• Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil
Mobil Komersial
Advertisement
  • Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil
No Result
View All Result
  • Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil
No Result
View All Result
Mobil Komersial
No Result
View All Result
Home Berita

Pakar Otomotif Ungkap Metode Efektif Tingkatkan Standar Biodiesel Indonesia

Biodiesel di Indonesia saat ini memiliki tantangan berupa kandungan sulfur sebesar 2500 ppm, yang menimbulkan pertanyaan bagi para pengguna dan produsen otomotif terkait kelayakan dan dampaknya terhadap lingkungan.

M. Bagas Putra by M. Bagas Putra
05/08/2025
in Berita, Bus, Truk
0
Pakar Otomotif Ungkap Metode Efektif Tingkatkan Standar Biodiesel Indonesia

Ilustrasi Pengisan Bahan Bakar Bus/Foto: dok.Istimewa/Gemini

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

MobilKomersial.com — Biodiesel di Indonesia saat ini memiliki tantangan berupa kandungan sulfur sebesar 2500 ppm, yang menimbulkan pertanyaan bagi para pengguna dan produsen otomotif terkait kelayakan dan dampaknya terhadap lingkungan.

Padahal, konsensus internasional untuk bahan bakar diesel adalah memiliki kandungan sulfur sebesar 10 ppm. Dengan meningkatkan kualitas biodiesel, kendaraan dapat menjadi lebih ramah lingkungan dan memenuhi standar EPA (Environmental Protection Agency).

Baca Juga: Bukan Cuma Diganti, Pahami Oksidasi Oli sebagai Alarm Dini Kerusakan Mesin

Namun, kini ada solusi teknis yang dapat meningkatkan kualitasnya secara signifikan. Arief Hidayat M.Eng., seorang pakar bidang otomotif sekaligus CEO Wealthy Group menjelaskan bahwa kualitas biodiesel dapat ditingkatkan untuk memenuhi standar global.

“Ada beberapa metode yang dapat diterapkan untuk menurunkan kadar sulfur, sehingga kendaraan yang menggunakan bahan bakar ini menjadi lebih ramah lingkungan dan memenuhi standar EPA,” ucapnya kepada MobilKomersial.com, Selasa (5/8/2025).

Ilustrasi Pengisian Bahan Bakar/Foto: dok.123RF

Dirinya memaparkan, di antara metode yang paling efektif adalah hydrotreating. Proses ini melibatkan reaksi senyawa sulfur dengan gas hidrogen (H2​) yang dapat berlangsung pada suhu tinggi 300-400°C (572-752°F) dan tekanan 20-100 bar (290-1450 psi).

Untuk mempercepat reaksi, lanjutnya, digunakan katalis khusus seperti Kobalt-Molibdenum (CoMo) atau Nikel-Molibdenum (NiMo). Tujuannya adalah mengubah senyawa sulfur menjadi hidrogen sulfida (H2​S), yang kemudian dapat dengan mudah dipisahkan.

Selain hydrotreating, metode lain yang juga bisa diterapkan meliputi:

  • Pemilihan bahan baku: Menggunakan bahan baku dengan kandungan sulfur rendah, seperti minyak nabati atau lemak hewani.
  • Adsorpsi: Memanfaatkan material khusus untuk menyerap pengotor sulfur.
  • Pencampuran: Menggabungkan biodiesel dengan bahan bakar yang memiliki kadar sulfur rendah.
  • Penggunaan aditif: Menambahkan zat pereduksi sulfur untuk meningkatkan kualitas bahan bakar.

Baca Juga: Revolusi Selang Bahan Bakar: Mengapa NBR Mulai Ditinggalkan? Ini Kata Ahlinya

Dengan menerapkan metode-metode ini, biodiesel di Indonesia berpotensi besar untuk memenuhi standar regulasi internasional, termasuk standar ASTM (American Society for Testing and Materials) S15 dengan kandungan sulfur maksimum 15 ppm.

“Peningkatan kualitas ini tidak hanya mengurangi emisi sulfur, tetapi juga meningkatkan performa bahan bakar dan memperpanjang umur katalis pada proses hilir. Ini jadi langkah penting bagi Indonesia untuk berkontribusi pada lingkungan yang lebih bersih,” tegas Arief.

Tags: Biodiesel IndonesiaKandungan Sulfur BBMKualitas Biodiesel IndonesiaWealthy Group
Previous Post

Kendaraan Niaga DFSK Catatkan 340 SPK selama Gelaran GIIAS 2025

Next Post

Capaian Penjualan Mitsubishi Destinator di GIIAS 2025, Bukukan 1.900 SPK

M. Bagas Putra

M. Bagas Putra

Related Posts

Damri Tambah Bus Royal Class Baru dari Karoseri Tentrem, Pakai Bodi Avante H7
Bus

Kini Naik Damri Bisa Ubah Waktu Perjalanan Lewat Aplikasi

21/06/2026
Profil Sany Electric Light Truck, Punya Opsi Setir Kanan dan Kiri
Profil

Profil Sany Electric Light Truck, Punya Opsi Setir Kanan dan Kiri

20/06/2026
Scania Rilis Truk Hybrid Militer Pertamanya, Bisa Sembunyi dari Radar Akustik Musuh?
Truk

Scania Rilis Truk Hybrid Militer Pertamanya, Bisa Sembunyi dari Radar Akustik Musuh?

20/06/2026
Bisa Rakit 100 Truk Sehari, MAN Sukses Produksi 1.300 Truk Listrik dalam Waktu Singkat!
Truk

Bisa Rakit 100 Truk Sehari, MAN Sukses Produksi 1.300 Truk Listrik dalam Waktu Singkat!

20/06/2026
Viral! Intip Bus Unik Timnas Curaçao di Piala Dunia 2026, Begini Spesifikasinya!
Bus

Viral! Intip Bus Unik Timnas Curaçao di Piala Dunia 2026, Begini Spesifikasinya!

20/06/2026
Jadi Bahan Praktik, Hino Serahkan Truk 300 Series ke SMKN 5 Makassar
Berita

Jadi Bahan Praktik, Hino Serahkan Truk 300 Series ke SMKN 5 Makassar

19/06/2026
Next Post
Mitsubishi Resmi Luncurkan Mobil Baru All New Destinator

Capaian Penjualan Mitsubishi Destinator di GIIAS 2025, Bukukan 1.900 SPK

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sponsor

Wealthy Photochromic Film
Hydrosoft Pro Wiper
Automatic Transmission Fluid

Sponsor

Hydrosoft Pro Wiper
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Kontak Kami
redaksi@mobilkomersial.com

© 2023 Copyright Mobilkomersial.com

No Result
View All Result
  • Berita
  • Bus
  • Truk
  • Pikap
  • Mobil dan Motor
  • Aftermarket
  • Tips
  • Harga
  • Komunitas
  • Profil

© 2023 Copyright Mobilkomersial.com