MobilKomersial.com — Sektor agrikultur Indonesia, mulai dari hamparan perkebunan sawit di Sumatera hingga lahan pertanian di pelosok nusantara, kini tengah menghadapi tantangan operasional yang semakin kompleks.
Di tengah kebutuhan akan distribusi yang cepat dan efisien, para pelaku industri menyadari bahwa kunci keberhasilan panen tidak hanya terletak pada kualitas tanah, tetapi juga pada keandalan armada transportasi yang mampu menaklukkan medan berat.
Baca Juga: Inilah Pilihan 4 Pikap 4×4 Single Cabin Untuk Operasional Pedalaman Indonesia 2026
Dalam ekosistem yang dinamis ini, Mitsubishi Fuso muncul sebagai tulang punggung yang menjembatani hasil bumi dari pelosok menuju pasar global melalui dua unit andalannya yaitu Canter FE 74 HD dan Fighter X FN 62 F HDR.
Fuso Canter FE 74 HD
Canter FE 74 HD menjadi primadona bagi pengusaha yang membutuhkan fleksibilitas tinggi. Dengan sasis yang kokoh dan kemampuan manuver yang lincah berkat radius putar minimum 7,1 meter, truk ini dengan mudah meliuk diantara barisan pohon perkebunan.

Meski mungil di kelasnya, Fuso Canter FE 74 HD memiliki daya tanjak yang luar biasa dengan kapasitas hingga 44 ton, menjadikannya opsi paling efisien untuk pengangkutan hasil panen harian menggunakan karoseri bak kayu maupun dump truck.
Untuk urusan spesifikasi, truk ini dipersenjatai dengan mesin diesel berkode 4V21-2AT1, 4-silinder segaris berkapasitas 3.907 cc yang sanggup menghasilkan tenaga 134 dk di putaran 2.500 rpm dengan torsi 421 Nm di putaran 1.500 rpm.
Mesin Euro 4 itu dikawinkan dengan transmisi M035S5 5-percepatan yang membuatnya mampu melaju dengan kecepatan maksimal 95 kpj (km/jam) dengan kemampuan daya tanjak sebesar 44 tan atau dengan kemiringan sekitar 40%.
Fuso Fighter X FN 62 F HDR
Untuk skala operasional yang lebih masif, kehadiran Fighter X FN 62 F HDR memberikan standar baru dalam pengangkutan hasil panen yang lebih banyak, bahkan seringkali diandalkan untuk membawa bahan material berat.
Baca Juga: Wacana Impor Kendaraan Komersial India Mencuat, Gaikindo: Industri Nasional Masih Punya Otot Kuat!

Raksasa jalanan ini memiliki kemampuan daya tanjak dengan kapasitas mencapai 58 ton, sebuah angka yang krusial untuk memastikan logistik perkebunan tetap berjalan tanpa hambatan meski harus melewati tanjakan curam di wilayah pegunungan.
Keunggulan ini dipadukan dengan mesin yang sudah memenuhi standar Euro 4, membuktikan bahwa kekuatan besar tetap bisa berjalan selaras dengan tanggung jawab menjaga lingkungan melalui emisi gas buang yang lebih rendah.
Ya, bicara soal mesin, Fuso Fighter X FN 62 F HDR dibekali mesin diesel berkode 6M60-DAT6, 6-silinder segaris berkapasitas 7.545 cc yang dapat menyemburkan tenaga 268 dk di putaran 2.400 rpm dengan torsi 880 Nm di putaran 1.200-2.000 rpm.
Setiap mesin Fuso yang mampu mengkonsumsi bahan bakar biodiesel terbarukan. Hal ini menciptakan sinergi unik dalam industri kelapa sawit, di mana truk yang mengangkut komoditas tersebut juga menggunakan bahan bakar yang berasal dari hasil bumi itu sendiri.

Selain ketangguhan mekanis, modernisasi agrikultur ini didorong oleh integrasi teknologi Runner Telematics. Dimana, pemilik bisnis dapat memantau posisi unit, mengawasi perilaku mengemudi sopir, hingga mengelola konsumsi bahan bakar secara real-time dari gadget.
Di balik kemudi, kenyamanan pengemudi juga menjadi prioritas yang tidak terabaikan. Kabin yang lebih luas dan ergonomis serta sistem suspensi yang mampu meredam guncangan di jalan bergelombang memastikan produktivitas pekerja tetap terjaga.
Baca Juga: Mitsubishi Fuso Luncurkan Canter Baru, Lebih Hemat BBM
Dukungan ini semakin lengkap dengan jaringan layanan purna jual yang tersebar luas, mulai dari ketersediaan suku cadang hingga layanan mobile workshop yang siap terjun langsung ke lokasi perkebunan.
Dengan perpaduan teknologi canggih, mesin ramah lingkungan, dan layanan purna jual yang sigap, Fuso bukan sekadar kendaraan pengangkut, melainkan mitra strategis dalam mendorong kemajuan industri agrikultur Indonesia menuju masa depan yang lebih produktif.











