MobilKomersial.com — Ajang pameran bergengsi Mobility Move 2026 yang akan berlangsung di Berlin, Jerman pada 10 hingga 12 Maret 2026 mendatang bersiap menjadi panggung utama bagi masa depan transportasi rendah emisi.
Dalam pameran dan simposium bus listrik yang diselenggarakan oleh Asosiasi Perusahaan Transportasi Jerman (VDV) ini, Daimler Buses mencuri perhatian dengan memamerkan solusi komprehensif untuk ekosistem elektromobilitas masa kini dan masa depan.
Baca Juga: Kalista dan Toyota Tsusho Indonesia Resmi Uji Coba Truk Listrik Heavy Duty
Kehadiran raksasa otomotif ini di Estrel Hotel Berlin tidak hanya sekadar memamerkan kendaraan, tetapi juga memperkenalkan standar baru dalam teknologi penyimpanan energi bagi transportasi publik.
Bintang utamanya adalah Mercedes-Benz eCitaro yang kini dibekali dengan generasi baterai terbaru, NMC4. Teknologi ini merupakan penerus dari generasi NMC3 yang sudah sangat mumpuni, namun kini hadir dengan peningkatan signifikan pada densitas energi.

Berkat komposisi kimia sel yang telah direvisi, baterai NMC4 mampu menyimpan energi hampir 13% lebih banyak. Dan jika sebelumnya satu paket baterai NMC3 menyimpan 98 kWh, generasi NMC4 terbaru ini melonjak hingga 111 kWh per paketnya.
Peningkatan kapasitas ini berdampak langsung pada daya jelajahnya. Konfigurasi maksimal pada model eCitaro dan varian pendek eCitaro K kini memungkinkan kapasitas total hingga 666 kWh, yang mampu menempuh jarak hingga 600 km dalam sekali pengisian daya.
Sementara itu, varian bus gandeng eCitaro G dengan kapasitas hingga 777 kWh dapat menjangkau jarak 450 km. Angka-angka ini membuktikan bahwa bus listrik kini mampu memenuhi hampir seluruh kebutuhan operasional harian rute perkotaan.
Baca Juga: Lebih Efisien dari Diesel! Ini Rahasia Truk Listrik Mercedes-Benz eArocs 400 Taklukkan Cuaca Ekstrem
Tak sampai disitu, Daimler Buses juga memberikan perhatian ekstra pada aspek keberlanjutan dan biaya operasional jangka panjang bagi setiap operator bus melalui masa pakai baterai yang lebih lama.
Meski sering menggunakan pengisian daya cepat (fast-charging) hingga 300 kW, baterai NMC4 tetap mempertahankan durabilitas yang luar biasa serta diperkuat dengan jaminan masa pakai selama 10 tahun, dengan opsi perlindungan khusus pelanggan hingga 15 tahun.

Menariknya, desain struktural paket baterai ini tetap sama dengan generasi sebelumnya, sehingga operator dapat melakukan pembaruan atau retrofit pada armada eCitaro yang sudah beroperasi tanpa perlu melakukan modifikasi teknis pada kendaraan.
Aspek keselamatan pun tentu juga tidak luput dari perhatian. Merek kendaraan komersial asal Jerman ini telah melakukan pembaruan melalui sistem pemantauan baterai yang kini tetap aktif bahkan saat bus dalam mode siaga atau standby.
Baca Juga: Dari Purwakarta untuk Dunia: Konsistensi Hino Membangun Industri Kendaraan Niaga Nasional
Melalui layanan digital Omniplus ON Battery Monitoring, sistem manajemen baterai akan mendeteksi risiko panas berlebih secara real-time. Jika terjadi peristiwa kritis, sistem secara otomatis akan melakukan panggilan darurat ke nomor telepon yang telah didaftarkan.
Dengan integrasi antara teknologi baterai NMC4 yang bertenaga, sistem keselamatan cerdas, dan infrastruktur pengisian daya yang terpadu, Daimler Buses menetapkan tolok ukur baru dalam transformasi hijau transportasi publik dunia.











