MobilKomersial.com — Pasar bus pariwisata di Jepang kembali bergairah setelah Hino Motors meluncurkan Hino S’elega generasi terbaru. Bus premium ini dibekali dengan teknologi transmisi otomatis TraXon 2 buatan produsen otomotif, ZF.
Kerja sama ini menjadi tonggak sejarah baru bagi kedua perusahaan di Jepang. Ini merupakan pertama kalinya Hino mengaplikasikan sistem transmisi otomatis modern buatan produsen asal Jerman tersebut pada armada bus besar.
Baca Juga: Jangan Mengaku Busmania Kalau Belum Tahu Istilah ‘Bus Sapu Jagat’, Ini Makna Sebenarnya!
Transmisi TraXon 2 dengan 12-percepatan ini mengusung unit kontrol elektronik canggih. Komponen ini dikembangkan mandiri oleh ZF bersama aktuator perpindahan gigi demi menghadirkan performa berkendara yang sangat optimal.
Berdasarkan estimasi internal ZF, penggunaan transmisi baru ini mampu menekan konsumsi bahan bakar. Selain itu, tingkat emisi karbon dioksida juga mengalami penurunan hingga 1,7% dibanding generasi TraXon sebelumnya.

Keunggulan utama sistem transmisi ini terletak pada fitur Intarder terintegrasi. Teknologi retarder hidrodinamik ini berfungsi sebagai rem pembantu yang dapat bekerja mandiri tanpa bergantung pada putaran mesin kendaraan.
Penggunaan Intarder sangat krusial saat bus melintasi jalur menurun yang panjang. Fitur ini mampu mengurangi beban kerja rem utama hingga 90% sehingga meningkatkan keamanan operasional pengemudi secara signifikan.
Selain meningkatkan keselamatan, penurunan beban rem utama memberikan dampak ekonomi positif. Interval perawatan komponen menjadi lebih panjang dan tingkat polusi dari debu gesekan rem bisa ditekan seminimal mungkin.
Baca Juga: Mengungkap Kode Rahasia Kedipan Lampu Dim Bus di Jalan Raya, Pengendara Wajib Tahu!
Tidak hanya transmisi, ZF juga menyuplai berbagai komponen sasis modern pada S’elega. Bus tur ini dilengkapi sistem pengereman elektronik, Continuous Damping Control, serta suspensi udara OptiRide demi kenyamanan penumpang.
Sementara itu, Hino S’elega ini sendiri dibekali dengan mesin diesel A09C, 6-silinder segaris berkapasitas 8.900 cc yang sanggup menghasilkan tenaga 358 dk di putaran 1.800 rpm dan torsi 1.596 Nm di putaran 1.100-1.400 rpm.
Guna memperkuat sektor keselamatan pasif dan aktif, bus ini dibekali radar jarak pendek. Sensor radar tersebut mendukung fungsi pemantauan titik buta serta mendeteksi lalu lintas dari arah depan secara akurat dan responsif.

“Kami sangat senang dapat meluncurkan generasi baru Hino S’elega. Penerapan TraXon 2 ZF dengan Intarder memberikan kontribusi penting bagi efisiensi bahan bakar dan keselamatan,” ujar Kepala Promosi Produk Hino Motors, Kenji Mukouzato.
Penerapan teknologi ZF pada S’elega menunjukkan perluasan kemitraan kedua perusahaan. Kolaborasi yang sebelumnya berfokus pada segmen truk kini berhasil merambah ke lini bus antarkota dan bus pariwisata berukuran besar.
Baca Juga: Bisa Jalan 80 Km Tanpa Bensin! Begini Detail Spesifikasi Sasis Bus PHEV Scania
Jangkauan teknologi canggih ini semakin meluas melalui usaha patungan J-Bus antara Hino dan Isuzu. Platform teknologi yang sama turut diterapkan pada bus Isuzu Gala sehingga menggandakan skala penerapan sistem tersebut.
Langkah strategis Hino dan ZF ini menjadi standar baru dalam industri kendaraan komersial Jepang. Integrasi teknologi modern ini membuktikan komitmen bersama untuk menyajikan transportasi umum yang aman serta ramah lingkungan.











