MobilKomersial.com — Dunia otomotif komersial tengah menyaksikan sebuah revolusi yang tidak hanya terjadi di bawah kap mesin, tetapi juga pada molekul penyusun rangka dan bodi kendaraannya.
Aliansi keberlanjutan yang dipimpin oleh Mercedes-Benz Trucks, spesialis kendaraan pengumpul sampah Faun dan perusahaan daur ulang TSR Group, baru saja memperkenalkan reEconic.
Baca Juga: Rayakan 130 Tahun, Mercedes-Benz Trucks Hadirkan Rekonstruksi Truk Daimler 1896 yang Mengubah Dunia!
Truk konsep bertenaga listrik ini menjadi manifestasi nyata dari ekonomi sirkular holistik, di mana kendaraan yang bertugas mengangkut sampah tersebut ternyata dibangun menggunakan material yang juga berasal dari limbah.
Mengambil basis dari Mercedes-Benz eEconic, truk ini membawa filosofi unik yakni mengumpulkan sampah untuk didaur ulang sembari menggunakan komponen yang terbuat dari material hasil daur ulang.

Spesifikasi teknis reEconic membuktikan bahwa kemandirian material bukan sekadar angan-angan. Secara teoritis sekitar 80% material utama seperti baja, aluminium, kaca, dan plastik pada truk ini dapat digantikan dengan bahan daur ulang serta material berbasis bio.
Dalam angka absolut, ini setara dengan penggantian hingga 5,2 ton material konvensional dengan alternatif yang lebih ramah lingkungan. Detail unik terpancar dari penggunaan material yang tidak lazim dalam industri truk modern.
Misalnya, bantalan kursi kabin baik kursi pengemudi maupun penumpang kini tidak lagi menggunakan busa berbasis minyak bumi, melainkan poliamida daur ulang yang bersumber dari limbah karpet dan jaring ikan bekas.
Tak hanya itu, untuk pertama kalinya, Mercedes-Benz Trucks juga menyematkan elemen kayu pohon beech atau pohon fagus bersertifikat pada bagian lantai, lengkungan roda, hingga struktur atap kabin.

Penggunaan elemen kayu ini tentunya bukan sekedar estetika semata, melainkan strategi penyerapan CO2 atmosferik yang tersimpan dalam serat kayu selama masa pertumbuhan pohon tersebut.
Keunggulan reEconic berlanjut pada sektor struktural. Gandar depan dan rangka samping kendaraan dibuat dari baja rendah emisi yang diproduksi melalui teknologi tanur busur listrik, dengan kandungan baja daur ulang mencapai 88 hingga 97%.
Baca Juga: Truk Mercedes-Benz Actros 4×2 Rigid Raih Skor Nyaris Sempurna di Uji Tabrak Euro NCAP
Sementara itu, komponen aluminiumnya, seperti pelindung baterai listrik, setidaknya mengandung 75% material pasca-konsumsi namun diklaim tetap memiliki tingkat keamanan serupa dengan model standarnya.
Bahkan sektor kaca, yang seringkali sulit didaur ulang untuk standar otomotif, memiliki kandungan daur ulang rata-rata 64% tanpa mengorbankan standar keselamatan dan durabilitas tinggi yang dibutuhkan kendaraan komersial.
Melengkapi kehebatan sasisnya, bodi Faun reNew Variooress yang terpasang di bagian belakang juga mengusung semangat yang sama. Panel kontrolnya hampir 99% terbuat dari material daur ulang, sementara spatbornya menggunakan 92% plastik daur ulang.

“Melalui Faun reNew Variopress, kami membuktikan bahwa tanggung jawab dan efisiensi ekonomi berjalan beriringan, dan ekonomi sirkular dapat menjadi kenyataan dalam manufaktur kendaraan,” ucap Malte Sonnenburg, CEO Faun Group, Kamis (30/4/2026).
Tidak berhenti pada pameran teknologi, truk listrik Mercedes-Benz reEconic dijadwalkan untuk menjalani pengujian dunia nyata secara ekstensif bersama perusahaan Remondis pada paruh kedua tahun 2026.
Baca Juga: B50 Segera Berlaku, DCVI Pastikan Ketangguhan Truk dan Bus Mercedes-Benz Tetap Terjaga
Melalui penggunaan ban vulkanisir yang meningkatkan proporsi material terbarukan hingga 80%, truk ini diproyeksikan mampu mereduksi emisi CO2 selama proses manufaktur hingga 41% dibandingkan model produksi konvensional.
Proyek ini menjadi cetak biru masa depan dimana setiap truk yang meluncur di jalanan tidak hanya bersih secara emisi gas buang, tetapi juga memiliki jejak karbon yang minimal sejak dari garis perakitan.











