Dengan ini, pada tahun 2003, PO SAN secara resmi berubah menjadi PT SAN Putra Sejahtera. Dimana, dengan peningkatan badan hukum ini diharapkan menjadi kekuatan secara legal dan dapat memberikan kesempatan lebih bagi SAN untuk berkembang.
Bahkan, pengembangan wilayah Pekanbaru ini terus menunjukkan grafik yang positif, sehingga Manajemen memutuskan untuk memindahkan sebagian besar basis armadanya ke Pekanbaru di tahun 2004.
Baca Juga: Menilik Sejarah Berdirinya PO Raya, Berawal Dari Bisnis Truk
Beberapa bus telah dipindahkan termasuk seluruh unit bus Volvo B7R yang melayani kelas eksekutif Dumai – Pekan Baru – Jogja – Solo PP. Sementara, trayek lain yang dilayani dari Pekanbaru adalah Pekanbaru – Bandung – Solo – Blitar menggunakan armada Hino RG.
Pengembangan usaha lainnya adalah dengan melayani kontrak angkutan karyawan dari perusahaan besar di propinsi Riau dan DKI Jakarta. Diantaranya adalah subkontraktor angkutan karyawan RAPP dari Maret 2003 sampai dengan September 2005.

Dari sebuah bisnis keluarga, PO SAN berhasil menjadi bisnis transportasi yang profesional. Dengan motto “Transport with Care” (pelayanan transportasi dengan hati), yaitu memberikan pelayanan bus AKAP dengan kepedulian terhadap para penumpangnya
Aset SAN telah berkembang dibuktikan dari inovasi bus dengan desain terbaru dan tangguh untuk melayani trayek sumatera yang penuh tantangan, selain itu sarana pool yang memadai dan bengkel perbaikan yang sesuai spesifikasi jenis bus yang beroperasi saat ini.
Baca Juga: Sejarah PO Rosalia Indah: Dari 1 Unit Colt Diesel Hingga Miliki Bus Double Decker Terbanyak
Untuk menjaga kualitas pelayanan yang diberikan, PO SAN tetap konsisten mengembangkan Pelatihan dan kerjasama dengan pihak lain untuk meningkatkan sumber daya manusia kru hingga mekanik.
Tak hanya itu, pemantauan tes kesehatan berkala yang sesuai dengan program kerjasama dengan Kementerian Kesehatan juga dilakukan sampai dengan pembangunan fasilitas-fasilitas perbaikan armada bus dan pool yang memadai.

Sampai saat ini, PO SAN memiliki lebih dari 50 unit bus dengan berbagai rute Sumatera dan Jawa. Penanganan divisi ini sekarang telah dipercayakan pada generasi kedua SAN Group, yaitu Kurnia Lesani Adnan (Putera ke-tiga dari Bp. H. Hasanuddin Adnan).
Hingga saat ini pula, PO SAN terus bertransformasi mengikuti perkembangan dan tuntutan pasar. Dengan harapan dapat terus memberikan pelayanan terbaik di setiap rute pelayanan yang sesuai dengan motto-nya yaitu “Transport With Care”.
Baca Juga: Berawal Dari 3 Unit Bus, Ini Sejarah PO Harapan Jaya, Si Kuda Oranye Dari Tulungagung
Dalam menjaga reputasi itu, saat ini PO SAN terus melakukan peremajaan hingga penambahan armada bus-nya. Tak tanggung-tanggung, setiap bus terbarunya ini, hampir rata-rata menggunakan sasis bus premium seperti Mercedes-Benz, Volvo dan Scania.
Tak sekedar menggunakan sasis premium, bodi-bodi bus PO SAN saat ini pun juga dirancang oleh sejumlah karoseri ternama di Indonesia seperti karoseri Adiputro hingga karoseri Laksana, yang keduanya merupakan salah satu karoseri terbesar di tanah air.











