MobilKomersial.com — Siapa bilang kendaraan listrik cuma gaya-gayaan? Di Medan, bus listrik BRT terbukti bukan sekadar tren. Dalam setahun terakhir, armada ini sukses menempuh jarak lebih dari 3,9 juta km dan melayani 2,7 juta penumpang.
Bahkan, dampak lingkungan yang dihasilkan pun tidak main-main, di mana penggunaan bus listrik berhasil memangkas emisi karbon hingga 28% jika dibandingkan dengan transportasi publik konvensional berbahan bakar fosil.
Melalui forum “Bincang Bus Listrik Medan #BerbagiUntukSemua”, Kalista bersama Pemkot Medan duduk bareng untuk mengevaluasi performa satu tahun ini. Ternyata, hasilnya melampaui ekspektasi.
Baca Juga: Sebelum Operasional, Damri Pastikan Bus Listrik dalam Kondisi Optimal
Salah satu cerita paling menarik dalam forum ini adalah ketangguhan bus listrik saat Medan dilanda banjir selama tiga hari. Bukannya mogok, bus listrik tetap beroperasi normal berkat koordinasi cepat antara tim teknis dan operator.
Ini membuktikan bahwa teknologi listrik sangat siap menghadapi tantangan jalanan di Indonesia. Albert Aulia Ilyas, Direktur Utama Kalista, menyebutkan bahwa kunci suksesnya bukan cuma di mesin bus, tapi pada kerja sama semua pihak.

“Transformasi menuju transportasi publik listrik tidak hanya tentang teknologi kendaraan, tetapi juga tentang membangun ekosistem yang melibatkan banyak pihak,” ungkapnya dalam keterangannya, Selasa (10/3/2026).
“Melalui forum ini, kami ingin membuka ruang dialog antara pemerintah, operator, industri, dan masyarakat untuk berbagi pengalaman serta pembelajaran dari implementasi bus listrik di Medan,” sambung Albert.
Baca Juga: Bus Listrik Mercedes-Benz eCitaro Kini Pakai Baterai NMC4 Generasi Baru, Begini Keunggulannya
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Suriono, S.SiT., MT, juga menekankan bahwa masukan dari penumpang adalah “bahan bakar” utama untuk memperbaiki layanan ke depannya.
“Kolaborasi antara pemerintah, operator transportasi, dan sektor swasta menjadi kunci dalam memastikan layanan Bus Listrik BRT Medan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Suriono.
Ke depan, Kalista berharap model kolaborasi di Medan ini bisa ditiru oleh kota-kota lain di Indonesia. Lewat gerakan ini, bus listrik diharapkan tidak lagi jadi hal asing, tapi jadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian dengan nyaman, murah, dan bebas polusi.











