MobilKomersial.com — Toyota dan Iveco resmi mengumumkan kolaborasi strategis dalam proyek Empower yang didanai Uni Eropa. Kerjasama ini bertujuan mengembangkan truk listrik sel bahan bakar hidrogen generasi terbaru demi merevolusi sektor transportasi berat.
Dalam proyek ini, Toyota menyuplai sistem sel bahan bakar tercanggih berbasis inovasi lebih dari tiga dekade. Teknologi tersebut dikombinasikan dengan keahlian Iveco dalam merancang serta mengintegrasikan kendaraan komersial berat.
Baca Juga: Toyota dan Scania Resmi Bersatu, Siap Luncurkan Truk Hidrogen Paling Revolusioner di 2027
“Hidrogen adalah kunci ekosistem energi masa depan. Bersama Toyota, kami berinvestasi pada visi jangka panjang angkutan berat,” ungkap Marco Liccardo, Chief Technology & Digital Officer Iveco Group, mengutip keterangannya, Minggu (13/9/2026).
“Melalui Empower, kami menggabungkan keahlian sel bahan bakar terdepan dan rekayasa canggih untuk membuka potensi penuh hidrogen. Kami ingin mempercepat adopsi emisi nol dan meredefinisi transportasi barang,” sambungnya.

Iveco memimpin penuh pengembangan serta validasi truk FCEV generasi baru ini. Berbekal pengalaman dari proyek hidrogen sebelumnya, pabrikan tersebut optimistis mampu menghadirkan armada logistik bebas emisi yang sangat andal.
Truk FCEV terbaru ini menandai lompatan teknologi signifikan dibanding truk generasi pertama Iveco pada program H2Haul. Berbagai wawasan operasional nyata dipakai untuk meningkatkan efisiensi dan kematangan teknologi hidrogen.
Ditenagai sistem sel bahan bakar Toyota berdaya total 300 kW, Iveco S-eWay Fuel Cell menawarkan performa luar biasa. Truk tambang dan logistik ini sanggup menjelajah hingga melampaui 900 kilometer dalam sekali pengisian hidrogen.
Baca Juga: Raksasa Listrik Penakluk Tambang! Mengupas Ketangguhan Truk Zoomlion ZT165EV di Mining Expo 2026
Ketahanan mesin hidrogen ini ditargetkan mampu beroperasi lebih dari 25.000 jam tanpa masalah. Selain itu, bobot total truk berhasil dikurangi secara signifikan melalui penyederhanaan arsitektur kendaraan yang jauh lebih modern.
Sistem manajemen energi yang efisien membuat truk ini hanya membutuhkan setengah kapasitas baterai dari generasi terdahulu. Penghematan ini secara langsung meningkatkan kapasitas muatan serta menurunkan biaya operasional armada.
Peningkatan masif ini membawa teknologi sel bahan bakar semakin mendekati kebutuhan ekonomi dan operasional transportasi skala besar. Toyota terus memfokuskan pengembangan pada efisiensi tinggi serta daya tahan jangka panjang.

Pengujian dan validasi ketat dijadwalkan mulai kuartal keempat tahun ini di fasilitas khusus. Selanjutnya, uji coba jalan raya dalam kondisi operasional nyata yang ekstrem siap dilaksanakan pada separuh pertama tahun 2027 mendatang.
Data operasional yang diperoleh dari uji coba tersebut akan menjadi fondasi komersialisasi hidrogen masa depan. Platform percontohan ini dirancang untuk membuka jalan bagi produksi massal truk ramah lingkungan berskala industri.
Baca Juga: Profil Truk Tambang Shacman X5000 8×4 Hybrid
“Transisi menuju angkutan bebas emisi membutuhkan teknologi yang menjawab realitas operasional komersial secara nyata dan tangguh,” tutur Shinichi Yasui, Executive Vice President R&D Toyota Motor Europe.
“Untuk operasional berat jarak jauh, hidrogen menawarkan potensi besar gabungan jarak jelajah dan efisiensi. Bersama Iveco, kami ingin membuktikan sistem generasi ketiga Toyota tanpa mengorbankan bisnis,” tutup Yasui.











