MobilKomersial.com --- Coca-Cola Europacific Partners (CCEP) akan menggunakan 30 truk listrik untuk melakukan pengiriman jarak jauh ke pelanggan lokal di Belgia. Lima armada pertama akan beroperasi di wilayah Antwerp.

Melalui kemitraan utama dengan Renault Trucks, produsen minuman ini menggunakan seperlima armada truknya dan menciptakan truk listrik terbesar di Belgia. Perusahaan juga akan mengurangi emisi CO2 sebesar 75% dibandingkan dengan truk diesel.

“Industri kami menghadapi kesulitan yang membutuhkan adaptasi cepat, tetapi kami juga berkomitmen kuat untuk mempertahankan pendekatan jangka panjang. Berinvestasi dalam truk listrik akan memungkinkan CCEP untuk memangkas emisi CO2 sebesar 30% pada tahun 2030 dan menjadi bebas emisi pada tahun 2040,” kata VP & Country Director of CCEP untuk Belgia dan Luksemburg, An Vermeulen.

Baca juga: Spesifikasi Lengkap All New Toyota Kijang Innova Zenix

Lima Truk Renault E-tech D dan D Wide pertama akan diluncurkan di wilayah Antwerpen 24 November 2022, dan truk lainnya akan tiba dalam beberapa bulan mendatang di lokasi produksi dan distribusi di Ghent dan Chaudfontaine di Belgia.

“Sebagian besar pengiriman kami sangat lokal, ke supermarket dan bisnis di dekat lokasi kami, dengan rute rata-rata 150 km per hari. Ini adalah salah satu contoh upaya kami untuk mengambil pendekatan jangka panjang dan berkelanjutan di tingkat lokal di Belgia,” ujarnya.

Coca-Cola, kata Vermeulen, memilih konfigurasi yang memungkinkan kendaraan listrik Renault Truk menempuh jarak 200 km setiap hari, yang lebih dari cukup untuk 40% rute pengiriman lokal CCEP saat ini.

“Setiap truk memiliki stasiun pengisian daya di tempat untuk mengisi penuh baterai dalam semalam. Stasiun pengisian daya ini ditenagai oleh 100% energi ramah lingkungan yang dihasilkan di tempat kami,” ungkapnya.

Baca juga: Walau Sudah Berbayar, Ada 3 Kategori yang Masih Gratis Naik Bus Trans Mamminasata

“30 truk listrik yang diluncurkan tahun ini hanyalah langkah awal untuk CCEP. Kami akan terus mengambil langkah untuk mendekarbonisasi armada kami hingga tahun 2030 sambil terus mempelajari perkembangan pasar untuk menentukan masa depan armada kami dengan mempertimbangkan parameter seperti menempuh jarak yang lebih jauh, kendaraan otonom, dan muatan yang lebih berat,” tambahnya.

Managing Director Renault Trucks Belux, Siegfried Van Brabandt mengatakan, Coca-Cola bekerja sama dengan Renault Trucks untuk memilih truk yang tepat dan menciptakan kondisi pemuatan terbaik untuk penggunaan lokal ini.

“Kami dengan hati-hati menganalisis data logistik Coca-Cola, menghasilkan simulasi rute yang realistis, melakukan pengujian dalam kondisi nyata, mengamati energi konsumsi serta kenyamanan dan keselamatan pengemudi,” kata Siegfried.

Truk-truk tersebut, lanjut Siegfried, juga dilengkapi dengan sistem kamera 360 untuk menghilangkan blind spot, pengeras suara untuk memperingatkan pejalan kaki dan pengendara sepeda, serta pintu yang jelas untuk visibilitas optimal di sisi penumpang.

Baca juga: Ban Truk Pecah Saat Perjalanan, Apa yang Harus Dilakukan Pengemudi?

 

Share :

Sebelum Dikirim ke Konsumen, Tesla Semi Uji Coba Jarak Tempuh Ratusan Km Bawa Beban 36 Ton

Sebelum Tesla Semi truk dikirim ke konsumennya pada 1 Desember 2022, truk listrik tersebut diuji coba berjalan sejauh kurang lebih 805 Km dengan membawa muatan total beban mencapai 36,7 ton.

Read More
Mengenal Fitur Apa Saja yang Dimiliki Truk Tambang Batu Bara

Truk Batu Bara dirancang khusus sesuai kebutuhan serta penggunaan dalam jarak panjang, ada juga truk yang bisa dipergunakan pengemudi untuk tidur di dalam kabin sampai beberapa hari sebelum melanjutkan pulang ke rumah.

Read More
Renault Buka Pemesanan 2 Model Truk Listrik Heavy Duty Terbarunya

Renault Trucks menunjukkan desain dua truk heavy duty all-electric-nya, E-Tech T dan E-Tech C, dan telah membuka pemesanan untuk kedua model tersebut. Kehadiran rangkaian tugas berat bertenaga listrik dari Renault Trucks menandai langkah maju yang besar d

Read More