MobilKomersial.com — Dalam pusaran roda industri logistik dan distribusi, waktu adalah uang, dan daya angkut adalah penentu keuntungan yang sejatinya menghasilkan efisiensi biaya dan waktu yang signifikan dalam jangka panjang.
Di tengah persaingan ketat, Truk Double Engkel atau yang dikenal luas sebagai Colt Diesel Double (CDD), muncul sebagai pahlawan yang menawarkan solusi tangguh untuk meningkatkan produktivitas operasional.
Dengan konfigurasi yang khas, truk CDD memiliki total enam roda, dua di depan dan dua set roda kembar di bagian belakang. Penyebutan “double engkel” merujuk pada adanya dua roda pada setiap sisi di bagian belakang.

Struktur enam roda ini tidak hanya memberikan stabilitas ekstra tetapi juga memungkinkan distribusi beban muatan yang jauh lebih merata dibandingkan dengan truk Single Engkel atau Colt Diesel Engkel (CDE) yang hanya memiliki empat roda.
Keunggulan utama truk double engkel terletak pada kemampuan menanggung beban yang luar biasa. Dengan kapasitas angkut yang mencapai 3,5 hingga 6 ton, CDD jauh melampaui truk engkel biasa yang umumnya hanya mampu membawa sekitar 1,5 hingga 4 ton.
Kapasitas besar ini menjadikan CDD pilihan utama untuk berbagai sektor vital seperti mengangkut material bangunan berat, membawa hasil panen hingga pengiriman antarkota atau antarprovinsi yang membutuhkan ketahanan di berbagai medan jalan.
Baca Juga: Isuzu Pasang ‘Pilot Otomatis Penyelamat Nyawa’ di Truk Giga, Begini Cara Kerjanya
Selain kapasitas angkut, truk CDD juga menawarkan keunggulan operasional yang jarang dimiliki truk besar lainnya. Sebagai kendaraan niaga menengah Golongan I, truk double engkel memiliki tingkat fleksibilitas yang tinggi.
Salah satu yang menarik dimana, mereka bebas dari larangan jam operasional di jalan non-tol dan bahkan diizinkan melintas di jalan tol dalam kota Jakarta, sebuah keistimewaan yang tidak dimiliki truk golongan II ke atas.

Meskipun keduanya krusial dalam logistik, perbedaan mendasar antara truk double engkel (CDD) dan single engkel (CDE) perlu diperhatikan oleh para pelaku bisnis untuk melancarkan kegiatan usahanya.
Bagi perusahaan yang fokus pada pengiriman barang ringan atau distribusi cepat di area perkotaan padat, CDE adalah solusi yang ekonomis dan gesit. Namun, bagi bisnis yang bergerak dalam skala besar truk double engkel adalah investasi yang menjanjikan.
Baca Juga: Lebih ‘Manja’ dari Ban Mobil, Ini Alasan Ban Truk Perlu Cek Tekanan Angin Tiap Dua Minggu
Truk double engkel tidak hanya sekedar kendaraan angkut, mereka adalah tulang punggung yang memastikan rantai pasok Indonesia terus bergerak, membawa barang berat melintasi pulau, dan mendorong pertumbuhan ekonomi.










