MobilKomersial.com — Coolant, atau cairan radiator yang berfungsi mencegah kendaraan terutama mobil dari overheating dengan menyerap dan membuang panas mesin serta menjaga suhu tetap otimal dapat sewaktu-waktu berubah warnanya.
Perubahan warna coolant yang biasa bewarna merah muda, hijau, oranye atau biru itu akibat beberapa hal yang terjadi seperti kualitas air yang dicampur bersama coolant atau terkontaminasi dengan bahan lainnya.
CEO & Founder PT Welty Indah Perkasa (Wealthy Group), Arief Hidayat mengatakan bahwa coolant yang dijual di pasaran memiliki berbagai warna dengan tujuan untuk membantu mengidentifikasi jenis coolant tersebut dan membedakan dari kendaraan lainnya.
Baca juga: Wealthy Radiator Degreaser, Andalan Pemilik Kendaraan Bersihkan Permukaan Radiator

“Namun seiring berjalannya waktu coolant bisa berubah warna atau kehilangan warna sepenuhnya. Sebetulnya Warna-warna ini ditambahkan oleh produsen terutama untuk membantu mengidentifikasi jenis coolant,” kata Arief kepada MobilKomersial.com, Senin (9/2/2026).
Menurut Arief, persoalan coolant dapat berubah warna yakni kualita air yang dicampur dengan coolant sehingga dapat memainkan peran penting dalam penampilannya. Air keran sering mengandung mineral, seperti kalsium dan magnesium, yang dapat bereaksi dengan komponen kimia pendingin.
“Reaksi ini dapat menyebabkan coolant menjadi keruh, kehilangan fungsinya, atau bahkan menjadi tidak berwarna seiring waktu. Menggunakan air suling atau deionisasi dianjurkan untuk menjaga warna dan efektivitas pendingin,” ujarnya.

Jika melihat Coolant kehilangan warnanya hanya beberapa hari setelah menuangkannya ke dalam sistem, lanjut Arief ini dapat mengindikasikan beberapa potensi masalah seperti kehilangan warna yang cepat disebabkan oleh kualitas air yang buruk-seperti menggunakan air yang terkontaminasi-yang dapat mengencerkan atau bereaksi dengan pewarna dan bahan kimia.
Arief juga mengatakan bahwa kerusakan struktur kimia karena panas mesin yang berlebihan atau reaksi dengan residu yang ada dalam sistem pendingin, dapat mempercepat pemudaran warna daari coolant.
“Jika ada kontaminasi dari karat, minyak, atau pencampuran berbagai jenis pendingin, faktor-faktor ini juga dapat dengan cepat mengubah atau menghilangkan warna pendingin. Maka dari itu penting untuk mendiagnosis akar penyebabnya, karena perubahan ini dapat menandakan masalah,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut Arief, di dalam coolant bahan – bahanya mengandung pewarna, penghambat korosi, serta bahan kimia lain yang dapat terdegradasi karena usia, panas, dan paparan udara.
“Seiring bertambahnya usia atau terkena suhu tinggi di dalam mesin, struktur kimianya dapat rusak, menyebabkan warnanya memudar atau menghilang. Ini adalah bagian normal dari penuaan coolant dan merupakan salah satu alasan mengapa coolant harus diganti sesuai dengan rekomendasi pabrikan,” imbuhnya.
Bila sistem coolant terkontaminasi minyak, karat, atau zat asing lainnya, tambah Arief, ini dapat berinteraksi dengan coolant dan menyebabkan perubahan warna atau kehilangan warna.
“Misalnya, karat dari bagian mesin yang berkarat dapat berubah menjadi coolant menjadi coklat atau berlumpur, sedangkan kebocoran oli dapat menyebabkannya menjadi seperti susu. Kontaminasi semacam itu sering kali menunjukkan masalah mekanis yang mendasari yang perlu ditangani” katanya.
Menurut Arief, mencampur Jenis coolant yang berbeda merek, dapat mengakibatkan perubahan warna. Formulasi yang berbeda dapat bereaksi satu sama lain, menyebabkan warna berubah atau memudar. Dalam beberapa kasus, ini juga dapat mengurangi efektivitas Coolant dan menyebabkan masalah lain pada sistem pendingin.
“Penggunaan coolant tidak berwarna, karena beberapa coolant diproduksi tanpa pewarna tambahan dan sengaja tidak berwarna. Jika melihat coolant kurang warna sejak awal, itu bisa jadi hanya desain produk daripada indikasi masalah,” imbuhnya.
Coolant, kata Arief dapat kehilangan warnanya atau berubah warna karena kualitas air, pemecahan bahan kimia, kontaminasi, pencampuran berbagai jenis pendingin, atau hanya karena formulasi tidak berwarna. Jika coolant tampak tidak berwarna dan khawatir, penting untuk memeriksa spesifikasi pabrikan dan memastikan coolant masih berfungsi dengan baik.











