MobilKomersial.com — Kehadiran PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) dan PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) selama 43 tahun di tanah air bukan sekadar perjalanan bisnis otomotif biasa.
Sejak berdiri pada Desember 1982, Hino telah mentransformasi dirinya menjadi mitra strategis yang tak terpisahkan dari denyut nadi industri transportasi dan ekonomi nasional.
Melalui komitmen investasi berkelanjutan di sektor manufaktur dan penguatan ekosistem industri dalam negeri, Hino membuktikan bahwa keberadaannya memberikan dampak nyata bagi kemajuan Indonesia.
Baca Juga: Dari Purwakarta untuk Dunia: Konsistensi Hino Membangun Industri Kendaraan Niaga Nasional
Di balik ketangguhan unit yang berseliweran di seluruh jalanan Nusantara dari Sabang sampai Merauke, terdapat basis produksi terintegrasi yang megah di Kawasan Industri Kota Bukit Indah, Purwakarta, Jawa Barat.
Dengan luas area mencapai 296.000 meter persegi dan didukung oleh 1.548 tenaga kerja profesional, fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi terpasang hingga mencapai 75.000 unit kendaraan per tahun.

Pabrik ini tidak hanya memproduksi kendaraan untuk kebutuhan domestik, tetapi juga telah menjadi pangkalan ekspor global sejak 2011, mengirimkan kendaraan utuh maupun komponen ke berbagai negara di Asia Tenggara, Amerika Selatan, hingga Asia Timur.
Direktur PT HMMI, Harianto Sariyan, menegaskan bahwa strategi perusahaan selalu berorientasi pada penguatan industri lokal melalui pencapaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang signifikan.
“Komitmen Hino terhadap penguatan industri nasional tercermin dari TKDN produk Hino yang telah mencapai di atas 40% ditambah lagi Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) 14,10%,” terangnya kepada MobilKomersial.com.
Baca Juga: Mengenang Hino Contessa: Saat Hino Lebih Dikenal Lewat Sedan Ketimbang Truk dan Busnya
“Tentu saja ini bukti dari strategi jangka panjang untuk mendorong pemanfaatan komponen lokal, pengembangan supplier dalam negeri, serta penguatan rantai pasok industri otomotif nasional,” sambung Harianto.
Saat ini, Hino bahkan telah mengantongi sertifikasi TKDN untuk 31 tipe kendaraan dengan persentase mencapai hingga 57,26%. Kepercayaan pasar terhadap kualitas dan keandalan produk Hino terbukti dengan dominasi yang tak tergoyahkan selama seperempat abad.

Dimana, sepanjang tahun 2025, Hino 500 Series berhasil mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar di segmen medium duty truck selama 25 tahun berturut-turut dengan pangsa pasar mencapai 56%.
Keberhasilan ini didukung oleh total penjualan sebanyak 20.517 unit di berbagai lini, mulai dari Hino 300 Series yang solid di sektor logistik hingga Hino Bus dan Hino 700 Series yang tangguh untuk medan berat.
Sales & After Sales Director HMSI, Susilo Darmawan, menyampaikan rasa terima kasihnya atas loyalitas pelanggan yang menjadi kunci keberhasilannya Hino yang mampu mempertahankan posisi market leader medium duty truck selama 25 tahun berturut-turut.
“Ke depan, kami optimistis menghadapi tahun 2026 dengan terus memperkuat komitmen Total Support, agar pelanggan dapat menjalankan bisnisnya dengan lebih tenang, efisien, dan berkelanjutan,” terang Susilo.

Filosofi Total Support tentu bukanlah sekadar jargon apalagi hanya gimmick semata. Ya, filosofi itu diwujudkan secara nyata melalui pembangunan Hino Total Support Customer Center (HTSCC) di kawasan Purwakarta.
Pusat pelatihan seluas 24.000 meter persegi yang didirikan sejak Januari 2022 ini difungsikan untuk mencetak pengemudi dan teknisi yang kompeten dan sadar akan keamanan dan keselamatan.
Melalui Hino Indonesia Academy, perusahaan aktif memberikan pelatihan bersertifikasi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) demi mewujudkan ekosistem transportasi yang aman dan efisien bagi seluruh masyarakat.
Baca Juga: Revolusi Digital Hino di Industri Transportasi, Kelola Armada Cukup dari Genggaman!
Pieter Andre, Training Division Head HMSI, menjelaskan pentingnya peran HTSCC dalam visi besar perusahaan. Beliau mengatakan bahwa HTSCC menjadi bagian penting dalam mewujudkan transportasi yang aman untuk masyarakat Indonesia sesuai dengan misi Hino.
“Kami memperkuat komitmen Total Support dengan menghadirkan pusat pelatihan pengemudi dan pengembangan sumber daya manusia yang berfokus pada keselamatan, peningkatan kompetensi, dan efisiensi operasional,” tegasnya.

Tidak hanya fokus pada bisnis, Hino juga konsisten menjalankan tanggung jawab sosialnya sejak tahun 2007. Tercatat telah ada 182 aktivitas CSR yang tersebar di 18 provinsi, mencakup bidang pendidikan, kesehatan, hingga konservasi alam.
Mulai dari donasi perangkat komputer ke sekolah-sekolah di sekitar pabrik hingga pemberian komponen mesin untuk penelitian di universitas-universitas ternama seperti UGM dan Trisakti, Hino terus berusaha tumbuh dan berkembang bersama masyarakat Indonesia.
Dengan fondasi yang kokoh selama 43 tahun, Hino tidak sekadar menjadi manufaktur kendaraan niaga, namun siap menyongsong masa depan sebagai pilar utama kemajuan ekonomi dan transportasi nasional.
Baca Juga: Total Support Hino: Senior Inspector, Pahlawan di Balik Distribusi BBM Pertamina!
Melalui integrasi antara keunggulan produksi, dominasi pasar yang konsisten, layanan purna jual yang mumpuni, serta kepedulian sosial yang berkelanjutan, Hino Indonesia membuktikan dedikasinya untuk terus melaju bersama bangsa.
Kedepannya, komitmen Total Support akan tetap menjadi kompas bagi Hino untuk menghadirkan solusi transportasi yang tidak hanya tangguh secara performa, tetapi juga aman, efisien, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh masyarakat Indonesia











