MobilKomersial.com — Di tengah tantangan aksesibilitas dan keterbatasan infrastruktur, Dami menjaga konektivitas nasional dengan menghadirkan layanan angkutan perintis terus menjadi penghubung utama bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terpencil, terluar, dan perbatasan (3TP).
Melalui layanan angkutan perintis, Damri membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat desa untuk terhubung langsung ke pusat aktivitas ekonomi dan layanan publik. Salah satu perjalanan angkutan perintis rata-rata dimanfaatkan oleh sekitar 10 petani, masing-masing membawa hingga 50 kg hasil panen.
Head of Corporate Communication Damri, P. Septian Adri S mengungkapkan bahwa tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, layanan angkutan perintis Damri juga berperan penting dalam membuka akses layanan kesehatan.
Baca juga: Dorong Pergerakan Wisata, Damri Buka Rute Baru ALBN Kuching – Putussibau

“Rata-rata tiga warga dalam setiap perjalanan memanfaatkan layanan ini untuk menuju fasilitas kesehatan di wilayah perkotaan. Jika menggunakan kendaraan pribadi atau sewaan, biaya perjalanan dapat mencapai Rp1,5 juta,” kata Septian dalam keterangannya dikutip hari ini, Rabu (14/1/2026).
Bagi Damri, kata Septian, angkutan perintis bukan sekadar layanan transportasi. Ini adalah upaya nyata untuk memastikan masyarakat desa tetap terhubung, dapat menjual hasil panen dengan lebih adil, serta mengakses layanan kesehatan tanpa terbebani biaya tinggi.
“Peran ini sejalan dengan semangat pembangunan dari desa dan dari bawah, di mana konektivitas menjadi fondasi penting bagi pemerataan ekonomi dan pengurangan kesenjangan antarwilayah,” ujarnya.
Baca juga: Angkutan Perintis Gratis Damri di Aceh Timur Layani Rute Peureulak–Peunaro
Melalui tarif yang terjangkau dan rute yang menjangkau wilayah-wilayah yang belum dilayani moda transportasi komersial, Damri menghadirkan dampak ganda, dengan meningkatkan pendapatan masyarakat desa sekaligus memastikan akses terhadap layanan dasar tetap tersedia.
“Damri akan terus memperkuat peran sebagai tulang punggung transportasi darat nasional yang terintegrasi, menghadirkan konektivitas yang inklusif, dan memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan hingga ke wilayah terluar Indonesia.











