MobilKomersial.com — Damri mulai mengoperasikan secara reguler Angkutan Perintis bagi masyarakat di wilayah Kepulauan Karimunjawa mulai 1 Februari 2026 dengan tarif yang ditetapkan sebesar Rp7.000 per perjalanan.
Layanan ini melayani rute utama Pelabuhan Karimunjawa–Bandara Dewadaru–Desa Kemujan–Pelabuhan Legon Bajak (PP), sekaligus menjangkau sejumlah titik permukiman dan pusat aktivitas masyarakat di Karimunjawa.
Angkutan Perintis ini hadir untuk mendukung mobilitas harian masyarakat, termasuk akses ke pelabuhan, bandara, pasar, serta kawasan permukiman, dengan moda transportasi yang aman dan nyaman.
Baca juga: Damri Banting Harga Tiket Bus Double Decker, Rute Jakarta – Malang Mulai Rp300 Ribuan

Head of Corporate Communication Damri, P. Septian Adri S mengatakan bahwa Angkutan Perintis tersebut menggunakan armada Hiace berkapasitas 14 penumpang, yang dilengkapi fasilitas AC, GPS tracking, dan kamera pengawas guna memastikan standar keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan.
“Melalui layanan angkutan perintis ini, Damri berupaya menghadirkan akses transportasi publik yang lebih terjangkau dan fleksibel bagi masyarakat Karimunjawa, khususnya untuk mendukung aktivitas harian warga di kawasan kepulauan,” kata Septian dalam keterangannya, dikutip hari ini, Rabu (4/2/2026).
Layanan Angkutan Perintis Damri di Karimunjawa melayani perjalanan pulang pergi (PP) dengan jadwal keberangkatan untuk arah Karimunjawa menuju Legon Bajak, layanan beroperasi pada pukul 06.00, 07.00, 08.00, 09.00, 10.00, 13.00, 14.00, dan 15.00 WIB.
Baca juga: Satu Dekade Mengaspal di Ibu Kota, 120 Bus Transjakarta Pintu Tunggal Purna Tugas
Sementara itu, untuk arah sebaliknya dari Legon Bajak menuju Karimunjawa, layanan Angkutan Perintis mulai tersedia pada pukul 05.00, 06.00, 08.00, 09.00, 11.00, 12.00, 13.00, dan 15.00 WIB.
“Kami berharap layanan ini bisa menjadi bagian dari dukungan untuk rutinitas mobilitas masyarakat Karimunjawa, sekaligus mendukung konektivitas wilayah kepulauan secara berkelanjutan,” imbuh Septian.
Sebagai informasi, layanan ini menghubungkan wilayah-wilayah yang selama ini belum terlayani angkutan umum secara memadai, khususnya di kawasan kepulauan. Angkutan perintis ini melayani lintasan sepanjang kurang lebih 55 km dengan waktu tempuh sekitar 90 menit, serta melewati sejumlah titik permukiman dan pusat aktivitas warga di Pulau Karimunjawa.











