• Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil
Mobil Komersial
Advertisement
  • Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil
No Result
View All Result
  • Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil
No Result
View All Result
Mobil Komersial
No Result
View All Result
Home Bus

Ternyata Ini Alasan Bus Tidak Mematikan Mesin Saat Isi Bahan Bakar di SPBU

mobkom by mobkom
10/08/2019
in Bus
0
0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MobilKomersial.com — Kalau isi bensin kendaraan wajib mematikan mesin kendaraan. Hal ini juga merupakan salah satu Standar Operasional Prosedur (SOP) dari SPBU. Uniknya, hal ini tidak berlaku untuk kendaran besar seperti Bus. Karena, bus tidak mematikan mesin saat mengisi bahan bakar. Kenapa?

Alasannya adalah dari bahan bakar yang berbeda dengan kendaran kecil seperti mobil. Saat mengisi bahan bakar, mesin mobil memang harus dalam keadaan mati. Hal ini karena sifat dari bahan bakar bensin yang mudah terbakar. Panas yang dihasilkan dari putaran mesin bisa jadi pemicu kebakaran. Berbeda dengan bus yang menggunakan mesin diesel. Bahan bakar solar tidak mudah terbakar.

Selain itu, kenyamanan penumpang juga jadi alasannya. Karena bus harus tetap menyalakan pendingin udara atau AC. Untuk menghasilkan udara dingin, mesin kompresor AC membutuhkan tenaga dari mesin bus untuk menggerakkannya. Otomatis jika mesin mati, AC pun tidak akan berfungsi. Sedangkan pengisian solar pada bus membutuhkan waktu yang lama karena volume tangki yang besar.

Ada satu alasan yang paling kuat. Saat ini pabrikan bus sudah membekali mesin dengan turbo untuk menghasilkan tenaga yang besar. Namun masalahnya, turbo yang ada pada mesin bus tersebut sangat sensitif jika terlalu sering dimatikan dan dinyalakan kembali dalam jangka waktu yang pendek. Alasannya, saat bus baru saja berjalan mesin masih bekerja dengan putaran yang tinggi dan dapat merusak sistem lubrikasi apabila langsung mematikan mesin.

Previous Post

Adira Insurance Tawarkan Motopro, Perlindungan Asuransi Motor Cukup Lampirkan BASTK

Next Post

Gandeng Dua Dealer, Mitsubishi Fuso Perbaiki Sekolah di Lampung

mobkom

mobkom

Related Posts

Sopir Bus AKAP Wajib Periksa Rutin Armadanya Sebelum Operasional
Bus

Sopir Bus AKAP Wajib Periksa Rutin Armadanya Sebelum Operasional

15/12/2025
Mengintip Bus Double Decker Milik PO MTrans di GIIAS 2024
Bus

PO MTrans Buka Rute AKAP Baru Blitar – Jakarta Pakai Bus Double Decker

14/12/2025
Mengungkap Detail Spesifikasi Bus Listrik Hino Blue Ribbon Z EV
Bus

Mengungkap Detail Spesifikasi Bus Listrik Hino Blue Ribbon Z EV

13/12/2025
Periksa Bus AKAP Menjelang Libur Nataru 2026, Dishub Tangsel Temukan Puluhan Armada Tak Laik Jalan
Berita

Periksa Bus AKAP Menjelang Libur Nataru 2026, Dishub Tangsel Temukan Puluhan Armada Tak Laik Jalan

12/12/2025
Bus Baru PO Aneka Transport Pakai Bodi Skylander R25, Ada Tiga Kelas di Kabinnya
Bus

Bus Baru PO Aneka Transport Pakai Bodi Skylander R25, Ada Tiga Kelas di Kabinnya

11/12/2025
5.544 Pemudik Nikmati 126 Bus Balik Gratis dari Kemenhub
Berita

Kemenhub Sediakan 70 Unit Bus Mudik Gratis Saat Libur Natal dan Tahun Baru 2026

10/12/2025
Next Post

Gandeng Dua Dealer, Mitsubishi Fuso Perbaiki Sekolah di Lampung

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sponsor

Wealthy Photochromic Film
Hydrosoft Pro Wiper
Automatic Transmission Fluid

Sponsor

Hydrosoft Pro Wiper
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak Kami
redaksi@mobilkomersial.com

© 2023 Copyright Mobilkomersial.com

No Result
View All Result
  • Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil

© 2023 Copyright Mobilkomersial.com