• Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil
Mobil Komersial
Advertisement
  • Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil
No Result
View All Result
  • Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil
No Result
View All Result
Mobil Komersial
No Result
View All Result
Home Berita

Aman Saat Pengujian, Indonesia Siap Implementasikan Biodiesel B50 Mulai Juli 2026

M. Bagas Putra by M. Bagas Putra
23/04/2026
in Berita, Bus, Truk
0
Aman Saat Pengujian, Indonesia Siap Implementasikan Biodiesel B50 Mulai Juli 2026

Biodiesel B50 Berlaku Mulai Juli 2026/Foto: dok.ESDM

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MobilKomersial.com — Fajar baru ketahanan energi Indonesia kian benderang seiring dengan laporan terbaru dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait rencana implementasi bahan bakar biodiesel 50 persen atau B50.

Hingga April 2026, program uji jalan atau road test untuk bahan bakar B50, menunjukkan performa yang sangat menjanjikan. Secara teknis, mesin-mesin diesel yang menjadi objek uji coba dilaporkan tetap tangguh melahap jalur darat tanpa kendala mekanis yang berarti.

Baca Juga: UD Trucks Klaim Semua Truknya Aman Tenggak B50, Siap Dukung Transisi Energi Nasional

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi, mengungkapkan bahwa rangkaian pengujian intensif ini sebenarnya telah bergerak serentak di enam sektor berbeda sejak akhir tahun lalu.

Pada kategori kendaraan berat dengan bobot di atas 3,5 ton, target jarak tempuh 40.000 kilometer telah berhasil dituntaskan sepenuhnya. Fokus kini beralih pada pemenuhan target bagi kendaraan penumpang dan komersial ringan.

Biodiesel B50 Berlaku Mulai Juli 2026/Foto: dok.ESDM

“Sementara untuk kendaraan di bawah 3,5 ton, saat ini sudah mencapai 40.000 km dari target 50.000 km. Kami targetkan pada Mei nanti target jarak tempuh tersebut selesai, dan akan dilanjutkan teardown,” jelasnya

Optimisme ini bukan tanpa alasan teknis yang kuat. Keberhasilan B50 didorong oleh peningkatan standar kualitas pada bahan baku B100 yang menjadi campuran utamanya. Namun, jika dibandingkan dengan era B40, spesifikasi B50 kali ini jauh lebih ketat.

Parameter krusial seperti kadar air kini ditekan maksimal hingga 300 ppm, sementara stabilitas oksidasi ditingkatkan menjadi minimal 900 menit dan kandungan monogliserida kini lebih rendah untuk mencegah pembekuan yang dapat memicu sumbatan pada filter BBM.

Baca Juga: Hino Dukung Uji B50, Spesifikasi Mesin Truk dan Bus Bakal Disesuaikan

Dampak dari pengetatan spesifikasi ini terlihat nyata pada kondisi fisik komponen mesin pasca-uji. Laporan evaluasi menunjukkan bahwa sistem bahan bakar dan pelumas tetap berada dalam kondisi prima tanpa gejala degradasi yang mengkhawatirkan.

Menariknya, konsumsi bahan bakar terpantau tetap stabil sesuai standar pabrikan, sementara catatan emisi gas buang seperti karbon monoksida dan opasitas justru berada di bawah ambang batas yang ditetapkan pemerintah.

Ilustrasi Pengisian Bahan Bakar/Foto: dok.123RF

Respons positif juga datang dari pelaku industri otomotif. Anggota Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Abdul Rochim, menegaskan bahwa konsistensi antara hasil uji laboratorium dengan realitas di lapangan adalah kunci kepercayaan pasar.

“Jika hasil akhirnya tetap stabil seperti ini, kami tentu sangat senang. Harapannya, spesifikasi yang diujikan inilah yang nantinya akan digunakan secara masif di pasaran nanti,” tegas Abdul Rochim.

Baca Juga: Penerapan Penggunaan B50, Mitsubishi Fuso Ungkap Kesiapannya

Langkah menuju implementasi B50 pada 1 Juli 2026 ini dipandang sebagai strategi ganda bagi kedaulatan nasional. Di satu sisi, Indonesia berupaya memutus ketergantungan pada impor solar yang kerap terombang-ambing oleh harga minyak mentah global.

Sementara di sisi lain, penggunaan sumber daya domestik berbasis kelapa sawit ini menjadi bukti nyata komitmen transisi menuju energi bersih yang lebih berkelanjutan bagi ekosistem otomotif tanah air.

Tags: B50Biodiesel 50 PersenBiodiesel B50ESDM
Previous Post

Hadirkan Ekosistem EV Terlengkap, Wuling Pimpin Transformasi Energi Otomotif Indonesia

M. Bagas Putra

M. Bagas Putra

Related Posts

Punya Mesin Responsif dan Sasis Kokoh, Hino 300 Series 136 HDX Disulap Jadi Truk Pemadam Kebakaran
Truk

Deretan Truk Pemadam Kebakaran yang Ada di Indonesia

23/04/2026
Spesifikasi Komatsu HM460-6, Truk Tambang Raksasa Terbaru Yang Lebih Irit 22%
Truk

Spesifikasi Komatsu HM460-6, Truk Tambang Raksasa Terbaru Yang Lebih Irit 22%

23/04/2026
Damri Luncurkan Armada Angkutan Khusus untuk ASN Papua Selatan
Bus

Damri Luncurkan Armada Angkutan Khusus untuk ASN Papua Selatan

23/04/2026
Daftar Truk Terbaik Euro NCAP 2026, Scania L-Series Jadi yang Teraman di Dunia?
Truk

Daftar Truk Terbaik Euro NCAP 2026, Scania L-Series Jadi yang Teraman di Dunia?

23/04/2026
PO Harapan Jaya Rilis 3 Bus Baru Jetbus 5 MHD Single Glass, Pakai Sasis Mercedes-Benz OH 1626 L Euro 4
Bus

PO Harapan Jaya Rilis 3 Bus Baru Jetbus 5 MHD Single Glass, Pakai Sasis Mercedes-Benz OH 1626 L Euro 4

22/04/2026
Enam Truk Hino yang Punya Nilai Kandungan Lokal Capai 71,85%
Bus

Enam Truk Hino yang Punya Nilai Kandungan Lokal Capai 71,85%

22/04/2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sponsor

Wealthy Photochromic Film
Hydrosoft Pro Wiper
Automatic Transmission Fluid

Sponsor

Hydrosoft Pro Wiper
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak Kami
redaksi@mobilkomersial.com

© 2023 Copyright Mobilkomersial.com

No Result
View All Result
  • Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil

© 2023 Copyright Mobilkomersial.com