MobilKomersial.com — Popularitas mobil bertransmisi otomatis terus melonjak di pasar Tanah Air. Kemudahan pengoperasian menjadi alasan utama pengendara urban memilih kendaraan matik untuk menunjang mobilitas harian di tengah kemacetan jalanan kota.
Mengemudikan mobil matik memang memberikan kenyamanan ekstra bagi pengemudi. Bebas dari pijakan pedal kopling membuat kaki tidak cepat lelah saat harus menghadapi situasi lalu lintas yang padat dan sering merayap saban hari.
Baca Juga: Teknologi Canggih Wealthy NanoCool E-Coolant, Solusi Pendingin Baterai Mobil Listrik dan Hybrid
Meski menawarkan kepraktisan tinggi, kendaraan otomatis bukan berarti bebas kendala. Perawatan berkala tetap wajib dilakukan agar performa komponen internal tetap terjaga dan tidak menimbulkan keluhan saat digunakan berkendara.
Salah satu kendala yang sering dikeluhkan pemilik kendaraan adalah kerasnya tuas transmisi. Masalah perpindahan gigi yang terasa berat tentu sangat mengganggu kenyamanan serta merusak pengalaman berkendara di jalan raya.

Menurut Arief Hidayat selaku Chief Executive Officer (CEO) PT Welty Indah Perkasa (Wealthy Group), permasalahan transmisi matik yang terasa sulit untuk dioperasikan biasanya terjadi pada karet sil dan karet O ring.
Kondisi komponen elastomer yang memburuk menjadi pemicu utama gangguan tersebut. Elastisitas karet yang menyusut bakal memicu kebocoran tekanan fluida hidrolik pada area vital di dalam sistem transmisi otomatis kendaraan.
Baca Juga: Bukan Sekadar Aditif! Wealthy BioGuard CN+ Mampu Tingkatkan Cetane dan Basmi Bakteri Solar
“Masalah susah pindah gigi pada mobil matik, biasanya terjadi akibat dari karet sil yang sudah getas dan sudah keras, jadi tekanan oli pada transimisi matik mengalami kebocoran di dalam body valve,” jelasnya kepada MobilKomersial.com, Sabtu (31/10/2026).
Menjawab persoalan tersebut, Wealthy menghadirkan racikan aditif Automatic Transmission Stop Seep (ATSS). Cairan pemulih ini dirancang khusus untuk mengatasi kebocoran serta mengembalikan kelenturan komponen karet transmisi.
“Untuk mengatasi problem dalam perpindahan gigi pada transmisi matik sebenarnya sangat mudah dilakukan. Cukup dengan cara menambahkan aditif di oli transmisi matik dengan Wealthy Automatic Transmission Stop Seep (ATSS),” imbau Arief.
Formulasi canggih dalam aditif ini bekerja efektif meremajakan material penyekat. Kinerja katup hidrolik akan kembali presisi sehingga proses perpindahan gigi transmisi otomatis terasa lebih responsif dan kembali lancar.
“Aditif ini menjadi solusi tepat untuk menghilangkan kebocoran transmisi, merekondisi dan revitalisasi segel lama yang telah kehilangan kelenturannya serta mampu mengembalikan katup yang tepat dan membantu meningkatkan kinerja perpindahan gigi,” paparnya.
Penggunaan cairan ini sangat praktis dan bisa dilakukan saat penggantian oli transmisi. Pengemudi hanya perlu mengisikan satu botol aditif ke dalam tangki oli agar cairan menyebar sempurna ke seluruh seluk-beluk komponen.

“Solusinya akan bekerja saat kendaraan sedang beroperasi dan hasil terbaik dicapai setelah beberapa ratus mil berkendara. Itu akan melembutkan kembali karet-karet di dalam transmisi matik sehingga kinerja sil karet akan kembali normal,” jelas Arief.
Pria penyandang gelar Master di bidang Teknik Industri Otomotif di salah satu institut ternama di London, Inggris ini mengaku bahwa aditif ini juga dapat bekerja sebagai agen anti-aus dan antioksidan yang dapat memperpanjang umur transmisi.
Baca Juga: Bisa Berubah Gelap Otomatis! Wealthy Blackrock 24 Hadirkan Kaca Film Pintar Masa Depan
“Wealthy ATSS ini juga berperan sebagai agen anti-aus dan antioksidan yang meningkatkan perlindungan dan membantu mencegah endapan dan kebocoran untuk memperpanjang umur. Aditif ini juga kompatibel dengan semua jenis cairan transmisi, termasuk sintetis,” pungkasnya.
Produk perawatan ini sudah bisa didapatkan melalui jaringan bengkel mitra maupun toko resmi online seharga Rp 200 ribuan. Kehadiran aditif ini menjadi solusi hemat bagi pemilik mobil matik agar transmisi tetap awet dan halus.










