MobilKomersial.com — Masifnya truk Cina yang masuk ke Indonesia berdampak besar bagi industri kendaraan niaga yang telah berkiprah puluhan tahun. Selain mengganggu produksi dalam negeri, truk yang di impor secara utuh itu juga mengganggu industri Karoseri.
Direktur PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI), Harianto Sariyan mengungkapkan bahwa selain dari pabrikan truk yang mengalami dampak, Asosiasi dari Karoseri juga mengalami dampak yang besar.
“Teman – teman dari asosiasi karoseri itu yang paling berdampak, karena dari kita pabrikan itu setelah produk jadi dan terjual kemudian larinya ke karoseri sementara kalau truk China itu datang dari negaranya sudah komplit bersama karoserinya atau baknya jadi tinggal pakai,” kata Harianto beberapa waktu lalu.
Baca juga: Fokus Hino Indonesia Lahirkan Pengemudi Andal dan Aman Lewat HTSCC

Menurut Harianto setelah keran impor truk Cina dibuka oleh pemerintah, penurunan produksi langsung sangat terasa bagi Hino Indonesia terutama pada sektor truk.
“Kalau kami bisa sampaikan penurunan produksi turun cukup jauh dan jangan sampai ada pemutusan hubungan kerja, kita masih bertahan walaupun untuk volume produksi sudah sampai titik paling rendah,” ujarnya.
Lebih lanjut Harianto juga mengatakan bahwa pihaknya bersama asosiasi karoseri sudah mendatangi pemerintah untuk menyampaikan keresahan yang terjadi ini, diharapkan ada tindak lanjut terkait impor truk China tersebut.
Baca juga: Hino Dukung Uji B50, Spesifikasi Mesin Truk dan Bus Bakal Disesuaikan

“Kami datang ke pemerintah tidak hanya bicara tentang Hino, kami bicara soal suplayer kami ada 150 yang utama kalau di total itu bisa sampai 480, kami sampaikan ke pemerintah bahwa ini industri yang punya rangkaian panjang di belakangnya,” ungkapnya.
Telah disampaikan sebelumnya oleh Sales Director PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI), Susilo Darmawan yang mengatakan dengan masuknya truk China ke Indonesia, pihaknya optimis dengan penjualan karena adanya layanan purna jual yang unggul.
“Kita punya kekuatan di layanan after sales dan total support sehingga konsumen terus kita layani hingga unit tersebut beroperasi,” kata Susilo saat ditemui di GIIAS 2025.
Baca juga: Berkiprah 43 Tahun di Indonesia, Semangat Hino Hadirkan Produk Berkualitas Buatan Dalam Negeri
Masuknya truk-truk China ini, pihaknya juga tidak melayangkan protes kepada pemerintah karena di Indonesia sendiri memiliki asosiasi yang menaungi industri otomotif seperti Gaikindo.
“Kita melalui jalur sana aja (Gaikindo), kita tidak bisa protes dan yang kita sampaikan hanya faktanya saja, yang mengkaji adalah mereka. dan sekali lagi saya bilang kita tidak bisa protes,” imbuhnya.











