MobilKomersial.com — Program mandatori biodiesel B50 di tahun 2026 yang digagas oleh pemerintah Indonesia, saat ini masih di kaji oleh PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) sebagai distributor kendaraan niaga dari Mitsubishi Fuso.
Yang dimaksud penggunaan biodeisel B50 ini, nantinya bahan bakar solar akan dicampur dengan 50 persen bahan bakar nabati, dengan begitu menurut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dapat mengurangi impor solar setiap tahunnya.
Baca juga: Produksi Truk Selama 52 Tahun, Mitsubishi Fuso Jaga Kualitas Hadirkan Produk Tangguh dan Berkualitas

Sales and Marketing Director PT KTB, Aji Jaya mengungkapkan bahwa mengenai road test B50 untuk implementasi berada di pemerintah Indonesia, sehingga pihaknya selalu mengikuti regulasi yang sudah ditetapkan.
“Saya kira, kita selalu mengikuti kepatuhan itu dengan regulasi yang telah di terapkan dan termasuk yang B50 ini, sampai saat ini truk Mitsubishi Fuso juga ikut terlibat dalam pengujian, jadi kami belum menerima hasilnya,” kata Aji beberapa waktu lalu.
Menurut Aji, sebagai produsen truk Mitsubishi Fuso, pihaknya juga terus menyesuaikan dan mendukung apa yang menjadi kebutuhan kendaraan di lapangan dan juga terhadap regulasi yang baru dari pemerintah Indonesia.
Baca juga: Hino Lakukan Kajian dan Analisis Hadapi Penggunaan Biodiesel B50

“Dari tim development kami juga sedang mempersiapkan apa-apa saja yang harus dipersiapkan, jadi sabar dulu, nanti kita pasti sampaikan terkait hasil dari tes truk Mitsubishi Fuso yang diikutsertakan dalam pengujian B50.
Sebelumnya dikutip dari laman Kementerian ESDM, pemerintah Indonesia akan mengambil langkah strategis untuk mencapai kedaulatan energi dengan menargetkan penghentian total impor minyak solar pada tahun 2026.
Baca juga: Bengkel Siaga Mosaic Campaign dari Mitsubishi Fuso, Perawatan Mudah 24 Jam











