MobilKomersial.com — Teka-teki nasib Suzuki Ertiga di tengah gempuran mobil elektrifikasi akhirnya menemukan titik terang. Setelah hampir tujuh tahun berada di puncaknya, Suzuki memberi sinyal kuat untuk meluncurkan Ertiga generasi ketiga.
Hal ini pun dinilai merupakan sebuah langkah strategis yang didorong oleh kebutuhan mendesat untuk menandingi kehadiran kompetitor berat seperti Toyota Veloz yang baru-baru ini meluncurkan model varian Hybrid.
Baca Juga: Resmi Meluncur, Suzuki Grand Vitara Kini Tampil Lebih Canggih Dengan Upgrade Interior High-Tech!
Sejak meluncur pada tahun 2018 lalu, model generasi kedua Ertiga telah bertahan cukup lama. Pola ini sejalan dengan model pendahulunya alias generasi pertama yang hanya butuh enam tahun (2012-2018) untuk diganti.

Kini, memasuki tahun kritis, industri otomotif ramai memperbincangkan persiapan Suzuki untuk melakukan refreshment model secara menyeluruh. Dengan kata lain, alasan pembaruan ini bukan lagi soal facelift biasa, melainkan tentang daya saing teknologi.
Pasar Low MPV saat ini telah diwarnai oleh teknologi Full Hybrid yang memungkinkan mobil bergerak dengan tenaga listrik murni, sebuah kemampuan yang belum dimiliki oleh Ertiga yang saat ini masih mengandalkan Smart Hybrid Vehicle by Suzuki (SHVS) atau mild hybrid.
Sistem ini memang meningkatkan efisiensi, tetapi belum cukup untuk menandingi performa dan klaim ramah lingkungan dari full hybrid yang ditawarkan pesaing. Kesenjangan teknologi inilah yang memaksa Suzuki bertindak cepat.
Baca Juga: Luar Biasa, Pabrik Suzuki Cikarang Lahirkan Satu Unit Mobil Baru Setiap 2,1 Menit!
Akhir Tahun SUV, Awal Tahun MPV
Dony Ismi Saputra, Deputy of Sales & Marketing Managing Director PT SIS, menegaskan bahwa fokus utama Suzuki Indonesia di tahun 2025 ini memang adalah pada segmen SUV, dengan New Grand Vitara sebagai penutup tahun.
“Tahun ini kami fokus besar ke SUV. Mulai dari Fronx, XL7 Kuro, hingga New Grand Vitara di bulan ini, tepat di GJAW ini. Itu adalah tema utama kami,” ujar Dony saat ditemui di ICE BSD City, Tangerang, Jumat (21/11/2025).
Namun, kunci dari teka-teki ini ada pada kalimat selanjutnya, “Nanti di tahun depan dan seterusnya pattern-nya mungkin akan berbeda,” tegasnya Dony. Dengan demikian, pernyataan ini diartikan oleh banyak pihak sebagai lampu hijau bagi pergeseran fokus.

Dengan ‘jatah’ peluncuran SUV yang sudah habis, siklus pengembangan produk Suzuki mengindikasikan bahwa giliran MPV seperti Ertiga, sebagai salah satu kontributor penjualan terbesar, untuk mendapatkan perhatian utama.
Baca Juga: Tuner Jepang Ini Ubah Suzuki Jimny Dengan Wajah Toyota Rangga, Intip Wujudnya!
Meskipun Suzuki mengakui pasar sedang antusias terhadap SUV yang juga sempat membuat mereka fokus pada pengembangan XL7, Dony memastikan bahwa Ertiga tetap menjadi prioritas pelayanan pelanggan.
Dengan hitungan siklus model yang tepat, dan konfirmasi arah pengembangan produk akan berganti pada tahun 2026, hampir pasti bahwa Ertiga generasi ketiga akan menjadi amunisi utama Suzuki untuk merebut kembali tahta pasar Low MPV yang semakin sengit.











