• Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil
Mobil Komersial
Advertisement
  • Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil
No Result
View All Result
  • Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil
No Result
View All Result
Mobil Komersial
No Result
View All Result
Home Berita

Perbandingan Sistem Commonrail dengan Sistem Konvensional

mobkom by mobkom
29/10/2021
in Berita
0
Perbandingan Sistem Commonrail dengan Sistem Konvensional
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, MobilKomersial.com – Mesin kendaraan diesel modern pada mobil berpenumpang atau niaga saat ini sudah menggunakan sistem commonrail. Sistem ini diklaim memiliki berbagai keunggulan dibanding diesel konvensional, salah satunya adalah kerja mesin yang lebih optimal.

Diketahui, common rail merupakan sistem penyuntikan solar bertekanan tinggi yang dikontrol secara elektronik. Engine Control Module (ECM) akan mengatur jumlah timing dan tekanan injeksi sehingga membuat emisi lebih rendah, suara halus dan output maksimal.

Perbedaan antara common rail dan konvensional ada pada kestabilan tekanan. Kontrol injeksi bahan bakar di common rail tidak terpengaruh beban putaran mesin dan beban kendaraan. Sedangkan konvensional dipengaruhi oleh kedua faktor di atas.

Selain itu, perbedaan lain yang ada pada diesel konvensional adalah kontrol mesin yang masih mengandalkan gerakan kabel besi penghubung dari pedal gas. Dan putaran komponen yang bisa menggeser pintu besar atau kecilnya solar. Dengan kata lain, sistem pengiriman bahan bakar mesin diesel konvensional masih mekanikal.

Untuk mesin diesel modern, dari pompa masuk dulu ke sisitem commonrail, sehingga tekanannya stabil. Sementara yang konvensional, dari pompa langsung ke injector. Artinya tergantung pada putaran mesin kendaraan atau sesuai kebutuhan.

Baca juga: Kenalkan Mesin Sistem Commonrail, Isuzu Gelar Webinar Bersama Siswa dan Guru SMK

Kemudian tekanan injeksi yang dikeluarkan dari sistem common rail mampu mencapai 200 Megapascal. Kecepatan injeksinya mencapai satu milisekon dan jumlah injeksinya 50 milimeter kubik dengan plus minusnya satu milimeter kubik sehingga kepresisian injeksi tersebut yang membuat mesin dengan sistem commonrail lebih irit.

Kendati lebih efisien dan lebih bertenaga dibanding mesin diesel konvensional, teknologi common rail ini wajib wajib dipadu dengan turbocharger dan sistem direct injection. Artinya, akan terjadi konsekuensi tekanan pada sistem bahan bakar mesin diesel common rail sangat tinggi.

Tekanan bahan bakar diesel common rail berkisar 1.600-2.000 bar. Sedangkan diesel konvensional hanya mencapai 176-225 bar. Oleh karena tekanan sistem bahan bakarnya tinggi, mesin diesel common rail membutuhkan bahan bakar berkualitas tinggi yang rendah kandungan sulfur.

Previous Post

Musim Hujan Tiba, Bersihkan Karat Membandel dengan Magic Spray 9 In 1

Next Post

Green-G eCarry, Truk Medium Listrik yang Dirancang Khusus, Ini Keunggulannya

mobkom

mobkom

Related Posts

Jelang Libur Nataru, Kemenhub Prediksi 12,29 Juta Orang Berpegian Naik Bus
Berita

Pembelian BBM Subsidi Dibatasi, Bagaimana Nasib Bus dan Truk?

01/04/2026
Sany Bawa Truk Listrik EV350 6×4 di Mining Expo 2023, Tarikan Lebih Enteng dari Truk Konvensional
Berita

Tiga Merek Baru Bergabung, Siap Hadirkan Inovasi Unggulan di GIICOMVEC 2026

31/03/2026
Servis Mobil Sebelum Atau Sesudah Mudik di Bengkel Fast N Frugal, Banyak Diskonnya
Aftermarket

Rahasia Sukses Bengkel Naik Kelas, Wealthy Group Ungkap Trik Tinggalkan Produk Murah Demi Cuan Melimpah

31/03/2026
Dibanderol Rp591 Juta, Ini Spesifikasi Minibus Listrik Foton eView
Berita

Masih Misterius, Foton Siapkan Kendaraan Komersial Listrik Terbaru di GIICOMVEC 2026

31/03/2026
Teknologi Mandiri Harga Kompetitif? Intip Rencana Besar Leapmotor di Pasar Otomotif Indonesia
Berita

Teknologi Mandiri Harga Kompetitif? Intip Rencana Besar Leapmotor di Pasar Otomotif Indonesia

28/03/2026
Jasa Marga Berlakukan Diskon Tarif di 9 Ruas Jalan Tol saat Arus Mudik dan Balik
Berita

Mulai Besok, Jasa Marga Berikan Potongan Tarif Tol 30% saat Arus Balik Lebaran

25/03/2026
Next Post
Green-G eCarry, Truk Medium Listrik yang Dirancang Khusus, Ini Keunggulannya

Green-G eCarry, Truk Medium Listrik yang Dirancang Khusus, Ini Keunggulannya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sponsor

Wealthy Photochromic Film
Hydrosoft Pro Wiper
Automatic Transmission Fluid

Sponsor

Hydrosoft Pro Wiper
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak Kami
redaksi@mobilkomersial.com

© 2023 Copyright Mobilkomersial.com

No Result
View All Result
  • Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil

© 2023 Copyright Mobilkomersial.com