MobilKomersial.com — Ajang IAA Transportation 2026 kembali menjadi panggung inovasi kendaraan komersial dunia. Salah satu yang mencuri perhatian adalah JAC Sunray Pro EV, van listrik dari JAC Motors yang membawa efisiensi baru untuk kebutuhan logistik global.
Hadir dengan desain modern, JAC Sunray Pro EV dirancang di atas platform born-electric skateboard. Arsitektur ini memungkinkan lantai kabin dirancang rata, sehingga memaksimalkan kapasitas ruang kargo secara optimal.
Baca Juga: JAC Trekker T9 EV Kini Hadir Dengan Fitur Differential Lock, Libas Area Ekstrem Makin Mudah!
Lantai ruang muat dirancang sangat rendah dengan ketinggian hanya 495 mm dari permukaan tanah. Hal ini mengurangi beban fisik pekerja saat memuat barang secara manual serta mempercepat proses bongkar muat harian.
Sektor aksesibilitas semakin dimaksimalkan lewat pintu belakang yang dapat dibuka hingga sudut 270 derajat. Fitur ini sangat praktis untuk area bongkar muat sempit di perkotaan dan mendukung penggunaan forklift langsung.


Sektor performa van listrik ini mengandalkan baterai komersial CATL generasi ketiga berkapasitas 83,67 kWh. Kombinasi ini mampu memberikan jarak tempuh hingga 348 km berdasarkan standar pengujian ketat WLTP.
Baterai tersebut menyuplai daya ke motor listrik berkekuatan 150 kW atau setara dengan 203 dk. Performa ini sangat memadai untuk membawa beban berat sambil menjaga efisiensi energi rata-rata di angka 27,6 kWh/100 km.
Sistem manajemen termal canggih berbahan pendingin dan pemanas cair memastikan baterai bekerja optimal. Pengisian cepat DC dari 10% ke 80% hanya butuh 34 menit pada suhu normal, atau 29 menit (20-80%) di suhu -10°C.
Kehadiran fitur heat pump turut meminimalkan penurunan jarak tempuh saat musim dingin. Van ini juga dilengkapi teknologi Vehicle-to-Load (V2L) dan e-PTO dengan output daya mencapai 15 kW untuk alat eksternal.
Baca Juga: Profil JAC UrbanMover N90, Truk Listrik 9 Ton dengan Jarak Tempuh 250 Km


Baca Juga: Foton Perkenalkan Truk Canggih Cavan Beacon, Bisa Tempuh Jarak 1.000 Km?
Fitur e-PTO tersebut memungkinkan pasokan listrik langsung ke unit pendingin atau peralatan operasional lainnya saat berhenti. Pengguna tak lagi membutuhkan generator tambahan, sangat ideal untuk rantai dingin.
Secara dimensi, van ini memiliki panjang 4.998 mm, lebar 1.970 mm, dan tinggi 2.188 mm. Sementara ruang kargonya berukuran panjang 2.663 mm, lebar 1.850 mm, serta tinggi 1.642 mm untuk daya muat maksimal.
Dengan bobot kosong sekitar 2.263 kg, JAC Sunray Pro EV memiliki Gross Vehicle Weight (GVW) hingga 3.500 kg (3,5 ton). Kapasitas payload yang diusungnya mencapai 1.237 kg (1,2 ton) dengan daya tarik muatan hingga 2.000 kg (2 ton).
Sektor keselamatan diprioritaskan lewat fitur keselamatan aktif mumpuni. Mulai dari Adaptive Cruise Control, Automatic Emergency Braking, Lane Keeping Control, hingga kamera 360 derajat hadir sebagai standar.


Kenyamanan pengemudi ditunjang AC otomatis, rem parkir elektrik, serta pengoperasian AC jarak jauh. Pabrikan juga memberikan garansi baterai yang sangat panjang, yakni hingga 8 tahun atau 600.000 km.
Di pasar Swiss, van listrik canggih ini ditawarkan dengan harga CHF 29.900. Jika dikonversikan ke dalam mata uang Indonesia, nilai tersebut setara dengan kisaran Rp 560 jutaan (asumsi CHF 1 = Rp18.800).
Harga tersebut tergolong sangat kompetitif di segmen kendaraan komersial ringan berbasis listrik. Kombinasi efisiensi operasional dan fitur melimpah menjadikannya opsi menarik bagi pengusaha armada logistik modern.
Peluncuran JAC Sunray Pro EV di IAA Transportation 2026 menjelaskan komitmen JAC Motors. Langkah ini memperkuat transisi menuju transportasi niaga yang lebih ramah lingkungan, efisien, dan berdaya saing tinggi.











