MobilKomersial.com — Lanskap kendaraan listrik tanah air kembali diramaikan dengan kehadiran iCar V23, sebuah SUV listrik yang tidak hanya menonjolkan estetika maskulin, tetapi juga membawa lompatan teknologi pada sisi komputasi.
Mengusung filosofi Born to Play, kendaraan ini dirancang untuk menjadi partner berkendara yang responsif dan intuitif berkat integrasi sistem kemudi pintar yang didukung oleh perangkat keras berperforma tinggi.
Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Platform i-Swift, Arsitektur Modular Dibalik Kecanggihan iCar V23
Dapur pacu digital iCar V23 mengandalkan chipset Qualcomm Snapdragon 8155 yang berperan sebagai pusat saraf seluruh fitur kabin, memberikan kecepatan pemrosesan data yang menjadi kunci utama dalam menciptakan antarmuka yang mulus tanpa gangguan lag.
Dengan begitu, melalui chipset canggih tersebut, pengemudi dapat mengoperasikan navigasi, mengatur parameter kendaraan, hingga mengakses hiburan secara instan melalui sistem yang bekerja secara seamless.

Tommy Hermansyah, Product Planning Manager iCar Indonesia, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan upaya perusahaan untuk menyelaraskan teknologi dengan kebutuhan gaya hidup modern yang serba cepat.
Menurutnya, dukungan Snapdragon 8155 ini bertujuan menciptakan pengalaman berkendara yang lebih menyenangkan, sekaligus memastikan setiap interaksi di dalam kabin terasa cepat dan responsif, serta menopang performa kendaraan secara menyeluruh.
“Melalui iCAR V23, kami menghadirkan kombinasi antara teknologi pintar dan komputasi canggih untuk menciptakan pengalaman berkendara yang lebih intuitif dan menyenangkan,” ungkapnya kepada MobilKomersial.com, Rabu (15/4/2026).
“Dukungan Qualcomm Snapdragon 8155 ini memastikan setiap interaksi di dalam kabin terasa cepat, mulus, dan responsif, sekaligus mendukung performa kendaraan secara keseluruhan,” sambung Tommy.
Baca Juga: Modifikasi Tanpa Ribet! Mengintip Kecanggihan iCar V23 yang Punya 20 Titik Custom Modular

Namun, kecanggihan Snapdragon 8155 di iCar V23 tidak berhenti pada fitur hiburan semata. Kekuatan pemrosesan yang besar dialokasikan untuk mengelola berbagai mode berkendara secara real-time.
Pengemudi diberikan kebebasan untuk memilih profil berkendara mulai dari ECO, Comfort, Sport, hingga mode khusus untuk medan sulit seperti Slippery dan Off-Road. Bahkan, tersedia mode Individual yang memungkinkan pengaturan yang lebih personal.
Perpindahan antar mode ini terjadi sangat halus, memungkinkan kendaraan beradaptasi secara instan terhadap perubahan kondisi jalan. Integrasi sistem ini memungkinkan koordinasi presisi dalam mengatur distribusi tenaga dan traksi di setiap roda.
Tommy menambahkan bahwa kemampuan chip ini akan sangat terasa saat pengguna membawa iCar V23 ke medan offroad. Kondisi jalan yang tidak menentu menuntut respons sistem yang sangat cepat untuk membaca perubahan traksi.

Dengan komputasi yang mumpuni, penyesuaian tenaga dapat berlangsung secara instan dan akurat, memberikan rasa percaya diri ekstra bagi pengemudi saat menaklukkan tantangan di luar aspal.
“Kemampuan chip ini juga paling terasa saat berkendara di medan offroad, di mana kondisi jalan yang beragam menuntut respons yang cepat. Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan kendaraan listrik yang siap melalui segala medan,” tegasnya.
Baca Juga: Siap Taklukkan Aspal dan Jalur Off-road, Intip Gaharnya iCar V23 Hasil Sentuhan NMAA
Kehadiran iCar V23 juga menjadi bagian dari langkah strategis global yang lebih besar. Momentum inovasi ini akan berlanjut pada ajang iCar International Business Summit yang akan berlangsung April ini di Wuhu, bersamaan dengan gelaran Beijing Auto Show 2026.
Forum internasional tersebut akan menjadi panggung bagi iCar untuk menunjukkan arah pengembangan teknologi masa depan yang semakin terintegrasi guna menghadirkan standar baru dalam mobilitas berbasis listrik yang cerdas dan tangguh.











