<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Oktan BBM &#8211; Mobil Komersial</title>
	<atom:link href="https://mobilkomersial.com/tag/oktan-bbm/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mobilkomersial.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 Apr 2026 06:30:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2023/01/ico.png</url>
	<title>Oktan BBM &#8211; Mobil Komersial</title>
	<link>https://mobilkomersial.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kompresi Mesin Rendah Apakah Cocok Pakai BBM Oktan Tinggi?</title>
		<link>https://mobilkomersial.com/2026/04/17/kompresi-mesin-rendah-apakah-cocok-pakai-bbm-oktan-tinggi/</link>
					<comments>https://mobilkomersial.com/2026/04/17/kompresi-mesin-rendah-apakah-cocok-pakai-bbm-oktan-tinggi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mato]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2026 06:30:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Aftermarket]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[#Wealthy]]></category>
		<category><![CDATA[Kompresi Mesin]]></category>
		<category><![CDATA[Oktan BBM]]></category>
		<category><![CDATA[PT Welty Indah Perkasa (Wealthy Group)]]></category>
		<category><![CDATA[Wealthy Group]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilkomersial.com/?p=29884</guid>

					<description><![CDATA[MobilKomersial.com &#8212; Oktan bahan bakar yang benar sesuai untuk mesin mobil ditentukan oleh rasio kompresi mesin, bukan volumenya (CC mobil). Oktan akan mengukur ketahanan bahan bakar terhadap autoignition (knock). Oktan yang lebih tinggi memungkinkan mesin untuk menjalankan kompresi yang lebih tinggi, lebih banyak percikan api, atau lebih banyak dorongan tanpa ledakan. Sementara volume mesin, sering [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MobilKomersial.com</strong> &#8212; Oktan bahan bakar yang benar sesuai untuk mesin mobil ditentukan oleh rasio kompresi mesin, bukan volumenya (CC mobil). Oktan akan mengukur ketahanan bahan bakar terhadap autoignition (knock).</p>
<p>Oktan yang lebih tinggi memungkinkan mesin untuk menjalankan kompresi yang lebih tinggi, lebih banyak percikan api, atau lebih banyak dorongan tanpa ledakan. Sementara volume mesin, sering disebut sebagai perpindahan dan diukur dalam sentimeter kubik (cc) atau liter, menunjukkan total ruang yang tersedia untuk udara dan bahan bakar di dalam silinder.</p>
<p>CEO dan Founder Wealthy Group, Arief Hidayat mengungkapkan bahwa rasio kompresi merupakan faktor penting, ini mengukur berapa banyak campuran udara, bahan bakar dikompresi sebelum pengapian. Rasio kompresi yang tinggi memungkinkan efisiensi dan tenaga yang lebih besar tetapi juga meningkatkan risiko mesin terbentur (pra-ledakan), yang dapat merusak mesin.</p>
<blockquote><p><strong>Baca juga: <a href="https://mobilkomersial.com/2026/03/16/wealthy-quantumtec-resmi-dipasarkan-standar-pelumas-mesin-terbaru-api-sq/">Wealthy Quantumtec Resmi Dipasarkan, Standar Pelumas Mesin Terbaru API SQ</a></strong></p></blockquote>
<figure id="attachment_9975" aria-describedby="caption-attachment-9975" style="width: 1000px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-9975" src="https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2023/05/SPBU-bp-AKR-4.jpg" alt="" width="1000" height="666" srcset="https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2023/05/SPBU-bp-AKR-4.jpg 1000w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2023/05/SPBU-bp-AKR-4-300x200.jpg 300w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2023/05/SPBU-bp-AKR-4-768x511.jpg 768w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2023/05/SPBU-bp-AKR-4-750x500.jpg 750w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption id="caption-attachment-9975" class="wp-caption-text">Pengendara mobil mengisi BBM bp Ultimate. dok: bp-AKR</figcaption></figure>
<p>&#8220;Peringkat oktan adalah ukuran ketahanan bahan bakar terhadap ketukan. Bahan bakar beroktan lebih tinggi, seperti oktan 98, dirancang untuk menahan tekanan yang lebih tinggi tanpa meledak sebelum waktunya,&#8221; kata Arief kepada MobilKomersial.com, Jumat (17/4/2026).</p>
<p>Menurut Arief, mesin dengan rasio kompresi tinggi membutuhkan resistansi ini untuk beroperasi dengan aman dan efisien. Sebaliknya, mesin dengan rasio kompresi yang lebih rendah dapat menggunakan bahan bakar beroktan rendah karena risiko benturan minimal.</p>
<p>&#8220;Jika mesin rasio kompresi rendah menggunakan bahan bakar beroktan tinggi, umumnya tidak ada manfaat yang signifikan untuk kinerja atau efisiensi. Bahan bakar beroktan tinggi diformulasikan untuk menahan ketukan, yang tidak menjadi masalah pada mesin dengan rasio kompresi rendah,&#8221; ujarnya.</p>
<blockquote><p><strong>Baca juga: <a href="https://mobilkomersial.com/2026/04/17/tni-al-perdana-operasikan-bus-listrik-untuk-angkutan-personel/">TNI AL Perdana Operasikan Bus Listrik untuk Angkutan Personel</a></strong></p></blockquote>
<p>Faktanya, kata Arief menggunakan oktan tinggi pada mesin kompresi rendah terkadang kurang optimal karena bahan bakar ini lebih sulit dinyalakan dan dibakar. Mesin tidak membakar bahan bakar sepenuhnya, yang berpotensi menyebabkan efisiensi yang sedikit lebih rendah atau peningkatan emisi.</p>
<p>&#8220;Secara keseluruhan, yang terbaik adalah menggunakan oktan yang direkomendasikan oleh pabrikan untuk desain spesifik mesin. Jika mesin kompresi tinggi menggunakan bahan bakar oktan rendah, risiko mesin terbentur meningkat secara signifikan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Lebih lanjut Arief mengatakan, knocking terjadi ketika campuran bahan bakar-udara meledak sebelum waktunya karena tekanan tingg di dalam silinder, yang dapat menyebabkan kerusakan mesin yang serius dari waktu ke waktu. Ini tidak hanya mengurangi kinerja dan efisiensi tetapi juga dapat menyebabkan perbaikan yang mahal, karena komponen seperti piston dan katup dapat dirusak oleh pembakaran yang tidak terkendali.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mobilkomersial.com/2026/04/17/kompresi-mesin-rendah-apakah-cocok-pakai-bbm-oktan-tinggi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pengukuran RON BBM Dengan Alat Oktis-2 Tidak Akurat, Ini Fakta dan Hasil Ujinya</title>
		<link>https://mobilkomersial.com/2025/03/25/pengukuran-ron-bbm-dengan-alat-oktis-2-tidak-akurat-ini-fakta-dan-hasil-ujinya/</link>
					<comments>https://mobilkomersial.com/2025/03/25/pengukuran-ron-bbm-dengan-alat-oktis-2-tidak-akurat-ini-fakta-dan-hasil-ujinya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[M. Bagas Putra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Mar 2025 05:05:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Akurasi BBM]]></category>
		<category><![CDATA[BBM]]></category>
		<category><![CDATA[Oktan BBM]]></category>
		<category><![CDATA[Oktis-2]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilkomersial.com/?p=23250</guid>

					<description><![CDATA[MobilKomersial.com &#8211; Kabar pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) yang sempat ramai hingga saat ini tentu sangat berdampak buruk bagi para masyarakat, tak hanya soal kepercayaan, kerusakan pada kendaraan pun jadi terus menghantui. Oleh sebab itulah, beberapa pihak masih terus mengkaji dan menguji kesesuaian ukuran Research Octane Number (RON) yang ditawarkan oleh berbagai merek SPBU di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>MobilKomersial.com &#8211; </b><span style="font-weight: 400">Kabar pengoplosan bahan bakar minyak (BBM) yang sempat ramai hingga saat ini tentu sangat berdampak buruk bagi para masyarakat, tak hanya soal kepercayaan, kerusakan pada kendaraan pun jadi terus menghantui.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Oleh sebab itulah, beberapa pihak masih terus mengkaji dan menguji kesesuaian ukuran Research Octane Number (RON) yang ditawarkan oleh berbagai merek SPBU di Indonesia.</span></p>
<blockquote><p><strong>Baca Juga: </strong><a href="https://mobilkomersial.com/2025/01/21/isi-radiator-pakai-air-biasa-kerusakan-mesin-yang-fatal-siap-menghampiri/"><strong>Isi Radiator Pakai Air Biasa, Kerusakan Mesin Yang Fatal Siap Menghampiri</strong></a></p></blockquote>
<p><span style="font-weight: 400">Seperti yang dilakukan oleh salah satu portal otomotif Otohub.co yang telah melakukan pengukuran RON menggunakan alat khusus berupa Oktis-2 bersama pakar BBM dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Tri Yuswidjajanto Zaenuri.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Adapun metode pengetesan tersebut dilakukan dengan 12 sampel BBM jenis bensin RON 90, 92, 95 dan 98 dari aneka merek SPBU di Jakarta. Pengujian ini dilakukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, tentang pengukuran  RON yang benar.</span></p>
<p><img decoding="async" class="size-full wp-image-23253" src="https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2025/03/WhatsApp-Image-2025-03-24-at-08.22.40.jpeg" alt="" width="1000" height="563" srcset="https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2025/03/WhatsApp-Image-2025-03-24-at-08.22.40.jpeg 1000w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2025/03/WhatsApp-Image-2025-03-24-at-08.22.40-300x169.jpeg 300w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2025/03/WhatsApp-Image-2025-03-24-at-08.22.40-768x432.jpeg 768w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2025/03/WhatsApp-Image-2025-03-24-at-08.22.40-750x422.jpeg 750w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<figure id="attachment_23257" aria-describedby="caption-attachment-23257" style="width: 1000px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-23257" src="https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2025/03/WhatsApp-Image-2025-03-24-at-08.22.38-1.jpeg" alt="" width="1000" height="573" srcset="https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2025/03/WhatsApp-Image-2025-03-24-at-08.22.38-1.jpeg 1000w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2025/03/WhatsApp-Image-2025-03-24-at-08.22.38-1-300x172.jpeg 300w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2025/03/WhatsApp-Image-2025-03-24-at-08.22.38-1-768x440.jpeg 768w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2025/03/WhatsApp-Image-2025-03-24-at-08.22.38-1-750x430.jpeg 750w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption id="caption-attachment-23257" class="wp-caption-text">Pengujian Dilakukan Dengan 4 merek SPBU/Foto: MobilKomersial.com</figcaption></figure>
<p><span style="font-weight: 400">“Pengujian ini sekaligus membuktikan apakah pengukuran RON Bensin dengan Oktis-2  tersebut akurat atau tidak,” ujar Billy Riestianto, Editor In Chief Otohub.co di sela-sela pengujian di wilayah Sentul, Jawa Barat, Jum’at (21/3/2025) kemarin.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Dalam pengujiannya, tim penguji menyediakan dua alat ukur Oktis-2 untuk perbandingan pengukuran yang telah disesuaikan berdasarkan acuan pengukuran Rusia atau Eropa (PYC) yang memiliki kesamaan dengan standar RON di Indonesia.</span></p>
<blockquote><p><strong>Baca Juga:</strong> <strong><a href="https://mobilkomersial.com/2025/01/11/alasan-oli-palsu-tumbuh-subur-dipasaran/">Alasan Oli Palsu Tumbuh Subur Dipasaran</a></strong></p></blockquote>
<p><span style="font-weight: 400">Sebagai informasi, alat ukur Oktis-2 tersebut juga dapat disesuaikan untuk acuan pengukuran BBM berdasarkan standar Amerika Serikat (USA) namun, dengan mengacu pada standar AKI atau Anti Knocking Index.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">AKI sendiri merupakan rata-rata dari penjumlahan MON (Motor Octane Number) dan RON. Dimana, nilai MON lebih rendah sekitar 6-12 poin dibanding RON, sehingga AKI lebih rendah 3-6 poin di bawah RON. Standar ini jelas berbeda dengan Indonesia.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Disiapkan dua alat ukur Oktis-2 untuk perbandingan pengukuran. “Terbukti dalam satu  bahan bakar ada hasil RON sama tapi ada juga yang berbeda. Jadi secara prinsip alat Oktis-2 tidak terlalu stabil atau akurat,” jelas Dr. Tri Yuswidjajanto Zaenuri.</span></p>
<blockquote><p><strong>Baca Juga: </strong><strong><a href="https://mobilkomersial.com/2025/01/07/solusi-cakram-rem-mobil-mulai-bergelombang-ganti-atau-bubut/">Solusi Cakram Rem Mobil Mulai Bergelombang, Ganti Atau Bubut?</a></strong></p></blockquote>
<p><span style="font-weight: 400">Lewat mencelupkan pipa ke dalam sampel, otomatis alat akan membaca sifat dielektrik dari cairan BBM tersebut dengan 3 kali pembacaan data pengukuran. Hasilnya semua angka yang dikorelasikan dengan RON adalah di atas angka klaim yang dibuat oleh produsennya. </span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Sebetulnya alat ini mengukur sifat dielektrik dari senyawa bahan bakar, hanya saja dikorelasikan dengan RON. Namun, metode ini dianggap kurang mencerminkan kondisi sebenarnya, karena tidak melibatkan proses pembakaran.</span></p>
<p><img decoding="async" class="size-full wp-image-23252" src="https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2025/03/WhatsApp-Image-2025-03-24-at-08.22.41.jpeg" alt="" width="1000" height="563" srcset="https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2025/03/WhatsApp-Image-2025-03-24-at-08.22.41.jpeg 1000w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2025/03/WhatsApp-Image-2025-03-24-at-08.22.41-300x169.jpeg 300w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2025/03/WhatsApp-Image-2025-03-24-at-08.22.41-768x432.jpeg 768w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2025/03/WhatsApp-Image-2025-03-24-at-08.22.41-750x422.jpeg 750w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /></p>
<figure id="attachment_23251" aria-describedby="caption-attachment-23251" style="width: 1000px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-23251" src="https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2025/03/WhatsApp-Image-2025-03-24-at-08.22.37.jpeg" alt="" width="1000" height="563" srcset="https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2025/03/WhatsApp-Image-2025-03-24-at-08.22.37.jpeg 1000w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2025/03/WhatsApp-Image-2025-03-24-at-08.22.37-300x169.jpeg 300w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2025/03/WhatsApp-Image-2025-03-24-at-08.22.37-768x432.jpeg 768w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2025/03/WhatsApp-Image-2025-03-24-at-08.22.37-750x422.jpeg 750w" sizes="(max-width: 1000px) 100vw, 1000px" /><figcaption id="caption-attachment-23251" class="wp-caption-text"><em>Alat Ukur Oktis-2 Yang Di Sesuaikan Berdasarkan Standar Eropa/Foto: dok.MobilKomersial.com</em></figcaption></figure>
<p><span style="font-weight: 400">“Alat ini tidak mencerminkan kondisi sebenarnya karena tidak ada pembakaran. Definisi  RON adalah ketahanan bahan bakar untuk tidak terbakar dengan sendirinya di bawah  tekanan dan temperatur yang tinggi (detonasi),” ucap Dr. Tri Yuswidjajanto Zaenuri.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">“Terbukti dalam satu bahan bakar ada hasil RON sama tapi ada juga yang berbeda. Jadi secara prinsip alat Oktis-2 tidak terlalu stabil atau akurat. Oleh karena itu, untuk mengetahui RON yang tepat harus  dites dengan CFR engine di 600 RPM”, tambahnya.</span></p>
<blockquote><p><strong>Baca Juga: </strong><strong><a href="https://mobilkomersial.com/2024/10/28/tentukan-pilihan-sekarang-pelumas-mesin-mobil-pakai-oem-atau-aftermarket/">Tentukan Pilihan Sekarang, Pelumas Mesin Mobil Pakai OEM Atau Aftermarket?</a></strong></p></blockquote>
<p><span style="font-weight: 400">Dengan begitu, pengujian RON ini juga dilakukan secara bersamaan di laboratorium independen menggunakan Coordinating Fuel Research (CFR) Engine dan diklaim sesuai standar metode American Society for Testing and Material (ASTM) D2699.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Seluruh proses pengujian divalidasi dan alat yang digunakan selalu dikalibrasi. Rangkaian pengukuran berlangsung selama kurang lebih 2,5 jam dan diuji langsung oleh operator yang memiliki sertifikat. Berikut hasil dari masing-masing pengujian.</span></p>
<p><strong>Hasil Uji Menggunakan Alat Ukur Oktis-2</strong></p>
<figure id="attachment_23256" aria-describedby="caption-attachment-23256" style="width: 761px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-full wp-image-23256" src="https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2025/03/ujiron1.jpg" alt="" width="761" height="371" srcset="https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2025/03/ujiron1.jpg 761w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2025/03/ujiron1-300x146.jpg 300w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2025/03/ujiron1-750x366.jpg 750w" sizes="(max-width: 761px) 100vw, 761px" /><figcaption id="caption-attachment-23256" class="wp-caption-text"><em>Hasil Uji Menggunakan Alat Ukur Oktis-2</em></figcaption></figure>
<p><strong>Hasil Uji Lab Independen Menggunakan Alar Ukur CFR</strong></p>
<figure id="attachment_23255" aria-describedby="caption-attachment-23255" style="width: 297px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-full wp-image-23255" src="https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2025/03/ujicfr1.jpeg" alt="" width="297" height="204" /><figcaption id="caption-attachment-23255" class="wp-caption-text"><em>Hasil Uji Lab Independen Menggunakan Alar Ukur CFR</em></figcaption></figure>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mobilkomersial.com/2025/03/25/pengukuran-ron-bbm-dengan-alat-oktis-2-tidak-akurat-ini-fakta-dan-hasil-ujinya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
