MobilKomersial.com — Lonjakan mobilitas masyarakat Indonesia menjelang libur akhir tahun kembali menempatkan perjalanan darat atau road trip sebagai pilihan utama untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.
Namun, dibalik keseruan menjelajah rute antar kota, perjalanan jarak jauh dengan durasi panjang menuntut kesiapan ekstra, terutama saat Indonesia mulai memasuki puncak musim hujan dengan kondisi jalanan yang lebih menantang.
Baca Juga: Perjalanan Aman dan Nyaman Libur Nataru dengan Mobil Ala Wealthy
Michelin Indonesia menekankan bahwa keselamatan dalam road trip tidak hanya ditentukan oleh kemahiran mengemudi atau rute yang dipilih, melainkan dimulai dari kesiapan teknis kendaraan sebelum roda berputar.
Sebagai satu-satunya komponen yang bersentuhan langsung dengan aspal, ban memegang peranan vital sebagai fondasi utama keselamatan, baik bagi mobil konvensional, kendaraan listrik, maupun sepeda motor.

Dalam konteks perjalanan libur panjang, beban yang dibawa kendaraan biasanya lebih berat dari penggunaan harian. Pada kendaraan bermesin konvensional (ICE), ban yang prima diperlukan untuk menjaga stabilitas di bawah tekanan beban penuh.
Sementara itu, tantangan berbeda dihadapi oleh pengguna kendaraan listrik (EV) yang memiliki bobot lebih berat dan torsi instan. Di sini, struktur ban yang kuat dan daya cengkeram yang mumpuni menjadi harga mati untuk menjaga kendali tetap presisi.
Mochammad Fachrul Rozi, Product Manager Michelin Indonesia, mengingatkan bahwa risiko aquaplaning atau selip di jalan basah meningkat drastis saat hujan turun, karenanya, wet grip atau daya cengkram ban di jalan basah harus menjadi prioritas setiap pengendara.
Baca Juga: Menguak 5 Penyebab AC Truk Cuma Angin Panas, Jangan Buru-buru Salahkan Freon!
“Pada perjalanan jarak jauh, kondisi ban menjadi semakin krusial. Wet grip yang optimal membantu pengendara menjaga kendali kendaraan di jalan basah, terlepas dari teknologi kendaraan yang digunakan,” ujarnya, Selasa (23/12/2025).
Selain urusan ban, pemeriksaan menyeluruh pada aspek teknis lainnya tidak boleh diabaikan. Hal ini mencakup pengecekan sistem pengereman, oli mesin, cairan pendingin, hingga fungsi lampu dan wiper.

Michelin juga menyoroti pentingnya menjaga tekanan angin yang pas; tekanan yang terlalu rendah berisiko memicu pecah ban karena panas berlebih, sedangkan tekanan terlalu tinggi dapat mengurangi kenyamanan dan luas area kontak ban dengan jalan.
Tak kalah penting, faktor manusia menjadi penentu akhir dari sebuah perjalanan yang aman. Pengemudi wajib memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima dan menyempatkan waktu untuk beristirahat secara berkala guna menghindari kelelahan.
Baca Juga: Jadi Tulang Punggung Bisnis, Ini 9 Langkah Wajib Rawat Ban Toyota Hilux Rangga
Kedisiplinan penumpang dalam menggunakan sabuk pengaman dan penyediaan perlengkapan darurat seperti kotak P3K, alat pemadam api, serta ban cadangan yang layak pakai akan melengkapi standar keamanan perjalanan.
Dengan demikian, melalui persiapan yang komprehensif, perjalanan liburan tidak hanya akan meninggalkan kesan yang menyenangkan, tetapi juga menjamin kepulangan yang aman bagi seluruh anggota keluarga.











