MobilKomersial.com — Deru mesin dari kawasan industri di Purwakarta telah menjadi saksi perjalanan panjang Hino di Indonesia.
Lebih dari empat dekade sejak pertama kali menancapkan roda industrinya, PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) tidak hanya bertahan, tetapi terus tumbuh menjadi salah satu tulang punggung industri kendaraan niaga nasional.
Baca Juga: Mengenang Hino Contessa: Saat Hino Lebih Dikenal Lewat Sedan Ketimbang Truk dan Busnya
Di tengah dinamika pasar, perubahan regulasi emisi, hingga tantangan global, Hino menunjukkan bahwa konsistensi investasi dan keberpihakan pada penguatan industri dalam negeri adalah kunci keberlanjutan.
Pabrik PT HMMI di Kawasan Industri Bukit Indah, Purwakarta, kini berdiri di atas lahan hampir 30 hektar dengan kapasitas produksi mencapai 75.000 unit per tahun.

Dari fasilitas inilah berbagai lini kendaraan niaga Hino mulai dari truk ringan, truk medium, hingga bus diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus pasar ekspor.
Perjalanan panjang sejak berdiri pada 1982 telah menjadikan pabrik ini bukan sekadar fasilitas perakitan, melainkan pusat manufaktur terintegrasi yang mencakup produksi kendaraan, mesin, hingga proses machining.
Baca Juga: Revolusi Digital Hino di Industri Transportasi, Kelola Armada Cukup dari Genggaman!
Transformasi Hino di Indonesia tidak terjadi secara instan. Investasi yang terus mengalir hingga menembus lebih dari USD 112 juta menjadi pondasi penting bagi pengembangan teknologi, peningkatan kapasitas produksi, serta pemenuhan standar global.
Langkah tersebut turut mengantarkan Hino sebagai salah satu produsen kendaraan niaga yang konsisten menerapkan standar kualitas, keselamatan kerja, dan manajemen lingkungan berkelas dunia, sejalan dengan sertifikasi internasional yang telah diraih.

Direktur PT Hino Motors Manufacturing Indonesia, Harianto Sariyan, menegaskan bahwa keberhasilan Hino tidak bisa dilepaskan dari filosofi jangka panjang yang dipegang perusahaan.
“Kami tidak melihat Indonesia hanya sebagai pasar, tetapi sebagai mitra strategis. Setiap investasi yang kami tanamkan di Purwakarta adalah bentuk kepercayaan kami terhadap potensi industri nasional dan sumber daya manusia Indonesia,” ujarnya, baru-baru ini.
Baca Juga: Total Support Hino: Senior Inspector, Pahlawan di Balik Distribusi BBM Pertamina!
Menurutnya, keberlanjutan industri hanya dapat dicapai ketika manufaktur, pengembangan SDM, dan kebutuhan pelanggan berjalan beriringan. Kontribusi Hino terhadap industri nasional juga tercermin dari tingkat kandungan lokal yang terus ditingkatkan.
Ya, puluhan tipe kendaraan Hino yang diproduksi di Indonesia telah mengantongi sertifikasi TKDN dengan persentase signifikan, memperkuat rantai pasok domestik sekaligus membuka peluang bagi industri pendukung di dalam negeri.

Di sisi lain, aktivitas ekspor kendaraan utuh ke berbagai negara di kawasan Asia Tenggara, Amerika Selatan, Papua Nugini hingga kampung halamannya, Jepang menjadi bukti bahwa produk buatan Indonesia mampu bersaing di pasar global.
Tidak berhenti di lini produksi, Hino Indonesia juga membangun ekosistem pendukung melalui pendekatan Total Support yang menyeluruh yang selama ini menjadi salah satu andalan perusahaan.
“Total Support bukan hanya slogan. Kami memastikan pelanggan kami mendapatkan semua yang mereka butuhkan, kendaraan yang sesuai kebutuhan, layanan purna jual yang cepat dan andal, suplai suku cadang yang terjamin, serta dukungan operasional jangka panjang yang membuat mereka bisa fokus menjalankan bisnis,” lanjut Harianto.
Bahkan kehadiran Hino Total Support Customer Center juga mempertegas komitmen tersebut dengan menghadirkan pusat pelatihan pengemudi dan teknisi, pengembangan keselamatan berkendara, serta peningkatan efisiensi operasional pelanggan.

Pendekatan dari hulu ke hilir ini menjadi pembeda Hino di industri kendaraan niaga, di mana keberhasilan produk di jalan raya tidak hanya ditentukan oleh kualitas kendaraan, tetapi juga kompetensi manusia dibalik kemudinya.
“Kami percaya kendaraan yang andal harus didukung oleh pengemudi dan teknisi yang kompeten. Karena itu, investasi kami tidak hanya berbentuk mesin dan pabrik, tetapi juga pada manusia dan sistem pendukungnya,” ungkap Harianto.
Baca Juga: Spesifikasi Lengkap Truk Heavy Duty Hino 700 – ZS 4141 6×4 Mining
Memasuki usia lebih dari 40 tahun di Indonesia, Hino terus menatap masa depan dengan optimisme. Tantangan elektrifikasi, efisiensi energi, dan tuntutan keberlanjutan lingkungan menjadi agenda penting yang disikapi dengan kesiapan industri dan adaptasi teknologi.
Kini, dari Purwakarta, Hino tidak hanya memproduksi kendaraan niaga, tetapi juga merawat sebuah komitmen: tumbuh bersama Indonesia dan menggerakkan roda ekonomi nasional menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.











