MobilKomersial.com — Siapa yang tak kenal dengan bus hijau Mayasari Bakti yang telah membendung dahaga mobilitas warga ibu kota sejak era 1960-an? PT Mayasari Bakti memulakan jejak sejarah panjangnya dari dingin tangan sosok Haji Engkud Mahpud.
H. Engkud Mahpud adalah seorang pengusaha yang memulai dari awal dan mencapai kesuksesan besar melalui kerja keras, dedikasi, dan inovasi. Sosok tangguh ini lahir pada tanggal 31 Desember 1932 di wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat.
Baca Juga: Sejarah Perum Damri, Lahir Sejak Zaman Penjajahan Jepang
Sebelum mendirikan PT Mayasari Bakti, H. Engkud Mahpud memulai usahanya diawali dengan PO Bakti pada tahun 1964. Perusahaan ini melayani 2 rute yaitu Tasikmalaya – Cirebon dan Tasikmalaya – Bandung untuk penumpang daerah.
Perjalanan dari pengusaha kecil hingga mendirikan perusahaan bus besar menunjukkan ketekunan dan kerja kerasnya. PO Bakti memulai perjalanan panjangnya dengan 15 unit Bus untuk mendukung operasional layanan di jalur awal.


Pergerakan roda bisnis semakin mantap ketika perusahaan melebarkan sayapnya ke kawasan metropolitan Jakarta pada 1969. Tambahan 10 unit armada bermerek Dodge didatangkan langsung guna memperkuat barisan operasional armada.
Perubahan besar terjadi pada tahun 1970 saat PO Bakti bertransformasi menjadi PT Mayasari Bakti. Bahkan, perusahaan terus berkembang pesat hingga memiliki 300 unit armada bus pada periode rentang tahun 1970 sampai tahun 1976.
Meskipun menghadapi kebijakan baru dari Pemerintah pada tahun 1976, PT Mayasari Bakti menjadi satu-satunya perusahaan pengangkut penumpang yang berhasil bertahan sebagai perusahaan swasta di tengah ketatnya persaingan.
Kebutuhan angkutan publik yang nyaman mendorong perusahaan mendatangkan 100 unit bus Mercedes-Benz pada 1973. Kehadiran armada modern ini menjadi tonggak awal dibukanya layanan Patas yang sangat dinanti masyarakat.
Baca Juga: Mengenal Sejarah Singkat PO Arimbi, Salah Satu PO Bus Terbesar di Tangerang


Baca Juga: Sejarah PO Sinar Jaya, Pemegang Rekor MURI Pelayanan Terbaik Berturut-turut
Ekspansi usaha terus berlanjut hingga tahun 1988 melalui penambahan 100 armada bus Hino baru. Langkah strategis ini kian mengukuhkan posisi Mayasari Bakti sebagai salah satu penguasa jalanan utama di wilayah Jabodetabek.
Pada tahun 2000, para pendiri mendirikan perusahaan induk dengan nama PT Mayasari Bakti Utama. Perusahaan pertama yang bergabung dalam perusahaan induk tersebut merupakan PT Mayasari Bakti yang legendaris di tanah air.
Di bawah kepemimpinannya, PT Mayasari Bakti berkembang pesat menjadi perusahaan bus terbesar dengan ribuan armada. Hingga saat ini tercatat sudah ada 7 PO bus yang resmi bergabung dengan perusahaan induk besar tersebut.
Pada tahun 2011, PT Mayasari Bakti ikut serta dalam melayani Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway (APTB). Layanan inovatif ini mempermudah mobilitas masyarakat dari area pinggiran menuju pusat kota Jakarta setiap harinya.


Puncak kejayaan operasional konvensional terus meningkat pesat dari tahun ke tahun. Hingga pada tahun 2012, PT Mayasari Bakti telah mengoperasikan lebih dari 1.200 unit bus untuk melayani seluruh rute strategis Jabodetabek.
Pada tahun 2016, PT Mayasari Bakti menjadi operator Transjakarta secara mandiri. Langkah transformasi besar ini membawa era baru modernisasi angkutan umum kota berbasis standar pelayanan moda transportasi terpadu.
Baca Juga: Sejarah PO ALS, Bus Penjelajah Jalur Sumatera-Jawa, Pernah Sampai Bali
Hingga saat ini, Mayasari Bakti mengoperasikan lebih dari 441 unit Transjakarta. Armada modern tersebut mencakup berbagai jenis bus kota, mulai dari bus articulated (bus gandeng), tipe Maxi, hingga penggunaan bus listrik EV ramah lingkungan.
Dua lini bisnis utamanya kini berfokus pada layanan TransJabodetabek Reguler serta armada Transjakarta. Didukung lebih dari 1.500 karyawan, Mayasari Bakti terus berdiri kokoh menjadi pilar utama angkutan umum di Indonesia.











