MobilKomersial.com — Lanskap otomotif tanah air kembali dikejutkan dengan pergerakan strategis dari PT Honda Prospect Motor (HPM). Mobil yang sempat menjadi idola anak muda, Honda City Hatchback, kini terpantau menghilang dari jalur distribusi pabrik ke dealer.
Berdasarkan data terbaru, angka wholesales untuk unit ini telah menyentuh titik nol sejak Agustus 2025, memicu spekulasi kuat di kalangan pecinta otomotif mengenai kelangsungan hidup sang penerus Honda Jazz tersebut di Indonesia.
Baca Juga: Honda Siapkan Gebrakan di 2026, Siap Rilis 2 Mobil Hybrid Baru dan 1 Model EV di Indonesia
Kabar mengenai kosongnya pasokan ini diperkuat oleh pengakuan sejumlah tenaga penjual di lapangan yang menyebutkan bahwa stok unit dengan Nomor Identitas Kendaraan (NIK) 2025 sudah ludes tak bersisa.
Menanggapi fenomena ini, pihak Honda mengonfirmasi bahwa meski suplai unit memang dihentikan untuk sementara, ia menekankan bahwa aktivitas penjualan di tingkat ritel sebenarnya masih berjalan dengan memanfaatkan sisa stok yang ada di jaringan diler.

“Jadi sebenarnya, City Hatchback itu sudah kita stop, tetapi saya tegaskan penjualan tetap masih ada,” ungkap Yusak Billy selaku Sales & Marketing and Aftersales Director PT HPM saat ditemui di Jakarta, Selasa (3/3/2026) kemarin.
Namun, penghentian pasokan ini bukan berarti Honda City Hatchback akan benar-benar pamit dari aspal Indonesia. Pihak manajemen Honda tampak sangat berhati-hati dalam memilih diksi “diskontinu”.
Billy menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi adaptasi terhadap dinamika pasar dimana minat konsumen saat ini memang sedang mengalami pergeseran besar, di mana segmen hatchback tidak lagi mendominasi sekuat tahun-tahun sebelumnya.
Baca Juga: Bocoran Model Misterius Isuzu di GIICOMVEC 2026, Facelift atau All New Traga?
Karena itu, Honda tetap membuka celah lebar untuk menghadirkan kembali model ini jika tren permintaan pasar meningkat. “Karena demand-nya Hatchback sekarang berkurang. Tapi kalau teman-teman mau cari (City Hatchback) masih ada di diler,” jelas Billy.
“Ini jangan disebut discontinue total ya. Kayak Jazz dan Freed, ditulisnya kan ‘disuntik mati’. Kita lihat perkembangan market seperti apa. Jadi bisa saja, kalau marketnya butuh, marketnya ingin, kenapa tidak (diproduksi lagi di masa depan), sambungnya.
Menariknya, absennya City Hatchback versi bensin ini disinyalir sebagai persiapan “karpet merah” bagi kehadiran varian yang lebih modern dan ramah lingkungan. Di pasar Thailand, Honda City Hatchback e:HEV atau versi hybrid telah melenggang sukses sejak tahun 2021.

Mengingat komitmen PT HPM untuk meluncurkan tiga model kendaraan elektrifikasi yang terdiri dari 1 BEV dan 2 model HEV (Hybrid), City Hatchback e:HEV menjadi kandidat terkuat untuk mengisi slot tersebut.
“Iya, penyegaran dari produk yang sudah ada. Seperti yang tadi disampaikan bahwa kita tahun ini akan menghadirkan 3 model elektrifikasi ya, satu BEV, dua Hybrid, untuk apa itu modelnya kita lihat nanti ya,” terangnya.
Baca Juga: Lawan Veloz Hybrid, MMKSI Siapkan Xpander Hybrid Rakitan Dalam Negeri di Tahun 2026
Apalagi, pola ini serupa dengan strategi yang pernah diterapkan oleh Honda saat sempat menyetop produksi HR-V konvensional sesaat sebelum meluncurkan varian e:HEV beberapa waktu lalu.
Dengan infrastruktur elektrifikasi yang kian matang di Indonesia, transformasi City Hatchback dari ICE menuju teknologi hybrid bukan hanya sekedar isu, melainkan sebuah langkah logis untuk tetap relevan di tengah persaingan ketat pasar hatchback modern.











