MobilKomersial.com — Dalam Mendukung program pemerintah melalui pemanfaatan teknologi ramah lingkungan, TNI AL menunjukkan komitmennya dengan melaksanakan uji coba perdana bus listrik di lingkungan Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur.
Program strategis ini menempatkan TNI AL sebagai pelopor transformasi mobilitas hijau di kalangan institusi militer Indonesia, sekaligus memberikan kontribusi langsung terhadap ketahanan energi nasional, pengurangan ketergantungan BBM impor, dan pencapaian target Net Zero Emission 2060
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI, Muhammad Ali mengatakan bahwa penggunaan bus listrik untuk angkutan personel TNI AL, khususnya yang berdomisili di kompleks perumahan yang relatif jauh dari satuan kerja, sangat bermanfaat.
Baca juga: Hino Bus 136 MDBL 4×4, Solusi Angkutan Karyawan Pertambangan dan Perkebunan untuk Medan Offroad
“Selain meningkatkan efisiensi mobilitas prajurit, penggunaan bus listrik ini juga berkontribusi dalam mengurangi polusi udara di wilayah Jakarta serta secara bertahap mulai menerapkan penggunaan kendaraan dinas listrik bagi para pejabat utama serta personel di lingkungan TNI AL,” kata Ali dalam keterangannya dikutip hari ini, Jumat (17/4/2026).
Menurut Ali, TNI AL tak hanya sekadar modernisasi alutsista dan sarana pendukung, namun juga menjadi langkah nyata dalam meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan.
“Kedepan, penggunaan kendaraan listrik akan terus ditingkatkan dan diperluas tidak hanya di Jakarta tetapi juga di Kotama TNI AL lainnya di seluruh Indonesia. Dengan pemanfaatan bus listrik, mobil listrik, dan kendaraan hybrid diharapkan mampu menghemat penggunaan bahan bakar hingga sekitar 50 persen serta menjadi bagian dari transformasi menuju sistem kerja yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” ujarnya.
Baca juga: Sebelum Operasional, Damri Pastikan Bus Listrik dalam Kondisi Optimal
Bus listrik yang digunakan TNI AL berkapasitas 33 kursi dengan tipe heavy duty, berbobot 15,2 ton, serta menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate berkapasitas 255 kWh dengan kecepatan maksimal 100 kpj tersebut, telah melalui serangkaian uji ekstrem meliputi getaran, kejut mekanis, perendaman air, api eksternal, hingga arus lebih.
Bus ini juga dilengkapi fitur keselamatan seperti Main Power Cut Off Switch, pemadam APAR otomatis di ruang baterai/kontrol, dan deteksi asap serta GPS tracking, battery monitoring, dan CCTV 12 kamera.











