MobilKomersial.com — Berbagai macam cara diupayakan guna menekan meluasnya abu vulkanik yang disebabkan oleh erupsi Gunung Anak Krakatau yang meluas ke berbagai wilayah seperti DKI Jakarta dengan menggunakan truk Water Mist.
Selain menggunakan truk smoke removal dan truk street sweeper yang dilengkapi sprayer sebagai pendukung, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga mengerahkan truk water mist untuk menyemburkan partikel air ke udara yang menghasilkan kabut untuk menangkap debu beterbangan diudara dan membawanya turun.
Cara kerja truk water mist sendiri yang pasti unit ini memiliki tangki air dengan kapasitas yang cukup besar, generator set untuk menyalurkan listrik ke pompa air serta kipas bertekanan tinggi, kipas berukuran besar sebagai alat pengabut meniupkan air yang telah diubah menjadi titik-titik air mikro serta Nozzle / Spray yang dapat mengubah aliran air bertekanan menjadi kabut halus (ukuran mikron).
Baca juga: Terdampak Abu Vulkanik, Ini Tugas Utama Truk Smoke Removal dan Street Sweeper di Jalan

Saat ini, truk water mist dioperasikan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemprov DKI Jakarta mengitari wilayah silang Monas, jalan Yos Sudarso, wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, hingga di Jakarta Barat. DLH DKI mengerahkan satu unit water mist mobile berkapasitas 1.000 liter serta dua tangki air berkapasitas masing-masing 5.000 liter.
Kemudian untuk mendukung mitigasi, selain Sudin LH, Gulkarmat DKI juga mengoperasikan water mist di tujuh titik. Masing-masing titik diperkuat dua unit sehingga total terdapat 14 unit dengan dukungan 70 personel. Setiap dua unit memiliki kapasitas tangki 10.000 liter.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, mengungkapkan bahwa penyemprotan water mist dilakukan untuk membantu mengendalikan debu dan partikulat di udara sekaligus menjaga kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
Baca juga: Jalur Darat Semakin Nyaman, Berikut Pilihan Sleeper Bus Rute Jabodetabek – Semarang
“Water mist ini merupakan langkah preventif untuk membantu mengendalikan debu atau partikulat yang ada di udara, sekaligus menjaga kualitas udara di ruang-ruang aktivitas masyarakat,” Kata Uus saat memimpin pelaksanaan water mist di sejumlah ruas jalan Jakarta.
walaupun letak Jakarta berada cukup jauh dari Gunung Anak Krakatau, Pemprov DKI tetap mengambil langkah antisipasi sejak dini. Sebaran abu vulkanik dilaporkan dapat dirasakan hingga kawasan Monas.
“Sebaran abu vulkanik bisa kita rasakan sampai ke lokasi Monas. Karena itu, kami memilih melakukan langkah antisipasi sejak dini sambil terus memantau informasi dan perkembangan kondisi di lapangan,” ungkapnya.










