MobilKomersial.com — Mitsubishi Fuso Truck and Bus Corporation (MFTBC) menggandeng Foxconn untuk mendirikan perusahaan bus independen, Fuso Bus, guna mempercepat era transisi menuju kendaraan komersial bebas emisi.
Kerja sama dua raksasa industri ini berfokus pada pengembangan, produksi, hingga penjualan bus canggih. Melalui anak perusahaan MFBM dan Foxtron, mereka siap menghadirkan lini bus ramah lingkungan untuk pasar global.
Baca Juga: Fuso Bus Resmi Dibentuk, Siap Tantang Dominasi Bus Listrik Dunia!
Langkah konkret diawali dengan pengembangan bus listrik canggih berbasis Model T dan Model U. Kolaborasi ini menjadi pijakan awal bagi kedua entitas dalam menciptakan moda transportasi publik yang semakin efisien.
Perusahaan anyar tersebut bertekad memenuhi kebutuhan transportasi umum berstandar tinggi. Pengembangan bus zero-emission akan diakselerasi tanpa mengesampingkan varian bus bermesin diesel yang sudah beroperasi saat ini.
Pabrik manufaktur di Toyama dipilih sebagai pusat perakitan utama kendaraan tersebut. Penggunaan nama Fuso tetap dipertahankan karena telah memiliki warisan sejarah panjang selama lebih dari 9 dekade di dunia.

Markas besar entitas baru ini akan bertempat di Kawasaki, Jepang, sebagai pusat operasional. Kehadirannya diharapkan mampu membawa angin segar bagi perkembangan industri manufaktur bus di skala internasional.
CEO MFTBC, Karl Deppen, menyambut hangat kemitraan strategis yang sangat krusial ini. “Kami sangat senang dapat menggabungkan kekuatan dengan Foxconn,” ujarnya mengutip keterangan resminya, Jumat (30/10/2026).
Integrasi pengalaman kedua belah pihak diyakini mampu menghadirkan solusi masa depan. “Kami akan menawarkan solusi mutakhir untuk transportasi publik bagi masyarakat di Jepang dan luar negeri,” lanjut Karl.
Baca Juga: Dirikan Joint Venture, Mitsubishi Fuso dan Foxconn Percepat Persiapan Produksi Massal Bus Listrik
Sebagai produsen khusus, Fuso Bus jelas berfokus untuk meluncurkan bus listrik secara cepat. Target pasar domestik maupun internasional menjadi sasaran utama dalam memperluas jangkauan operasional bisnis mereka ke depan.
Fasilitas riset, rantai pasok, dan jaringan penjualan lokal disiapkan secara matang. Hal ini dilakukan agar seluruh produk yang dihasilkan mampu memenuhi standar regulasi serta kualitas ketat yang berlaku di Jepang.

Keahlian Foxconn di bidang teknologi bersih menjadi fondasi utama dalam kerja sama ini. Jaringan kemitraan global yang luas dipastikan memperkuat daya saing produk di pasar domestik maupun mancanegara.
Chief Strategy Officer Foxconn untuk EV, Jun Seki, menegaskan arti penting proyek ini. “Mobilitas adalah prioritas strategis bagi Foxconn,” tutur Jun Seki saat menjelaskan arah besar kolaborasi tersebut.
Baca Juga: Mengenal Setra S8 1951, Perintis Bus Modern Bermesin Henschel dari Keluarga Daimler
Solusi elektrifikasi lengkap siap dihadirkan untuk mendukung ekosistem transportasi. “Pendekatan ini akan memperpendek siklus pengembangan secara signifikan serta meningkatkan efisiensi biaya,” tambah Seki.
CEO New Bus OEM terpilih, Katsuto Kora, menekankan pentingnya penyatuan budaya kedua perusahaan. “Usaha patungan baru ini akan mengintegrasikan keunggulan manufaktur Jepang dengan kelincahan Foxconn,” jelas Kora.
Kora optimistis kolaborasi ini membuka peluang teknologi masa depan yang lebih luas. “Fokus kami adalah membawa Fuso Bus menuju era baru digitalisasi dan elektrifikasi yang modern,” pungkas Katsuto Kora.










