MobilKomersial.com — Era kendaraan elektrifikasi (EV) di Indonesia terus menunjukkan perkembangan yang pesat bahkan diklaim sudah mencakup sekitar 26% dari total penjualan mobil nasional sepanjang Januari hingga Mei 2026.
Menanggapi tren ini, Geely Auto Indonesia memperkenalkan dua andalannya, Geely EX5 dan Geely Starray EM-i, yang menonjolkan efisiensi total cost of ownership (TCO) atau biaya kepemilikan jangka panjang yang ramah di kantong.
Baca Juga: Pangkas Waktu Inden! Geely Lipat Gandakan Produksi EX2 di Purwakarta
“Seiring meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap teknologi elektrifikasi, kami melihat adopsinya di Indonesia terus berkembang. Konsumen kini semakin mempertimbangkan efisiensi dalam penggunaan sehari-hari,” ujar Constantinus Herlijoso, Sales & Channel Development Director Geely Auto Indonesia, Jumat (3/7/2026).
“Melalui Geely EX5 dan Geely Starray EM-i, kami menghadirkan solusi mobilitas dengan biaya kepemilikan yang lebih terjangkau. Biaya perawatan berkala dimulai dari Rp120 ribu per bulan selama lima tahun kepemilikan,” sambungnya.

Bagi peminat SUV full listrik, Geely EX5 menawarkan paket perawatan berkala yang sangat ekonomis hingga 100.000 km atau setara 5 tahun kepemilikan, dengan rata-rata biaya hanya Rp 122 ribu per bulan.
Mengandalkan Short Blade Battery berkapasitas 60,22 kWh, SUV listrik ini sanggup menempuh jarak 495 km (NEDC) dalam sekali cas. Bahkan, efisiensi energinya tercatat sebesar 11,6 km/kWh.
Pengguna harian rata-rata hanya perlu mengisi daya satu hingga dua kali seminggu. Untuk operasional selama 25 hari dengan estimasi jarak 1.000 hingga 1.500 km, biaya pengisian daya di SPKLU juga berkisar antara Rp 290.000 hingga Rp 435.000 per bulan.
Sementara itu, konsumen yang membutuhkan fleksibilitas bensin dan listrik dapat melirik Geely Starray EM-i yang berteknologi plug-in hybrid. Perawatan berkalanya dijadwalkan hingga 75.000 km atau 5 tahun, dengan rata-rata pengeluaran Rp 273 ribu per bulan.
Baca Juga: Biaya Operasional Geely EX2 Cuma Rp 10 Ribu Per Hari! Solusi Hadapi Kenaikan Harga BBM?
Mobil PHEV ini dibekali baterai berkapasitas 18,4 kWh dengan jarak tempuh Pure EV Mode sejauh 105 km, serta tangki bensin berkapasitas 51 liter yang menghasilkan daya jelajah gabungan lebih dari 1.000 km.
Bagi komuter luar kota yang menempuh 40 hingga 60 km sehari menuju Jakarta, mode listrik murni bisa dimaksimalkan dengan mengecas baterai setiap 4 hari sekali. Biaya cas di SPKLU untuk 25 hari berkisar Rp 453.740 hingga Rp 680.610.
Jika dikombinasikan dengan satu kali pengisian bensin dengan oktan RON 92 penuh seharga Rp 828.750 per bulan, total estimasi biaya operasional bulanannya berada di angka Rp 655.240 hingga Rp 982.860.
Dalam pengujian rute Jakarta-Bandung-Jakarta dengan mode Hybrid, Geely Starray EM-i juga diklaim mencatatkan konsumsi bahan bakar yang sangat irit, yakni 1,24 liter per 100 km atau setara 80,7 kpl (km/liter).

Tak kalah pentingnya, urusan layanan purnajual, kedua model sudah dilengkapi Emergency Roadside Assistance (ERA) serta bundel perangkat pengisian daya berupa wall charger atau portable charger.
Guna menjamin ketenangan konsumen dalam jangka panjang, Geely memberikan garansi baterai seumur hidup untuk EX5, sedangkan untuk Starray EM-i dilindungi oleh garansi power battery hingga 8 tahun atau 180.000 km.
Baca Juga: Dari Rp 1,2 Juta Jadi Cuma Rp 153 Ribu! Simak Cara iCar V23 Pangkas Biaya Operasional Bulanan
Kendati demikian, dengan komitmen purnajual yang kuat dan efisiensi energi yang nyata, Geely tampaknya sangat serius dalam mengikis keraguan konsumen Indonesia terkait biaya jangka panjang kendaraan elektrifikasi.
Kehadiran EX5 dan Starray EM-i tidak hanya sekadar menambah pilihan di pasar lokal, melainkan menjadi pembuktian bahwa teknologi ramah lingkungan kini bisa diadopsi secara logis, hemat, dan tanpa mengorbankan kenyamanan mobilitas harian.











