MobilKomersial.com — Banyaknya kendaraan listrik yang bermunculan saat ini terutama yang menggunakan baterai lithium ion, tak luput dari risiko Thermal Runaway yang dapat mengakibatkan kebakaran, ledakan, atau pelepasan gas berbahaya.
Seperti diketahui bahwa Thermal runaway adalah kenaikan suhu yang tidak terkendali dan berakselerasi sendiri di dalam sel atau paket baterai. Ini terjadi ketika panas yang dihasilkan di dalam baterai melebihi kemampuannya untuk menghilangkan panas itu, kemudian menyebabkan reaksi berantai.
CEO dan Founder Wealthy Group, Arief Hidayat mengungkapkan gejala awal Thermal Runaway pada baterai EV meliputi peningkatan suhu baterai yang tidak wajar, perubahan bentuk fisik seperti baterai bengkak, bau kimia yang tidak biasa dan keluarnya gas atau asap dari baterai.
Baca juga: Siap Bikin Penumpang Nyaman, PO Agra Mas Tambah Bus Baru Pakai Bodi Avante H8 Grand Captain

“Selain ciri-ciri itu, ada pula penurunan performa baterai secara tiba-tiba atau perangkat yang menunjukan peringatan suhu tinggi, itu juga termasuk tanda peringatan dini terhadap risiko Thermal Runaway,” kata Arief kepada MobilKomersial.com, Kamis (27/11/2025).
Menurut Arief, penyebab dari Themal Runaway bisa terjadi akibat korsleting listrik pada kendaraan EV, cacat produksi atau pertumbuhan dendrit di dalam sel baterai yang menyebabkan pemanasan cepat dan potensi penyalaan bahan sel.
“Korsleting listrik dapat disebabkan dari kabel yang rusak, konektor rusak, kecelakaan yang berpotensi menciptakan jalur eksternal untuk arus yang menghasilkan panas berlebih dan memulai Thermal Runayaw tersebut,” ujarnya.
Baca juga: Bus Double Decker Terbaru PO TAM Pakai Bodi Avante D2, Kabinnya Dibuat Nyaman

Selain itu, kata Arief yang dapat menyebabkan Thermal Runaway antara lain pengisian melebihi voltase, menurunkan baterai di bawah tegangan aman, mengoperasikan atau mengisi daya di lingkungan yang sangat panas, kerusakan fisik serta sistem pendingin baterai yang tidak bekerja maksimal.
“Cara menghindarinya adalah dengan Sistem Managemen Baterai yang baik dapat memantau tegangan sel, suhu dan arus serta mencegah pengisian berlebih dengan cara mengontrol pengisian daya,” ungkapnya.
Lebih lanjut Arief mengatakan bahwa menerapkan strategi pencegahan yang benar dan mengikuti prosedur perbaikan yang tepat sangatlah penting untuk keselamatan penggunakan kendaraan listrik serta umut panjang kendaraan.











