• Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil
Mobil Komersial
Advertisement
  • Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil
No Result
View All Result
  • Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil
No Result
View All Result
Mobil Komersial
No Result
View All Result
Home Berita

Pemerintah Kejar Target 4 Juta Kiloliter Etanol, Tekan Impor Bensin Lewat Program E20

M. Bagas Putra by M. Bagas Putra
29/06/2026
in Berita
0
Gandeng Pertamina dan TRAC, Toyota Siap Uji Coba Bahan Bakar Bioetanol E10

Konsep Toyota Innova Zenix HEV Berbahan Bakar Bioetanol E10/Foto: dok.MobilKomersial.com/Bagas

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MobilKomersial.com —  Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan strategi baru untuk memangkas ketergantungan impor bensin yang masih tinggi.

Melalui program bauran bioetanol E20, pemerintah menargetkan penyediaan 4 juta kiloliter (KL) etanol per tahun untuk dicampurkan ke dalam konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin nasional yang saat ini mencapai 40 juta KL.

Baca Juga: Pakai BBM dan Pelumas yang Tidak Tepat, Apa Pengaruhnya Pada Mobil?

Langkah teknis ini diambil guna memperkuat ketahanan energi sekaligus menggerakkan sektor hulu pertanian. Kondisi pasokan bensin domestik saat ini memang belum ideal. Kemampuan produksi kilang di dalam negeri tercatat baru menyentuh angka 14,3 juta KL.

Meski Kilang Balikpapan pada Januari 2026 lalu berhasil memberikan tambahan kapasitas 5,5 juta KL, volume impor yang harus ditutup masih berada di angka 20 juta KL. Angka defisit inilah yang coba ditekan pemerintah lewat intervensi teknologi bahan bakar nabati.

Ilustrasi Penggunaan Bahan Bakar Bio-Ethanol/Foto: dok.Ist/123RF

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa cetak biru program E20 ini mengadopsi kesuksesan yang sudah diraih pada implementasi biodiesel berbasis kelapa sawit di sektor solar.

“Kebutuhan bensin kita itu kurang lebih sekitar 40 juta KL, dan dari 40 juta KL itu, kapasitas produksi kita itu hanya 14,3 juta kiloliter jadi impornya hampir 25 juta KL,” ucapnya mengutip siaran resminya, Senin (29/6/2026).

“Namun begitu kilang Balikpapan kita resmikan di bulan Januari 2026 bertambah produksinya 5,5 juta KL bensin, sehingga menyisakan impor bensin sekitar 20 juta KL,” sambung Bahlil.

Untuk mengamankan pasokan 4 juta KL bioetanol tersebut, fokus pengembangan akan diarahkan pada optimalisasi komoditas pertanian dalam negeri, spesifiknya tebu, singkong, dan jagung.

Tantangan di sektor hulu berupa ketidakpastian serapan pasar akan diantisipasi langsung oleh negara. Pemerintah berkomitmen untuk memposisikan diri sebagai off-taker atau pembeli utama guna menjamin keberlanjutan usaha para petani dan produsen etanol lokal.

Konsep Toyota Innova Zenix HEV Berbahan Bakar Bioetanol E10/Foto: dok.MobilKomersial.com/Bagas

“Untuk mengurangi impor yang tersisa 20 juta KL maka kita akan menerapkan Program E20 yang idenya berangkat dari kesuksesan Program B10 hingga B50,” tuturnya di sela acara KSTI di Jakarta.

“Kita bikin etanol dengan bahan bakunya dari tebu, singkong dan jagung dengan total produksi yang diperlukan 4 juta kiloliter. Pemerintah akan menjadi off taker produksi etanol yang dihasilkan petani,” ungkap Bahlil menambahkan.

Baca Juga: Biodiesel B50 Berlaku Juli 2026, Komatsu dan UT Soroti Rahasia Taktis Agar Mesin Alat Berat Tak Loyo!

Secara teknis, integrasi antara sektor energi dan pertanian ini tidak hanya berfungsi sebagai solusi substansi bahan bakar fosil semata. Hilirisasi komoditas pertanian menjadi bioenergi diharapkan mampu menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah.

Di sisi lain, reduksi emisi dari penggunaan bauran E20 ini juga diplot sebagai salah satu instrumen penting dalam jalur birokrasi hijau menuju target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.

Tags: BBM BensinBioetanolBioetanol E20ESDM
Previous Post

Evaluasi Perjalanan, Bus Transjakarta Rute 1N dan 10 D Berhenti Beroperasi

Next Post

Mengenal Truk Spesialis Inspeksi Jembatan Tol Milik Jasa Marga

M. Bagas Putra

M. Bagas Putra

Related Posts

MG Raup 1.668 SPK di IIMS 2024, MG 4 EV Laris Manis
Berita

IIMS 2027 Digelar Lebih Luas! Rute Test Drive Sampai ke Luar JIExpo?

28/06/2026
Biodiesel B50 Berlaku Juli 2026, Komatsu dan UT Soroti Rahasia Taktis Agar Mesin Alat Berat Tak Loyo!
Berita

Biodiesel B50 Berlaku Juli 2026, Komatsu dan UT Soroti Rahasia Taktis Agar Mesin Alat Berat Tak Loyo!

26/06/2026
Gudang Suku Cadang Truk dan Bus Mercedes-Benz Tercanggih Resmi Beroperasi, Indonesia Masuk Daftar Prioritas Utama!
Berita

Gudang Suku Cadang Truk dan Bus Mercedes-Benz Tercanggih Resmi Beroperasi, Indonesia Masuk Daftar Prioritas Utama!

24/06/2026
Sambut Arus Balik Lebaran, Transjakarta Tambah 6 Rute dari Terminal Pulogebang
Berita

Layani 244 Rute Setiap Hari, Transjakarta Didukung 5.151 Unit Armada

24/06/2026
Chery E5 Mendadak Turun Harga Jadi Rp 300 Jutaan! Simak Syarat dan Periodenya!
Berita

Program Chery di Jakarta Fair 2026, Tawarkan Asuransi Gratis dan Skema Tukar Tambah

23/06/2026
Diler Baru ke-175 Mitsubishi Motors Hadir Lebih Modern di Jakarta Selatan
Berita

Diler Baru ke-175 Mitsubishi Motors Hadir Lebih Modern di Jakarta Selatan

23/06/2026
Next Post
Mengenal Truk Spesialis Inspeksi Jembatan Tol Milik Jasa Marga

Mengenal Truk Spesialis Inspeksi Jembatan Tol Milik Jasa Marga

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sponsor

Wealthy Photochromic Film
Hydrosoft Pro Wiper
Automatic Transmission Fluid

Sponsor

Hydrosoft Pro Wiper
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak Kami
redaksi@mobilkomersial.com

© 2023 Copyright Mobilkomersial.com

No Result
View All Result
  • Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil

© 2023 Copyright Mobilkomersial.com