MobilKomersial.com — Banyak pecinta otomotif masih sering menyebut jajaran truk pikap besar asal Amerika Serikat dengan sebutan “Dodge RAM”. Padahal secara resmi, RAM dan Dodge sudah menjadi dua merek berbeda yang beroperasi secara terpisah.
Awalnya, RAM adalah nama model truk pikap buatan Dodge sejak tahun 1981. Pada era tersebut, Dodge memproduksi berbagai lini kendaraan, mulai dari sedan, minivan, hingga kendaraan niaga bermesin tangguh untuk kebutuhan angkut.
Baca Juga: Generasi Baru Chevrolet Silverado 1500 Resmi Dirilis, Ada Fitur Otonomnya?
Namun, perpisahan terjadi pada tahun 2009 ketika Chrysler melakukan restrukturisasi. Manajemen memutuskan mencabut nama RAM dari model Dodge dan mendirikannya sebagai merek independen yang memfokuskan diri pada truk dan kendaraan komersial.
Alasan utama pemisahan ini adalah penajaman fokus segmen pasar. Dodge difokuskan menjadi merek muscle car yang sporty, sedangkan RAM difokuskan penuh untuk menguasai segmen truk pikap, serta van komersial untuk utilitas kerja.

Kini, RAM berada di bawah naungan konglomerat otomotif global Stellantis, hasil penggabungan FCA dan PSA Group. Stellantis menempatkan RAM sebagai salah satu pilar utama penyumbang keuntungan besar di pasar global.
Portofolio kendaraan RAM mencakup jajaran pikap seperti RAM 1500, varian heavy-duty RAM 2500/3500, hingga truk chassis cab komersial berat (3500, 4500, dan 5500). Tak hanya segmen pikap, RAM juga merambah pasar van niaga melalui lini RAM ProMaster.
Dari sekian banyak produk, salah satu lini paling andalannya di kelas pekerja berat adalah RAM 2500 Heavy Duty. Truk bongsor ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan angkut dan tarik ekstrem yang tidak bisa ditangani pikap standar.
Dari segi dapur pacu, RAM 2500 dibekali mesin standar 6.4L HEMI V8 yang menghasilkan tenaga 405 dk dan torsi sekitar 581 Nm. Mesin ini dikawinkan dengan transmisi otomatis 8-percepatan TorqueFlite yang sangat responsif.

Bagi konsumen yang membutuhkan performa ekstra, tersedia opsi mesin 6.7L Cummins Turbo Diesel I6. Mesin peminum solar ini mampu menyemburkan tenaga 430 dk serta torsi monster mencapai 1.457 Nm.
Kombinasi teknis ini membuat RAM 2500 sanggup menahan daya angkut beban (payload) hingga 1.780 kg serta memiliki kapasitas derek (towing capacity) maksimal hingga 9 ton (20.000 pon) dengan sangat stabil.
Baca Juga: VW Tukan Resmi Meluncur, Pikap Kompak Yang Jadi Suksesor Saveiro
Sasis RAM 2500 dirancang menggunakan baja berkekuatan tinggi dengan hydroformed frame rail. Struktur kokoh ini mampu meredam getaran dengan maksimal sekaligus memberikan ketahanan optimal saat melintasi medan berat.
Langkah strategi perpisahan dari Dodge terbukti sukses besar. RAM kini menjadi senjata utama Stellantis dalam mengimbangi dominasi kompetitor ketatnya seperti Ford F-Series Heavy Duty dan Chevrolet Silverado HD di segmen pekerja keras.











