<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Impor Truk &#8211; Mobil Komersial</title>
	<atom:link href="https://mobilkomersial.com/tag/impor-truk/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mobilkomersial.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Jul 2026 07:01:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2023/01/ico.png</url>
	<title>Impor Truk &#8211; Mobil Komersial</title>
	<link>https://mobilkomersial.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>India Diam-Diam Geser China dalam Invasi Kendaraan Niaga Impor di Indonesia</title>
		<link>https://mobilkomersial.com/2026/07/23/india-diam-diam-geser-china-dalam-invasi-kendaraan-niaga-impor-di-indonesia/</link>
					<comments>https://mobilkomersial.com/2026/07/23/india-diam-diam-geser-china-dalam-invasi-kendaraan-niaga-impor-di-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[M. Bagas Putra]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2026 07:01:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bus]]></category>
		<category><![CDATA[Pikap]]></category>
		<category><![CDATA[Truk]]></category>
		<category><![CDATA[Impor Kendaraan Niaga]]></category>
		<category><![CDATA[Impor Truk]]></category>
		<category><![CDATA[Truk China]]></category>
		<category><![CDATA[Truk India]]></category>
		<category><![CDATA[Truk Indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilkomersial.com/?p=32070</guid>

					<description><![CDATA[MobilKomersial.com — India tercatat telah melompati posisi China untuk merebut tempat kedua sebagai penyokong utama impor kendaraan niaga utuh atau Completely Built Up (CBU) di Indonesia, membayangi posisi puncak didominasi produsen asal Jepang. Berdasarkan data Tanda Pendaftaran Tipe (TPT) Impor sepanjang semester pertama 2026, tercatat sebanyak 15.850 unit kendaraan niaga yang terdiri dari truk, bus, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mobilkomersial.com"><b>MobilKomersial.com</b></a><b> — </b><span style="font-weight: 400">India tercatat telah melompati posisi China untuk merebut tempat kedua sebagai penyokong utama impor kendaraan niaga utuh atau Completely Built Up (CBU) di Indonesia, membayangi posisi puncak didominasi produsen asal Jepang.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Berdasarkan data Tanda Pendaftaran Tipe (TPT) Impor sepanjang semester pertama 2026, tercatat sebanyak 15.850 unit kendaraan niaga yang terdiri dari truk, bus, hingga pikap impor masuk ke pasar Tanah Air.</span></p>
<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href="https://mobilkomersial.com/2026/07/20/tembus-300-ribu-unit-pabrik-isuzu-karawang-buktikan-taji-industri-otomotif-nasional-di-kancah-global/">Tembus 300 Ribu Unit, Pabrik Isuzu Karawang Buktikan Taji Industri Otomotif Nasional di Kancah Global</a></strong></p></blockquote>
<p><span style="font-weight: 400">Merek-merek asal Jepang memang masih memimpin dengan penguasaan 32,9%, namun India kini menempel ketat di posisi kedua dengan porsi 31,8%, unggul tipis dari China yang mencatatkan angka 31,4%, sementara 3,9% diisi oleh merek dari negara lain.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Momen ini menandai babak baru persaingan harga dan teknologi armada transportasi di pasar domestik yang kian memanas. Derasnya arus masuk armada impor berbiaya rendah ini mulai memicu alarm kewaspadaan bagi industri manufaktur otomotif lokal.</span></p>
<figure id="attachment_32072" aria-describedby="caption-attachment-32072" style="width: 1024px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-large wp-image-32072" src="https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2026/07/ilm1-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2026/07/ilm1-1024x576.jpg 1024w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2026/07/ilm1-300x169.jpg 300w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2026/07/ilm1-768x432.jpg 768w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2026/07/ilm1-750x422.jpg 750w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2026/07/ilm1-1140x641.jpg 1140w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2026/07/ilm1.jpg 1500w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption id="caption-attachment-32072" class="wp-caption-text"><em>Pemaparan Dirjen ILMATE Kementerian Perindustrian, Setia Diarta di Pabrik Isuzu Karawang Plant/Foto: dok.MobilKomersial.com/Bagas</em></figcaption></figure>
<p><span style="font-weight: 400">Kehadiran kendaraan niaga CBU berharga murah ini dinilai mengancam kapasitas produksi pabrik-pabrik dalam negeri yang selama ini telah menanamkan investasi besar untuk lini perakitan lokal.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, memberikan peringatan tegas mengenai dampak jangka panjang dari fenomena persaingan harga tersebut.</span></p>
<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href="https://mobilkomersial.com/2026/06/08/truk-impor-china-dinilai-tak-patuhi-aturan/">Truk Impor China Dinilai Tak Patuhi Aturan</a></strong></p></blockquote>
<p><span style="font-weight: 400">“Di tengah capaian positif, industri kendaraan niaga Indonesia menghadapi meningkatnya persaingan dari produk impor yang masuk ke pasar domestik dengan harga kompetitif,” ujarnya saat berkunjung ke pabrik Isuzu di Karawang, Senin (20/7/2026) kemarin.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Lebih lanjut, Setia menegaskan bahwa jika situasi ketimpangan harga ini dibiarkan tanpa adanya penanganan yang terukur, risiko berantai dipastikan akan membayangi ekosistem otomotif nasional.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Menurutnya, dampak paling nyata adalah melesunya tingkat utilisasi kapasitas pabrik lokal serta terhambatnya penyerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang selama ini terus didorong pemerintah.</span></p>
<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href="https://mobilkomersial.com/2026/05/20/bukan-adiputro-atau-laksana-ini-karoseri-yang-paling-banyak-bikin-bus-di-indonesia/">Bukan Adiputro atau Laksana! Ini Karoseri Yang Paling Banyak Bikin Bus di Indonesia</a></strong></p></blockquote>
<p><span style="font-weight: 400">“Kondisi ini berpotensi mempengaruhi utilisasi kapasitas produksi nasional, mengurangi peluang peningkatan penggunaan komponen dalam negeri, serta berdampak terhadap keberlanjutan investasi dan resiko pemutusan hubungan kerja yang meningkat,” terangnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Menanggapi ancaman guncangan industri tersebut, Kemenperin tentu tidak tinggal diam dan merencanakan langkah proteksi yang proporsional namun tetap mematuhi aturan perdagangan global.</span></p>
<figure id="attachment_19678" aria-describedby="caption-attachment-19678" style="width: 1024px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-large wp-image-19678" src="https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2024/09/t5-1024x566.jpg" alt="" width="1024" height="566" srcset="https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2024/09/t5-1024x566.jpg 1024w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2024/09/t5-300x166.jpg 300w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2024/09/t5-768x424.jpg 768w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2024/09/t5-750x415.jpg 750w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2024/09/t5-1140x630.jpg 1140w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2024/09/t5.jpg 1500w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption id="caption-attachment-19678" class="wp-caption-text"><em>Truk Tata Prima 3338.K 8&#215;4/Foto: dok.MobilKomersial.com/Bagas</em></figcaption></figure>
<p><span style="font-weight: 400">Pemerintah berencana melakukan harmonisasi kebijakan fiskal, seperti penyesuaian instrumen pajak dan bea masuk, serta regulasi non-fiskal berupa pengetatan standar teknis bagi kendaraan niaga impor.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Kebijakan ini dirancang untuk menciptakan iklim usaha yang adil tanpa memicu hambatan perdagangan internasional. Di sisi lain, pergeseran peta impor ini juga menjadi sinyal kuat bagi para perakit otomotif di dalam negeri untuk segera melakukan pembenahan internal.</span></p>
<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href="https://mobilkomersial.com/2024/09/13/mengintip-spesifikasi-truk-heavy-duty-tata-prima-3338-k-8x4/">Mengintip Spesifikasi Truk Heavy Duty Tata Prima 3338.K 8×4</a></strong></p></blockquote>
<p><span style="font-weight: 400">Kendati demikian, Setia pun juga mengatakan bahwa produsen lokal pun dituntut untuk tidak hanya bertahan di rumah sendiri, tetapi juga lebih agresif membuka jalur ekspor baru guna menjaga volume produksi pabrik tetap optimal.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">“Pengetatan efisiensi rantai pasok dan modernisasi teknologi produksi menjadi kunci utama agar kendaraan hasil perakitan lokal bisa bersaing secara kualitas maupun harga. Pertahankan juga pangsa pasar domestik dan memperluas penetrasi pasar ekspor,” pungkasnya.</span></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mobilkomersial.com/2026/07/23/india-diam-diam-geser-china-dalam-invasi-kendaraan-niaga-impor-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
