Arab Saudi, MobilKomersial.com - Para petarung reli terganas (Dakar) 2022 kategori truk, telah menyelesaikan perjalanan pada etape ke-11 dengan rute sepanjang 501 km di Arab Saudi.

Dengan rute Bisha - Bisha, tiga podium pada etape kali ini di huni oleh para pebalap dari tim asal Rusia, Kamaz Master. Salah satunya yang menjadi juaranya adala, Eduard Nikolaev #500 dengan catatan waktu 3 jam 54 menit 45 detik.

Baca Juga: Dakar 2022 Etape 11: Kembali Memimpin, Kamaz Master Menuju Puncak Kejayaan

Tentu saja hal tersebut membuat tim-tim lainnya putus asa untuk bersaing melawan Kamaz Master. Sebab, Kamaz Master terbukti selalu menjadi pemimpin dalam beberapa seri reli Dakar dengan menunjukkan kecepatan dan kekuatannya.

Salah satu pebalap dari tim Petronas De Rooy Iveco, Janus Van  Kasteren #504 mengaku bahwa dirinya belum bisa bersaing dengan Kamaz Master yang akhirnya memposisikan dirinya di posisi ke-enam dengan torehan waktu 4 jam 18 menit 45 detik yang artinya tertinggal 24 menit dari pemenang.

"Kami tidak bisa memenangkan apa pun melawan Kamaz dan saya hanya bisa kalah hari ini, jadi saya melakukannya dengan tenang dan aman hari ini. Posisi ke-6, itu maksimal yang bisa saya lakukan. Saya baru saja melihat orang-orang Kamaz melewati saya di bukit pasir, mereka memiliki begitu banyak kekuatan dan begitu banyak pengalaman," jelasnya dalam keterangannya, Jum'at (14/1/2022).

Meski begitu, pria berkebangsaan Belanda tersebut cukup senang pada Reli Dakar 2022 ini sebab dirinya bisa berada dalam posisi ke-5 dalam klasmen keseluruhan dengan total perolehan waktu 42 jam 50 menit 12 detik.

Baca Juga: Iveco Berada di Top 10 pada Paruh Pertama Reli Dakar 2022

"Kami menghormati itu, tentu saja, tetapi tempat kelima dalam klasmen keseluruhan ini juga yang maksimal bagi saya, ketika semua Kamaz finis di empat besar. Saya senang dengan tempat kelima," ucapnya.

"Di Dakar terakhir dengan De Rooy saya berada di urutan keenam dan saya masuk ke lima besar, jadi jika saya finis besok di tempat kelima, saya akan sangat. Kita lihat saja, kami memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan dengan mesin dan suspensi," tutupnya.

Share :

Kendaraan Listrik Otonom Resmi Beroperasi, Menhub: Suatu Keniscayaan yang Terjadi

Penggunaan kendaraan listrik otonom memiliki sejumlah kelebihan jika dibandingkan dengan kendaraan konvensional berbahan bakar fosil.

Read More
Toyota Resmikan xEV Center, Keseriusan Dalam Menyambut Era Elektrifikasi

Dengan hadirnya xEV Center juga nantinya akan menjadi fasilitas edukasi yang dapat diakses dengan mudah oleh seluruh publik baik bagi pemerintah, akademisi, siswa sekolah, dan masyarakat umum.

Read More
Mengenal Suzuki Smart Hybrid, Teknologi Elektrifikasi Baru Suzuki

Dalam menciptakan kendaraan yang efisien, kompak, dan memiliki durabilitas yang tinggi, Suzuki terus fokus dan konsisten mengembangkan teknologi baru yang ramah lingkungan

Read More