MobilKomersial.com — Para pemilik kendaraan bermotor, khususnya mobil, perlu waspada terhadap masalah penguapan oli mesin yang berlebihan. Masalah ini sering kali dianggap sepele, namun sebenarnya bisa menjadi indikasi serius dari kesehatan mesin.
Arief Hidayat M.Eng., selaku CEO Wealthy Group sekaligus seorang pakar teknik mesin, menjelaskan bahwa penguapan oli tidak bisa diabaikan begitu saja. Menurutnya, penguapan oli mesin yang berlebihan sebagian besar disebabkan oleh kualitas oli yang buruk.
Baca Juga: Wealthy Engine Diesel Treatment Dapat Bersihkan EGR, Turbocharged Hingga Catalytic Converter
“Volatilitas oli, seberapa mudah oli menguap saat terkena panas, sangat bergantung pada kualitas base oil dan komposisi additives-nya,” ujar Arief kepada MobilKomersial.com saat ditemui di Jakarta, Jumat (29/8/2025).

Tiga Faktor Utama Penguapan Oli
Arief Hidayat memaparkan tiga alasan utama mengapa oli mesin menguap secara berlebihan:
1. Kualitas Base Oil yang Rendah
Oli dengan base oil yang tidak murni atau melalui proses pemurnian yang kurang baik cenderung mengandung fraksi ringan dan kotoran yang mudah menguap pada suhu tinggi.
Sebaliknya, oli sintetis modern, seperti Grup III, IV, atau V, dirancang untuk menahan suhu ekstrem dan jauh lebih tahan terhadap penguapan dibandingkan oli mineral konvensional.
Baca Juga: Bagaimana Cara Terbaik Cegah Mesin Mobil Berlumpur?
2. Kurangnya Additives Berkualitas
Oli berkualitas tinggi dilengkapi dengan paket additives canggih yang berfungsi untuk meningkatkan stabilitas termal, mengurangi oksidasi, dan menjaga sifat oli tetap stabil dari waktu ke waktu.
“Oli berkualitas rendah mungkin tidak memiliki additives yang kuat atau formulasi yang sudah usang, sehingga mudah rusak dan menguap lebih cepat saat terkena panas,” jelas Arief.
3. Klasifikasi API yang Kedaluwarsa
Arief juga menyoroti pentingnya kategori API (American Petroleum Institute) pada kemasan oli. Standar API yang lebih lama, seperti SN atau SL untuk mesin bensin dan CI-4 untuk mesin diesel, dikembangkan sebelum adanya kemajuan sistem emisi dan mesin modern.
Baca Juga: Bukan Cuma Diganti, Pahami Oksidasi Oli sebagai Alarm Dini Kerusakan Mesin
“Oli yang memenuhi spesifikasi usang mungkin tidak mampu memberikan perlindungan optimal pada suhu tinggi, yang pada akhirnya meningkatkan kemungkinan penguapan,” katanya.

Standar modern seperti API SP, API SQ, atau CK-4 menawarkan perlindungan yang jauh lebih baik terhadap volatilitas oli.
Pencegahan dan Tanda-tanda Bahaya
Arief Hidayat menekankan bahwa penguapan oli yang berlebihan, terutama pada mesin modern, dapat dicegah dengan menggunakan oli yang berkualitas, baik dari segi base oil, teknologi additives, maupun klasifikasi API-nya.
Baca Juga: Punya Kualitas Premium, Seluruh Oli Mesin Wealthy Gunakan Standar Tertinggi
Ia juga mengimbau pemilik kendaraan untuk mengenali tanda-tanda penguapan oli, seperti asap biru dari knalpot atau penurunan level oli yang tidak biasa.
“Pengecekan oli secara berkala, perawatan tepat waktu, dan perhatian pada sistem pendingin mesin adalah langkah-langkah penting untuk mencegah dan mengurangi masalah ini, sehingga mesin tetap terlindungi dan efisien,” pungkasnya.











