MobilKomersial.com — Para kolektor, khususnya para penggemar mobil klasik bersiap menyambut kehadiran salah satu kendaraan paling unik dan langka yang pernah diciptakan oleh pabrikan legendaris Hispano-Suiza.
Sebuah truk model tahun 1922, yang membawa warisan teknik tinggi dari tangan dingin insinyur Swiss, Marc Birkigt, dijadwalkan akan melintasi panggung lelang RM Sotheby’s di Arizona pada Januari 2026 mendatang.
Baca Juga: Profil Truk Mercedes-Benz Zetros, Benteng Berjalan Yang Dibanderol Hingga Puluhan Miliar!
Kendaraan ini bukan sekadar alat angkut di masa lalu, melainkan simbol kemegahan industri yang memadukan keandalan mesin militer dengan kemewahan desain Eropa pada periode awal abad ke-20.
Hispano-Suiza, yang secara harfiah berarti “Spanyol-Swiss”, selama ini lebih dikenal melalui deretan mobil mewah dan mesin pesawat tempur Perang Dunia I. Namun, truk ini membuktikan bahwa dedikasi mereka terhadap kualitas tidak hanya pada sedan elegan.

Truk Hispano-Suiza tahun 1922 ini merupakan artefak hidup yang mewakili puncak teknik mesin pasca-Perang Dunia I, sebuah era di mana keahlian dalam memproduksi mesin pesawat tempur mulai diadaptasi untuk kendaraan darat yang tangguh.
Sejarah kendaraan ini sendiri berakar dari visi seorang bernama Marc Birkigt, sang insinyur jenius di balik kejayaan Hispano-Suiza, yang menerapkan standar presisi militer ke dalam sasis kendaraan komersial.
Kala itu, Hispano-Suiza bukan sekadar merek, melainkan simbol keunggulan teknologi yang memadukan keandalan mekanis Swiss dengan semangat manufaktur Spanyol, menjadikannya pesaing utama bagi nama-nama besar seperti Rolls-Royce di pasar Eropa.
Baca Juga: Nostalgia Bersama Thames Trader, Truk Inggris Yang Melegenda Di Tanah Air

Secara teknis, truk ini dibangun di atas fondasi sasis rangka tangga baja yang sangat kokoh dengan nomor identifikasi 358942. Kekuatan utamanya terletak pada jantung penggeraknya, yaitu mesin D613K, 4-silinder segaris yang menjadi bukti ketangguhan rekayasa Birkigt.
Aliran tenaga dari mesin itu disalurkan melalui sistem transmisi manual yang dirancang untuk durabilitas jangka panjang, memberikan kontrol penuh kepada pengemudi dalam menghadapi berbagai medan jalan yang saat itu masih didominasi tanah dan bebatuan.
Namun, pada pasar lelang ini, mesin 4-silinder aslinya telah diganti dengan mesin 6-silinder Chrysler berkapasitas 4.000 cc yang unik dan memukau dengan kepala silinder tipe ‘hemi’, yang awalnya diproduksi untuk penggunaan truk ekspor pada awal tahun 1970-an.

Baru-baru ini, mesin tersebut telah dipercantik dengan nama ‘Hispano’ agar tampilannya terlihat lebih sesuai secara historis, dan sebuah gandar belakang (as roda) Ford telah dipasang untuk memungkinkan kendaraan dikemudikan pada kecepatan jalan raya
Penampilan truk ini sangat mencolok dengan konfigurasi kemudi kiri dan tuas transmisi yang masih mempertahankan orisinalitas pabrikannya. Kehadiran unit ini di pasar lelang sangat menarik perhatian para kolektor karena statusnya yang ditawarkan tanpa harga cadangan.
Baca Juga: Menilik Sejarah Berdirinya DAF Trucks, Berawal Dari Bengkel Kecil
Dengan estimasi harga yang dipatok antara 50.000 hingga 75.000 dolar AS, atau setara dengan Rp 836 juta hingga Rp 1,25 miliar. Kendaraan ini dianggap sebagai peluang langka untuk memiliki bagian dari sejarah Hispano-Suiza dengan harga yang relatif terjangkau.

Secara visual, truk ini memancarkan aura nostalgia yang kuat melalui detail-detail kayu pada bak belakang yang kontras dengan komponen mekanis yang terekspos yang memberikan gambaran nyata tentang bagaimana logistik kelas atas dioperasikan seratus tahun yang lalu.
Penggunaan rem berventilasi dan sistem suspensi pegas daun semi-eliptik pada masa itu menunjukkan bahwa Hispano-Suiza tidak pernah berkompromi dalam hal keselamatan dan kenyamanan, bahkan untuk kendaraan pekerja sekalipun.
Baca Juga: Mengenang Hino Contessa: Saat Hino Lebih Dikenal Lewat Sedan Ketimbang Truk dan Busnya
Bagi para antusias, truk Hispano-Suiza 1922 ini adalah bukti hidup dari masa transisi teknologi pasca-perang, di mana keahlian pembuatan mesin pesawat diaplikasikan mulai beralih ke penggunaan mobilitas di jalan raya.
Saat lampu sorot panggung Arizona menyala tahun depan, truk ini tidak hanya akan mencari pemilik baru, tetapi akan menceritakan kembali kisah kejayaan sebuah merek yang pernah bersaing ketat dengan Rolls-Royce dalam memperebutkan gelar produsen mobil terbaik di dunia.










