MobilKomersial.com — Pemilihan pelumas atau oli mesin yang tepat merupakan investasi krusial bagi setiap keberlangsungan operasional kendaraan, termasuk untuk sektor transportasi dan logistik.
Salah satu parameter teknis yang sering luput dari perhatian pemilik kendaraan adalah Total Base Number (TBN) dan Total Acid Number (TAN). Memahami dinamika antara kedua angka ini dapat menjadi kunci dalam memperpanjang usia pakai mesin dan mencegah kerusakan dini.
Baca Juga: Wealthy Throttle Cleaner, Kembalikan Tenaga yang Hilang dan Jaga Kesehatan Mesin Usai Mudik!
TBN atau Total Base Number merupakan indikator kemampuan oli dalam menetralkan asam yang dihasilkan selama proses pembakaran. Dalam penggunaan praktis, oli berbasis mineral biasanya memiliki angka TBN yang lebih tinggi, berkisar antara 11.00 hingga 13.00.
Hal ini disebabkan oleh formulasi aditif detergent dan dispersant yang lebih banyak untuk menetralkan produk sampingan asam yang besar, terutama pada mesin desain lama atau yang menggunakan bahan bakar kualitas rendah.

Sebaliknya, oli mesin Full Synthetic umumnya memiliki TBN yang lebih rendah di angka sekitar 6.00 hingga 7.00 karena karakteristiknya yang lebih stabil dan minim menghasilkan kontaminan asam.
Oli jenis ini sering digunakan pada mesin modern dengan sistem pembakaran yang lebih bersih, sehingga tidak memerlukan aditif sebanyak oli mineral untuk menjaga kinerjanya.
Baca Juga: Wealthy Quantumtec Resmi Dipasarkan, Standar Pelumas Mesin Terbaru API SQ
Berseberangan dengan TBN, TAN atau Total Acid Number adalah ukuran tingkat keasaman yang ada dalam oli mesin. Seiring bertambahnya usia pakai oli, zat asam akan terbentuk akibat reaksi dengan produk sampingan pembakaran, oksidasi, atau kontaminan lainnya.
Monitoring terhadap TAN sangat penting karena nilai yang terus meningkat menandakan peningkatan keasaman yang dapat memicu korosi pada komponen internal mesin dan menurunkan efektivitas pelumasan.
Ketika grafik TAN mulai meningkat dan mendekati angka TBN yang terus menurun, hal tersebut merupakan sinyal kuat bahwa oli harus segera diganti untuk mencegah kerusakan permanen.

Arief Hidayat MA., Eng., CEO & Founder Wealthy Group, menekankan pentingnya kesesuaian spesifikasi pelumas dengan kebutuhan mesin. Menurutnya, meski TBN yang tinggi menawarkan manfaat netralisasi asam yang baik, penggunaan yang tidak tepat juga membawa risiko.
“Oli dengan TBN yang terlalu tinggi jika tidak disesuaikan dengan kebutuhan mesin dapat memicu peningkatan pembentukan abu. Hal ini berpotensi menyebabkan endapan pada komponen mesin, pra-pengapian, hingga pengotoran busi pada mesin bensin,” ujar Arief Hidayat.
Beliau juga menambahkan bahwa pada mesin modern, penggunaan oli dengan TBN yang tidak perlu tinggi justru dapat mempercepat degradasi seal mesin atau memicu reaksi kimia yang merugikan.
“Oleh karena itu, memahami perbedaan antara TAN yang mewakili tingkat keasaman oli dasar dan TBN yang mencerminkan kemampuan netralisasi adalah langkah fundamental dalam perawatan kendaraan,” tegasnya.











