koordinasi tim operasional makin solid berkat data terpadu TransTrack. “Dukungan teknologi TransTrack membuat pemantauan lokasi dan baterai dilakukan secara terintegrasi,” tambahnya penuh optimisme.
Baca Juga: Mengenal Canggihnya Fitur Fleetboard Bus dan Truk Mercedes-Benz Indonesia
VP of Business Development TransTrack, Ndaru Ruseno, menekankan pentingnya operational intelligence. “Kondisi baterai menjadi salah satu indikator utama dalam menentukan kesiapan operasional,” jelas Ndaru.
Ke depan, TransTrack berkomitmen terus mengembangkan analitik data AI dan IoT terdepan. Solusi ini siap mendukung transformasi sektor logistik serta transportasi Indonesia menuju era masa depan yang hijau.











