<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Impor Pikap India &#8211; Mobil Komersial</title>
	<atom:link href="https://mobilkomersial.com/tag/impor-pikap-india/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mobilkomersial.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Feb 2026 07:11:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2023/01/ico.png</url>
	<title>Impor Pikap India &#8211; Mobil Komersial</title>
	<link>https://mobilkomersial.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pabrikan Lokal Mampu Produksi 400 Ribu Unit, Kadin: Jangan Matikan Industri Otomotif dengan Pikap Impor</title>
		<link>https://mobilkomersial.com/2026/02/25/pabrikan-lokal-mampu-produksi-400-ribu-unit-kadin-jangan-matikan-industri-otomotif-dengan-pikap-impor/</link>
					<comments>https://mobilkomersial.com/2026/02/25/pabrikan-lokal-mampu-produksi-400-ribu-unit-kadin-jangan-matikan-industri-otomotif-dengan-pikap-impor/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[M. Bagas Putra]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Feb 2026 07:11:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pikap]]></category>
		<category><![CDATA[Impor Pikap India]]></category>
		<category><![CDATA[Kadin]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil Impor India]]></category>
		<category><![CDATA[Pikap India]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilkomersial.com/?p=28645</guid>

					<description><![CDATA[MobilKomersial.com — Rencana besar pemerintah untuk memperkuat operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) kini tengah berada di bawah lampu sorot tajam dunia usaha. Kebijakan yang melibatkan impor 105.000 unit kendaraan niaga asal India dengan nilai fantastis mencapai Rp 24,66 triliun tersebut memicu reaksi keras dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Organisasi pengusaha terbesar di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mobilkomersial.com"><b>MobilKomersial.com</b></a><b> — </b><span style="font-weight: 400">Rencana besar pemerintah untuk memperkuat operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) kini tengah berada di bawah lampu sorot tajam dunia usaha.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Kebijakan yang melibatkan impor 105.000 unit kendaraan niaga asal India dengan nilai fantastis mencapai Rp 24,66 triliun tersebut memicu reaksi keras dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Organisasi pengusaha terbesar di tanah air ini secara resmi melayangkan imbauan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk segera membatalkan langkah tersebut demi menyelamatkan ekosistem industri otomotif nasional.</span></p>
<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href="https://mobilkomersial.com/2026/02/23/polemik-impor-105-ribu-kendaraan-niaga-india-kemenperin-sebut-pukul-industri-lokal/">Polemik Impor 105 Ribu Kendaraan Niaga India, Kemenperin Sebut Pukul Industri Lokal!</a></strong></p></blockquote>
<p><span style="font-weight: 400">Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perindustrian, Saleh Husin, mengungkapkan kegelisahan mendalam dari para pelaku industri dan asosiasi otomotif terkait masuknya kendaraan dalam bentuk utuh atau completely built up (CBU).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">“Setelah menerima pandangan dari p</span><span style="font-weight: 400">elaku industri otomotif dan asosiasi, kami mengimbau Bapak Presiden agar membatalkan rencana impor 105.000 unit kendaraan niaga” ujar Saleh dalam keterangannya, Minggu (22/02/2026) kemarin.</span></p>
<figure id="attachment_28571" aria-describedby="caption-attachment-28571" style="width: 1024px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-large wp-image-28571" src="https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2026/02/yod1-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2026/02/yod1-1024x576.jpg 1024w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2026/02/yod1-300x169.jpg 300w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2026/02/yod1-768x432.jpg 768w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2026/02/yod1-750x422.jpg 750w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2026/02/yod1-1140x642.jpg 1140w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2026/02/yod1.jpg 1400w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption id="caption-attachment-28571" class="wp-caption-text"><em>Tata Yodha/Foto: dok.Tata Motors</em></figcaption></figure>
<p><span style="font-weight: 400">Menurutnya, membanjiri pasar domestik dengan produk impor bukan hanya mengancam keberlangsungan pabrikan lokal, tetapi juga bertolak belakang dengan semangat industrialisasi yang sedang digalakkan pemerintah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Saleh menegaskan bahwa keputusan ini menjadi ironi di tengah ambisi pemerintah mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%, yang seharusnya ditopang oleh penguatan nilai tambah dalam negeri dan penciptaan lapangan kerja secara masif.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Kekhawatiran Kadin tentu bukan tanpa alasan. Industri otomotif nasional saat ini didukung oleh rantai pasok yang sangat luas, mulai dari produsen mesin, sasis, ban, hingga komponen elektronik.</span></p>
<blockquote><p><strong>Baca Juga:<a href="https://mobilkomersial.com/2026/02/21/inilah-spesifikasi-tata-yodha-pikap-india-yang-bikin-geger-industri-otomotif-tanah-air/"> Inilah Spesifikasi Tata Yodha, Pikap India yang Bikin Geger Industri Otomotif Tanah Air</a></strong></p></blockquote>
<p><span style="font-weight: 400">“Jika pengadaan kendaraan untuk KDKMP sepenuhnya diserahkan kepada pihak asing, maka potensi multiplier effect bagi ribuan industri turunan tersebut akan hilang seketika,” papar Saleh.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Padahal, penggunaan produk dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi merupakan kunci utama dalam menggerakkan roda ekonomi bawah dan memperkuat kedaulatan industri di tengah persaingan global.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Ironisnya, kapasitas produksi pikap nasional saat ini sebenarnya berada dalam kondisi yang sangat mumpuni. Dengan total produksi mencapai lebih dari 400.000 unit per tahun dan rata-rata TKDN di atas 40%, pabrikan besar seperti Suzuki, Isuzu, Mitsubishi, Wuling, DFSK, Toyota, hingga Daihatsu diklaim sanggup memenuhi kebutuhan tersebut.</span></p>
<figure id="attachment_28292" aria-describedby="caption-attachment-28292" style="width: 1024px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-large wp-image-28292" src="https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2026/02/msc1-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2026/02/msc1-1024x576.jpg 1024w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2026/02/msc1-300x169.jpg 300w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2026/02/msc1-768x432.jpg 768w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2026/02/msc1-750x422.jpg 750w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2026/02/msc1.jpg 1137w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption id="caption-attachment-28292" class="wp-caption-text"><em>Pikap Mahindra Scorpio Single Cabin/Foto: dok.Mahindra</em></figcaption></figure>
<p><span style="font-weight: 400">Meski pengadaan tipe kendaraan 4×4 membutuhkan sedikit penyesuaian waktu produksi, para pelaku industri merasa mampu memberikan solusi lokal ketimbang harus mendatangkan unit dari Mahindra maupun Tata Motors dari India.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Secara legalitas, impor kendaraan memang tidak melanggar aturan perdagangan karena bukan termasuk barang larangan terbatas (lartas). Namun, Kadin menekankan bahwa kebijakan perdagangan seharusnya tidak boleh berjalan secara otonom dan harus selaras dengan agenda besar Kementerian Perindustrian mengenai hilirisasi.</span></p>
<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href="https://mobilkomersial.com/2026/02/20/wacana-impor-kendaraan-komersial-india-mencuat-gaikindo-industri-nasional-masih-punya-otot-kuat/">Wacana Impor Kendaraan Komersial India Mencuat, Gaikindo: Industri Nasional Masih Punya Otot Kuat!</a></strong></p></blockquote>
<p><span style="font-weight: 400">Saleh Husin pun menyarankan agar pemerintah mempertimbangkan skema yang lebih pro-nasional, seperti memprioritaskan kendaraan ber-TKDN tinggi atau mendorong skema perakitan dalam negeri melalui kemitraan manufaktur lokal.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Saat ini, sebanyak 200 unit pikap Mahindra dilaporkan telah mendarat di pelabuhan Indonesia sebagai bagian dari tahap awal realisasi Inpres Nomor 17 Tahun 2025 yang dijalankan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Kini, publik menunggu keberanian pemerintah dalam menyikapi aspirasi dunia usaha ini. Isu impor kendaraan India ini bukan sekadar urusan logistik koperasi, melainkan menjadi ujian awal bagi konsistensi kepemimpinan Presiden Prabowo dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan mendesak pedesaan dan visi besar menuju Indonesia Emas 2045.</span></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mobilkomersial.com/2026/02/25/pabrikan-lokal-mampu-produksi-400-ribu-unit-kadin-jangan-matikan-industri-otomotif-dengan-pikap-impor/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
