MobilKomersial.com — Ajang pameran otomotif bergengsi Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 mempertegas posisinya sebagai panggung strategis industri kendaraan nasional.
Kehadiran Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa sebagai pembicara utama dalam gelaran Gaikindo International Automotive Conference (GIAC) menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmen nyata pemerintah dalam mengawal sektor ini.
Baca Juga: BYD M6 DM Terbukti Hemat Biaya Perawatan Sampai 30 Persen, Ini Rahasianya
Di sela kegiatan konferensi, Menkeu menggelar diskusi intensif bersama jajaran petinggi Gaikindo untuk membedah tantangan utama serta membahas potensi skema dukungan fiskal demi menjaga akselerasi pertumbuhan pasar otomotif.
Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi Gaikindo, Anton Kumonty, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian besar dari pihak regulator terhadap dinamika yang sedang dihadapi oleh para pelaku industri.

“Pak Menteri Keuangan menyampaikan antusiasmenya terhadap industri otomotif Indonesia, menyatakan langsung kesiapan beliau untuk mendukung kegiatan yang akan memastikan pertumbuhannya,” tutur Anton.
“Beliau juga menaruh perhatian penuh terhadap isu-isu yang dihadapi industri otomotif nasional saat ini, terutama yang terkait langsung dengan Kementerian Keuangan RI,” ungkapnya, mengutip keterangannya, Jumat (7/8/2026).
Baca Juga: BAIC T1 Dijual Rp300 Jutaan! Tawarkan Harga Spesial Untuk 1.000 Pembeli Pertama
Fokus pembicaraan pertama menyoroti keharmonisan regulasi pajak kendaraan listrik, menyusul munculnya wacana pemungutan pajak lokal di DKI Jakarta yang dinilai butuh kepastian agar tidak menahan percepatan adopsi mobil ramah lingkungan.
Pemerintah menegaskan bahwa seluruh skema perpajakan daerah harus selalu berlanjut selaras dengan arah kebijakan pusat demi menjamin iklim investasi yang sehat serta memberikan kepastian hukum bagi para pengembang teknologi EV.
Topik krusial kedua membahas perlindungan bisnis pembiayaan yang kian tertekan akibat lonjakan kasus kredit macet serta hilangnya unit jaminan, yang berdampak pada pengetatan syarat uang muka serta lesunya angka penjualan mobil.
Baca Juga: Lengkapi Ekosistem Kendaraan, Industri Pendukung Jadi Magnet Pengunjung GIIAS 2026
Guna mengatasi persoalan sistemik yang menghambat daya beli masyarakat tersebut, Kementerian Keuangan kini tengah menyiapkan regulasi perlindungan hukum dan kepastian fiskal agar iklim kredit tetap sehat serta mampu menopang industri.
Usai mengisi konferensi, Menkeu menyempatkan waktu selama lebih dari dua jam untuk mengitari area pameran, menyapa peserta pameran di tiap stan, serta menguji langsung performa deretan kendaraan canggih yang sedang dipajang.

Antusiasme pejabat publik dalam mengeksplorasi lini produk otomotif terbaru di ICE BSD City dipandang sebagai bentuk sinyal positif yang memperkuat optimisme seluruh pemangku kepentingan dalam memajukan ekonomi sektor manufaktur.
“Gaikindo sangat bersyukur atas kehadiran para pejabat negara serta para pemangku kepentingan selama penyelenggaraan GIIAS tahun ini, bagi kami ini adalah sebuah bukti perhatian besar,” ujar Anton dengan penuh antusias.
Baca Juga: Bikin Menkeu Penasaran! Truk Fuso Ini Ternyata Lulus Uji Ekstrem 40.000 Km Pakai B50
“Kehadiran ini membuktikan bahwa industri otomotif Indonesia sangat diperhatikan dan memiliki potensi yang sangat besar untuk terus berkembang pesat kedepannya,” pungkas Anton menutup penjelasannya kepada media.
Melalui suksesnya gelaran tahunan ini, Gaikindo terus memantapkan langkah untuk mempererat kolaborasi strategis bersama pihak pemerintah demi menciptakan ekosistem bisnis otomotif Tanah Air yang makin tangguh, kondusif, serta berdaya saing global.











