MobilKomersial.com — Dalam penerapan bahan bakar Biodiesel B50 yang dicanangkan pemerintah, pabrikan Hino Indonesia yang telah berkiprah selama 43 tahun di Tanah Air menyatakan selalu siap dengan peraturan yang ada serta mendukung program tersebut.
Saat ini, Hino telah menurunkan truknya untuk ikut uji coba B50 bersama pemerintah kemudian melakukan uji coba secara mandiri bekerjasama dengan BRIN untuk melihat apa saja temuan yang didapat serta melihat kinerja dan performa kendaraan.
Direktur PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI), Harianto Sariyan mengatakan bahwa pihaknya selalu menjadi pionir bekerjasama dengan pemerintah, mulai dari B30 hingga saat ini B50 untuk memberikan yang terbaik bagi konsumen.
Baca juga: Berkiprah 43 Tahun di Indonesia, Semangat Hino Hadirkan Produk Berkualitas Buatan Dalam Negeri

“Jika ada penerapaan pergantian bbm itu kami selalu di depan, bekerja sama dengan pemerintah untuk B50 ini. Untuk sekarang memang masih dalam tahap uji coba jadi kita belum tau hasilnya,” kata Harianto beberapa waktu lalu.
Dengan adanya pergantian ini, kata Harianto, pihaknya akan melakukan pengembangan lebih lanjut untuk truk baru nanti sehingga setelah kendaraan baru sampai ke konsumen tidak terjadi lagi kendala.
Sementara Executive Officer PT HMMI, Wingky Kurniawan mengatakan bahwa uji coba bersama pemerintah dan mandiri tersebut akan memberikan informasi kepada pabrikan terkait apa saja yang perlu diperhatikan terkait performa serta material mesin.
Baca juga: Melihat dari Dekat Proses Perakitan Truk dan Sasis Bus Hino
“Kita nanti bisa melihat bagaimana kondisi mesin serta yang berada di sistem pembakaran, kemudian kita nanti juga melihat apakah ada ubahan di filter solarnya atau tidak apakan perlu penyesuaian ulang atau tidak,” ujarnya.
Jika ada yang perlu di sesuaikan ulang setelah melakukan pengujian B50, lanjut Wingky pihaknya akan melakukan peyesuaian lebih lanjut di bagian mesin untuk truk dan bus Hino saat produksi di pabrik.
“Pada dasarnya, bahan baku untuk B50 ini tidak berbeda banyak dengan yang sebelumnya, hanya saja butuh penyesuaian lebih lanjut agar kita dapat mengetahui apa saja yang dapat di timbulkan untuk kendaraan,” ungkapnya.











