• Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil
Mobil Komersial
Advertisement
  • Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil
No Result
View All Result
  • Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil
No Result
View All Result
Mobil Komersial
No Result
View All Result
Home Aftermarket

Perlu Dipahami, Perubahan Warna Coolant Seiring Digunakan

Mato by Mato
09/02/2026
in Aftermarket
0
Tak Boleh Sembarang Isi, Pentingnya Memilih Cairan Coolant yang Memiliki Kualitas Baik

Wealthy Nano Cool. dok: MobilKomersial,com/Mato

0
SHARES
5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MobilKomersial.com — Coolant, atau cairan radiator yang berfungsi mencegah kendaraan terutama mobil dari overheating dengan menyerap dan membuang panas mesin serta menjaga suhu tetap otimal dapat sewaktu-waktu berubah warnanya.

Perubahan warna coolant yang biasa bewarna merah muda, hijau, oranye atau biru itu akibat beberapa hal yang terjadi seperti kualitas air yang dicampur bersama coolant atau terkontaminasi dengan bahan lainnya.

CEO & Founder PT Welty Indah Perkasa (Wealthy Group), Arief Hidayat mengatakan bahwa coolant yang dijual di pasaran memiliki berbagai warna dengan tujuan untuk membantu mengidentifikasi jenis coolant tersebut dan membedakan dari kendaraan lainnya.

Baca juga: Wealthy Radiator Degreaser, Andalan Pemilik Kendaraan Bersihkan Permukaan Radiator

Proses flushing radiator di bengkel Fast n Frugal. dok: MobilKomersial.com/Mato

“Namun seiring berjalannya waktu coolant bisa berubah warna atau kehilangan warna sepenuhnya. Sebetulnya Warna-warna ini ditambahkan oleh produsen terutama untuk membantu mengidentifikasi jenis coolant,” kata Arief kepada MobilKomersial.com, Senin (9/2/2026).

Menurut Arief, persoalan coolant dapat berubah warna yakni kualita air yang dicampur dengan coolant sehingga dapat memainkan peran penting dalam penampilannya. Air keran sering mengandung mineral, seperti kalsium dan magnesium, yang dapat bereaksi dengan komponen kimia pendingin.

“Reaksi ini dapat menyebabkan coolant menjadi keruh, kehilangan fungsinya, atau bahkan menjadi tidak berwarna seiring waktu. Menggunakan air suling atau deionisasi dianjurkan untuk menjaga warna dan efektivitas pendingin,” ujarnya.

Baca juga: Dari Mobil Pribadi Hingga Alat Berat, Inovasi Lithium Based Wealthy Grease Siap Hadapi Tekanan Ekstrem

Wealthy NanoCOOL. dok: MobilKomersial.com/Mato

Jika melihat Coolant kehilangan warnanya hanya beberapa hari setelah menuangkannya ke dalam sistem, lanjut Arief ini dapat mengindikasikan beberapa potensi masalah seperti kehilangan warna yang cepat disebabkan oleh kualitas air yang buruk-seperti menggunakan air yang terkontaminasi-yang dapat mengencerkan atau bereaksi dengan pewarna dan bahan kimia.

Arief juga mengatakan bahwa kerusakan struktur kimia karena panas mesin yang berlebihan atau reaksi dengan residu yang ada dalam sistem pendingin, dapat mempercepat pemudaran warna daari coolant.

“Jika ada kontaminasi dari karat, minyak, atau pencampuran berbagai jenis pendingin, faktor-faktor ini juga dapat dengan cepat mengubah atau menghilangkan warna pendingin. Maka dari itu penting untuk mendiagnosis akar penyebabnya, karena perubahan ini dapat menandakan masalah,” ungkapnya.

Baca juga: Wealthy Windscreen Cleaner Bersihkan Kaca Depan Secara Maksimal, Pandangan Tetap Terjaga Saat Hujan Deras

Selain itu, lanjut Arief, di dalam coolant bahan – bahanya mengandung pewarna, penghambat korosi, serta bahan kimia lain yang dapat terdegradasi karena usia, panas, dan paparan udara.

“Seiring bertambahnya usia atau terkena suhu tinggi di dalam mesin, struktur kimianya dapat rusak, menyebabkan warnanya memudar atau menghilang. Ini adalah bagian normal dari penuaan coolant dan merupakan salah satu alasan mengapa coolant harus diganti sesuai dengan rekomendasi pabrikan,” imbuhnya.

Bila sistem coolant terkontaminasi minyak, karat, atau zat asing lainnya, tambah Arief, ini dapat berinteraksi dengan coolant dan menyebabkan perubahan warna atau kehilangan warna.

“Misalnya, karat dari bagian mesin yang berkarat dapat berubah menjadi coolant menjadi coklat atau berlumpur, sedangkan kebocoran oli dapat menyebabkannya menjadi seperti susu. Kontaminasi semacam itu sering kali menunjukkan masalah mekanis yang mendasari yang perlu ditangani” katanya.

Baca juga: Jajaran Oli Wealthy Cegah Mesin Mobil Berlumpur

Menurut Arief, mencampur Jenis coolant yang berbeda merek, dapat mengakibatkan perubahan warna. Formulasi yang berbeda dapat bereaksi satu sama lain, menyebabkan warna berubah atau memudar. Dalam beberapa kasus, ini juga dapat mengurangi efektivitas Coolant dan menyebabkan masalah lain pada sistem pendingin.

“Penggunaan coolant tidak berwarna, karena beberapa coolant diproduksi tanpa pewarna tambahan dan sengaja tidak berwarna. Jika melihat coolant kurang warna sejak awal, itu bisa jadi hanya desain produk daripada indikasi masalah,” imbuhnya.

Coolant, kata Arief dapat kehilangan warnanya atau berubah warna karena kualitas air, pemecahan bahan kimia, kontaminasi, pencampuran berbagai jenis pendingin, atau hanya karena formulasi tidak berwarna. Jika coolant tampak tidak berwarna dan khawatir, penting untuk memeriksa spesifikasi pabrikan dan memastikan coolant masih berfungsi dengan baik.

Tags: #WealthyCoolantNano CoolRadiatorWealthy Group
Previous Post

Intip Teknologi Plug-in Hybrid pada Wuling Darion

Next Post

Hyundai All-New Santa Fe XRT Sudah Bisa Dipesan Konsumen, Harga Rp 900 Jutaan

Mato

Mato

Related Posts

Dashcam Baru BlackVue Elite 10 Series, Dilengkapi Fitur Canggih dan Kualitas Video Terbaik
Aftermarket

Dashcam Baru BlackVue Elite 10 Series, Dilengkapi Fitur Canggih dan Kualitas Video Terbaik

06/02/2026
Rayakan HUT ke-50, Bridgestone Gebrak IIMS 2026 dengan Teknologi Ban Terbaru!
Aftermarket

Rayakan HUT ke-50, Bridgestone Gebrak IIMS 2026 dengan Teknologi Ban Terbaru!

05/02/2026
Jangan Salah Kaprah! Campur Pembersih ke Tangki BBM Tak Efektif Cuci Catalytic Converter
Aftermarket

Jangan Salah Kaprah! Campur Pembersih ke Tangki BBM Tak Efektif Cuci Catalytic Converter

04/02/2026
Biodiesel Rentan Masalah? Wealthy B40 Pastikan Mesin Diesel Tetap Prima!
Aftermarket

Biodiesel Rentan Masalah? Wealthy B40 Pastikan Mesin Diesel Tetap Prima!

03/02/2026
Dari Mobil Pribadi Hingga Alat Berat, Inovasi Lithium Based Wealthy Grease Siap Hadapi Tekanan Ekstrem
Aftermarket

Dari Mobil Pribadi Hingga Alat Berat, Inovasi Lithium Based Wealthy Grease Siap Hadapi Tekanan Ekstrem

03/02/2026
5 Hal yang Perlu Diperhatikan Pemilik Mobil Saat Musim Hujan
Aftermarket

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Pemilik Mobil Saat Musim Hujan

02/02/2026
Next Post
Hyundai All-New Santa Fe XRT Sudah Bisa Dipesan Konsumen, Harga Rp 900 Jutaan

Hyundai All-New Santa Fe XRT Sudah Bisa Dipesan Konsumen, Harga Rp 900 Jutaan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sponsor

Wealthy Photochromic Film
Hydrosoft Pro Wiper
Automatic Transmission Fluid

Sponsor

Hydrosoft Pro Wiper
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak Kami
redaksi@mobilkomersial.com

© 2023 Copyright Mobilkomersial.com

No Result
View All Result
  • Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil

© 2023 Copyright Mobilkomersial.com