“Saya beberapa waktu lalu sudah mengatakan ke beberapa pihak, tetapi bukan sebagai CEO perusahaan, tapi saya juga sudah periksa ternyata sudah ada yang diundang untuk pembahasan pikap ini tapi melalui diler,” kata Alexander di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurut Alexander, pihaknya selalu siap untuk memenuhi kebutuhan pikap untuk koperasi desa jika tiga tahapan sudah disepakati dan dilalui seperti apakah yang dibutuhkan oleh koperasi desa betulkan pikap 4×2 atau 4×4.
“Kemudian kita pastikan kapan pikap tersebut dibutuhkan dan yang terakhir berapa jumlah yang diperlukan oleh Agrinas. Nah tiga tahapan tersebut harus kita pastikan bersama selanjutnya mari kita bicara soal harga,” ujarnya.
Alexander mengungkapkan bahwa pihaknya bisa menyampaikan harga yang bersaing dengan kondisi jumlah produksi DFSK miliki terkait pikap Super Cab. Dengan begitu pihaknya mengajak meningkatkan penguasaan teknologi lokal.
Lebih lanjut Alexander menyatakan bahwa pengadaan kendaraan untuk kebutuhan koperasi desa oleh Agrinas ini adalah program yang bagus, tetapi harus disertai dengan scientific based.











