MobilKomersial.com — Perum Damri resmi memperluas konektivitas antarnegara dengan membuka rute baru Angkutan Lintas Batas Negara (ALBN) yang menghubungkan Kuching di Malaysia dan Putussibau, Kalimantan Barat di Indonesia.
Layanan transportasi lintas batas yang sangat dinantikan ini dijadwalkan mulai beroperasi secara penuh pada 12 September 2026 mendatang untuk melayani masyarakat dua negara.
Perjalanan rute baru ini akan melalui beberapa titik penting, dimulai dari Kuching Sentral Bus Terminal, melintasi Sri Aman, Border Lubuk Hantu, PLBN Badau, hingga ke Terminal Kedamin.
Baca Juga: Jangan Mengaku Busmania Kalau Belum Tahu Istilah ‘Bus Sapu Jagat’, Ini Makna Sebenarnya!
Jadwal keberangkatan armada bus dari Kuching Sentral Bus Terminal akan dimulai pukul 07.30 MYT, memberikan opsi perjalanan pagi yang sangat nyaman bagi penumpang dari Malaysia.
Sementara itu, untuk keberangkatan dari wilayah Indonesia, bus Damri dialokasikan berangkat dari Terminal Kedamin Putussibau tepat pada pukul 07.00 WIB setiap harinya.
Demi menjaga kenyamanan para penumpang selama perjalanan jauh, Damri menyiagakan armada bus yang dilengkapi dengan fasilitas pendingin udara modern dan kamera keamanan CCTV.

Kabin armada dirancang dengan konfigurasi kursi reclining 2-2 yang dilengkapi sandaran kaki (legrest), toilet bersih, serta pengisi daya baterai gawai di setiap spot.
Tidak hanya kenyamanan fisik, para pengguna jasa juga akan mendapatkan fasilitas pendukung tambahan berupa camilan gratis dan air mineral selama berada di perjalanan lintas negara.
Mengenai penyesuaian biaya, tarif keberangkatan dari Putussibau menuju ke wilayah Badau dipatok seharga Rp200.000 atau setara dengan RM45 untuk sekali jalan antarwilayah.
Baca Juga: PO Rosalia Indah Resmi Buka Rute Baru Wonosobo – Tangerang PP
Bagi penumpang yang memilih rute perjalanan Putussibau menuju Lubuk Hantu, pihak pengelola menetapkan tarif sebesar Rp270.000 atau senilai RM60 untuk tiap pemesanan tiket.
Adapun tarif perjalanan rute Putussibau hingga ke Sri Aman dibanderol Rp300.000 atau RM70, sedangkan rute penuh hingga Kuching dikenakan biaya Rp400.000 atau RM95.
Hadirnya rute ALBN ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, mobilitas masyarakat, serta mempererat hubungan pariwisata antara Indonesia dan Malaysia di perbatasan.











