MobilKomersial.com — Keterbatasan jarak tempuh dan lamanya waktu pengisian daya masih menjadi tembok besar bagi komersialisasi truk listrik kelas berat. Namun, pemasok otomotif asal Jerman, Mahle, membawa angin segar untuk industri transportasi darat.
Melalui ajang pameran IAA Transportation 2026 di Hannover, Mahle secara resmi meluncurkan teknologi range extender terbaru yang mampu menyulap truk listrik baterai menjadi kendaraan tangguh berdaya jelajah lebih dari 800 km.
Modul ini menggabungkan generator bertegangan tinggi 110 kW, mesin pembakaran dalam, tangki bahan bakar, tangki AdBlue, hingga sistem pengolahan emisi gas buang dalam satu kotak terpadu.
Penggunaan inovasi ini memangkas sekitar sepertiga kapasitas baterai truk, yang berdampak langsung pada penurunan bobot total kendaraan hingga 600 kg serta mengurangi beban pada poros roda belakang sebesar 400 kg.

Langkah ini menjadi jawaban atas kelambatan pembangunan infrastruktur pengisian daya umum. Kehadiran modul ini memastikan bahwa operasional truk tidak perlu lumpuh total hanya karena harus mengantri di stasiun pengisian daya yang penuh.
Dr. Marco Warth, Vice President MAHLE Corporate Research and Advanced Engineering mengatakan bahwa teknologi ini dirancang sebagai sistem mandiri berformat ringkas yang dapat langsung dipasang pada ruang baterai standar.
“Sistem range extender kami beroperasi layaknya ‘pembangkit listrik darurat’ cerdas yang akan aktif di saat yang paling tepat untuk menambah jarak tempuh kendaraan secara signifikan,” ujarnya, Rabu (22/7/2026).
Ia menegaskan bahwa teknologi ini merupakan sarana untuk membebaskan efisiensi truk listrik dari ketergantungan pada fasilitas pengisian daya. “Inovasi ini adalah kunci untuk memisahkan pertumbuhan pasar truk listrik dari lambatnya pembangunan infrastruktur.
“Jika stasiun pengisian daya penuh atau truk harus memutar arah akibat cuaca, armada biasa mungkin akan terdampar. Namun, truk listrik dengan range extender dapat terus berjalan, kesiapan operasionalnya dijamin tetap terjaga,” tambah Warth.

Dari sisi ramah lingkungan, pengujian pada kondisi dunia nyata menunjukkan bahwa sistem ini mampu memangkas emisi karbondioksida hingga 80% dibandingkan dengan truk bermesin diesel konvensional.
Bahkan, angka emisi tersebut dapat mendekati nol jika mesin pembakaran menggunakan bahan bakar hayati HVO100. Kinerja sistem ini juga ditopang oleh manajemen termal berdaya 63 kW yang menjaga suhu mesin tetap stabil di bawah beban kerja berat.
Baca Juga: Canggihnya Fitur VDS Pada Truk Volvo, Bisa Digerakkan Dengan Remote Control
Selain range extender, Mahle juga memamerkan motor listrik Mahle Contactless Transmitter (MCT) untuk poros roda kendaraan komersial berat. Motor listrik inovatif ini mampu menghasilkan daya puncak sebesar 370 kW dengan efisiensi mencapai 95%.
Keunggulan utama dari mesin ini adalah ketiadaan material tanah jarang, sehingga mampu memangkas bobot hingga 3 kilogram per kendaraan sekaligus mengamankan rantai pasok industri dari ketergantungan bahan mentah global.











