Jakarta, MobilKomersial.com - Penerapan program biodiesel 30 persen atau B30 yang baru saja dicanangkan membuat para pengusaha bus harap-harap cemas.

Pasalnya, sebelum penerapan B30, program mandatori campuran biodiesel B20 yang telah dilakukan pemerintah, membuat kinerja mesin bus menurun karena adanya endapan.

Ketua Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), Kurnia Lesani Adnan, menjelaskan bahwa secara prinsip pihaknya mendukung program pemerintah seperti mandatori B20 dan B30. 

"Prinsipnya kami dukung program pemerintah. Namun, para pihak yang terkait mohon memberikan perhatian juga terhadap dampak dari B30 ini," katanya kepada MobilKomersial.com, Kamis (16/1/2020).

Baca juga : Truk dan Bus Mercedes-Benz Siap Tenggak Biodiesel B30

Lebih jauh ia menerangkan, bahwa dampak dari penerapan biodiesel dari kelapa sawit tersebut yakni munculnya gel di filter solar yang belum ada solusinya hingga sekarang. 

"Artinya kemungkinan fame-nya nge-block di fuel filter (saringan solar) akan lebih tinggi," tukas pria yang akrab disapa Sani.

Ia menyebut, sampai saat ini belum ada solusi dari pihak APM (agen pemegang merek).

"APM juga belum bisa menjawab perihal warranty system injeksi pada mesin atas dampak dari kadar bio ini," ungkap pira yang juga menjabat Direktur Utama PO SAN.

Share :

Bus Terbaru PO SAN Akan Melantai di GIICOMVEC 2020

Karoseri Adiputro asal Malang akan menghadirkan unit milik PO SAN

Read More
Mau Rasakan Naik Suites Class Tami Jaya Jogja – Denpasar? Segini Tarifnya

Untuk menikmati perjalanan dengan suites class milik Tami Jaya ini, tarifnya adalah

Read More
Wow! PO Pandawa 87 Mau Rilis 4 Unit Bus Legacy SR2 Suites Class

Perusahaan Otobus (PO) Pandawa 87 yang bermarkas di Boyolali, Jawa tengah siap menjadi operator bus yang mengoperasikan bus model Legacy SR-2 Suites Class garapan Karoseri Laksana.

Read More