<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tips Memilih Oli &#8211; Mobil Komersial</title>
	<atom:link href="https://mobilkomersial.com/tag/tips-memilih-oli/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mobilkomersial.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 18 May 2026 15:50:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2023/01/ico.png</url>
	<title>Tips Memilih Oli &#8211; Mobil Komersial</title>
	<link>https://mobilkomersial.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Bukan Cuma TBN dan NOACK, Ini Cara Paling Valid Cek Oli Mesin Anda Asli Full Synthetic atau Mineral</title>
		<link>https://mobilkomersial.com/2026/05/18/bukan-cuma-tbn-dan-noack-ini-cara-paling-valid-cek-oli-mesin-anda-asli-full-synthetic-atau-mineral/</link>
					<comments>https://mobilkomersial.com/2026/05/18/bukan-cuma-tbn-dan-noack-ini-cara-paling-valid-cek-oli-mesin-anda-asli-full-synthetic-atau-mineral/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[M. Bagas Putra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 May 2026 15:50:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Aftermarket]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Memilih Oli Berkualitas]]></category>
		<category><![CDATA[Tips Memilih Oli]]></category>
		<category><![CDATA[Wealthy Automotive]]></category>
		<category><![CDATA[Wealthy Group]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilkomersial.com/?p=30617</guid>

					<description><![CDATA[MobilKomersial.com — Di tengah perkembangan teknologi mesin kendaraan yang kian canggih, para pemilik kendaraan seringkali dihadapkan pada berbagai istilah teknis saat memilih pelumas. Salah satu parameter yang kerap dijadikan tolok ukur adalah Total Base Number (TBN). Banyak anggapan keliru di masyarakat yang menilai bahwa oli dengan angka TBN tinggi secara otomatis merupakan oli berkualitas premium, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mobilkomersial.com"><b>MobilKomersial.com</b></a><b> — </b><span style="font-weight: 400">Di tengah perkembangan teknologi mesin kendaraan yang kian canggih, para pemilik kendaraan seringkali dihadapkan pada berbagai istilah teknis saat memilih pelumas. Salah satu parameter yang kerap dijadikan tolok ukur adalah Total Base Number (TBN).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Banyak anggapan keliru di masyarakat yang menilai bahwa oli dengan angka TBN tinggi secara otomatis merupakan oli berkualitas premium, berstatus full synthetic, atau memiliki basis minyak (base oil) performa tinggi.</span></p>
<blockquote><p><strong>Baca Juga: </strong><strong><a href="https://mobilkomersial.com/2026/03/25/jangan-asal-pilih-oli-ternyata-tbn-tinggi-belum-tentu-aman-buat-mesin-modern/">Jangan Asal Pilih Oli! Ternyata TBN Tinggi Belum Tentu Aman Buat Mesin Modern</a></strong></p></blockquote>
<p><span style="font-weight: 400">Melihat fenomena tersebut, PT Welty Indah Perkasa (Wealthy Group) selaku produsen pelumas dan produk perawatan kendaraan terkemuka, memberikan edukasi mendalam untuk meluruskan kesalahpahaman ini.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Evaluasi kualitas pelumas tidak bisa hanya bersandar pada satu indikator tunggal seperti TBN ataupun tingkat penguapan (NOACK Volatility) semata. Maka dari itu, penting untuk mengetahui hubungan serta perbedaan mendasar antara base oil dan aditif pada oli mesin.</span></p>
<figure id="attachment_18213" aria-describedby="caption-attachment-18213" style="width: 1000px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-18213" src="https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG20240611095537.jpg" alt="" width="1000" height="562" srcset="https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG20240611095537.jpg 1000w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG20240611095537-300x169.jpg 300w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG20240611095537-768x432.jpg 768w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2024/07/IMG20240611095537-750x422.jpg 750w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption id="caption-attachment-18213" class="wp-caption-text"><em>CEO &amp; Founder Wealthy Group, Arief Hidayat saat melihat kondisi oli/Foto: dok.MobilKomersial.com/Bagas</em></figcaption></figure>
<p><strong>Membedakan Fungsi Base Oil dan Paket Aditif</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400">Struktur pelumas pada dasarnya terbentuk dari minyak dasar alias base oil yang menyediakan fondasi utama pelumasan, sementara kapasitas perlindungan tambahan disokong oleh sejumlah paket aditif.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Arief Hidayat MA., Eng., selaku CEO &amp; Founder PT Welty Indah Perkasa (<a href="https://mobilkomersial.com/?s=Wealthy">Wealthy Group</a>) menjelaskan bahwa mengukur kualitas oli hanya dari angka TBN sama saja dengan menilai makanan hanya dari jumlah garamnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">“TBN sebenarnya hanya menunjukkan cadangan alkalinitas atau basa pada pelumas yang berfungsi khusus untuk menetralkan asam hasil sisa pembakaran,” ungkapnya kepada </span><a href="http://mobilkomersial.com"><span style="font-weight: 400">MobilKomersial.com</span></a><span style="font-weight: 400">, Senin (18/5/2026).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Ia menambahkan bahwa kapasitas penetralan asam ini murni berasal dari pasokan paket aditif deterjen, seperti senyawa berbasis kalsium atau magnesium, dan bukan cerminan dari tingkat kemurnian minyak dasarnya.</span></p>
<figure id="attachment_30624" aria-describedby="caption-attachment-30624" style="width: 1024px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-large wp-image-30624" src="https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2026/05/base1-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2026/05/base1-1024x576.jpg 1024w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2026/05/base1-300x169.jpg 300w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2026/05/base1-768x432.jpg 768w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2026/05/base1-750x422.jpg 750w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2026/05/base1-1140x641.jpg 1140w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2026/05/base1.jpg 1382w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption id="caption-attachment-30624" class="wp-caption-text"><em>Berbagai jenis Group Base Oil/Foto: dok.MobilKomersial.com/Bagas</em></figcaption></figure>
<p><span style="font-weight: 400">“Oleh karena itu, formulasi oli dengan bahan dasar mineral murah sekalipun tetap bisa dimanipulasi agar memiliki angka TBN yang tinggi. Hal ini lumrah dilakukan oleh para pencampur pelumas (blender) dengan cara memperkuat dosis deterjennya,” terangnya.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Formulasi semacam ini biasanya ditujukan untuk mesin diesel tugas berat, operasional dengan masa pakai panjang, atau untuk wilayah pasar yang kualitas bahan bakarnya masih memiliki kandungan sulfur tinggi sehingga memicu tingkat keasaman yang pekat.</span></p>
<blockquote><p><strong>Baca Juga: </strong><strong><a href="https://mobilkomersial.com/2026/04/30/salah-kaprah-copot-egr-demi-biodiesel-pakar-ingatkan-risiko-kerusakan-mesin-suv-diesel/">Salah Kaprah Copot EGR Demi Biodiesel, Pakar Ingatkan Risiko Kerusakan Mesin SUV Diesel</a></strong></p></blockquote>
<p><strong>Karakteristik Kelompok Base Oil dan Penguapan</strong></p>
<p><span style="font-weight: 400">Untuk melihat kualitas ketahanan pelumas yang sesungguhnya, parameter yang harus dicermati adalah klasifikasi API Base Oil yang dibagi berdasarkan kadar belerang (sulfur), tingkat kejenuhan (saturates), serta indeks viskositas (Viscosity Index).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Secara spesifikasi, base oil Grup I dan Grup II umumnya dikategorikan sebagai minyak mineral karena masih memiliki kandungan sulfur yang lebih tinggi dan stabilitas oksidasi yang lebih terbatas.</span></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mobilkomersial.com/2026/05/18/bukan-cuma-tbn-dan-noack-ini-cara-paling-valid-cek-oli-mesin-anda-asli-full-synthetic-atau-mineral/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
