<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bioetanol &#8211; Mobil Komersial</title>
	<atom:link href="https://mobilkomersial.com/tag/bioetanol/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://mobilkomersial.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Jun 2026 02:34:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.2.9</generator>

<image>
	<url>https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2023/01/ico.png</url>
	<title>Bioetanol &#8211; Mobil Komersial</title>
	<link>https://mobilkomersial.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pemerintah Kejar Target 4 Juta Kiloliter Etanol, Tekan Impor Bensin Lewat Program E20</title>
		<link>https://mobilkomersial.com/2026/06/29/pemerintah-kejar-target-4-juta-kiloliter-etanol-tekan-impor-bensin-lewat-program-e20/</link>
					<comments>https://mobilkomersial.com/2026/06/29/pemerintah-kejar-target-4-juta-kiloliter-etanol-tekan-impor-bensin-lewat-program-e20/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[M. Bagas Putra]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2026 02:34:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BBM Bensin]]></category>
		<category><![CDATA[Bioetanol]]></category>
		<category><![CDATA[Bioetanol E20]]></category>
		<category><![CDATA[ESDM]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilkomersial.com/?p=31572</guid>

					<description><![CDATA[MobilKomersial.com —  Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan strategi baru untuk memangkas ketergantungan impor bensin yang masih tinggi. Melalui program bauran bioetanol E20, pemerintah menargetkan penyediaan 4 juta kiloliter (KL) etanol per tahun untuk dicampurkan ke dalam konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin nasional yang saat ini mencapai [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://mobilkomersial.com"><b>MobilKomersial.com</b></a><b> — </b><span style="font-weight: 400"> Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan strategi baru untuk memangkas ketergantungan impor bensin yang masih tinggi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Melalui program bauran bioetanol E20, pemerintah menargetkan penyediaan 4 juta kiloliter (KL) etanol per tahun untuk dicampurkan ke dalam konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin nasional yang saat ini mencapai 40 juta KL.</span></p>
<blockquote><p><strong>Baca Juga: </strong><strong><a href="https://mobilkomersial.com/2026/06/02/pakai-bbm-dan-pelumas-yang-tidak-tepat-apa-pengaruhnya-pada-mobil/">Pakai BBM dan Pelumas yang Tidak Tepat, Apa Pengaruhnya Pada Mobil?</a></strong></p></blockquote>
<p><span style="font-weight: 400">Langkah teknis ini diambil guna memperkuat ketahanan energi sekaligus menggerakkan sektor hulu pertanian. Kondisi pasokan bensin domestik saat ini memang belum ideal. Kemampuan produksi kilang di dalam negeri tercatat baru menyentuh angka 14,3 juta KL.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Meski Kilang Balikpapan pada Januari 2026 lalu berhasil memberikan tambahan kapasitas 5,5 juta KL, volume impor yang harus ditutup masih berada di angka 20 juta KL. Angka defisit inilah yang coba ditekan pemerintah lewat intervensi teknologi bahan bakar nabati.</span></p>
<figure id="attachment_25904" aria-describedby="caption-attachment-25904" style="width: 1024px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-large wp-image-25904" src="https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2025/10/eth3-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2025/10/eth3-1024x576.jpg 1024w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2025/10/eth3-300x169.jpg 300w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2025/10/eth3-768x432.jpg 768w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2025/10/eth3-750x422.jpg 750w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2025/10/eth3-1140x641.jpg 1140w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2025/10/eth3.jpg 1500w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption id="caption-attachment-25904" class="wp-caption-text"><em>Ilustrasi Penggunaan Bahan Bakar Bio-Ethanol/Foto: dok.Ist/123RF</em></figcaption></figure>
<p><span style="font-weight: 400">Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa cetak biru program E20 ini mengadopsi kesuksesan yang sudah diraih pada implementasi biodiesel berbasis kelapa sawit di sektor solar.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">“Kebutuhan bensin kita itu kurang lebih sekitar 40 juta KL, dan dari 40 juta KL itu, kapasitas produksi kita itu hanya 14,3 juta kiloliter jadi impornya hampir 25 juta KL,” ucapnya mengutip siaran resminya, Senin (29/6/2026).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">“Namun begitu kilang Balikpapan kita resmikan di bulan Januari 2026 bertambah produksinya 5,5 juta KL bensin, sehingga menyisakan impor bensin sekitar 20 juta KL,” sambung Bahlil.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Untuk mengamankan pasokan 4 juta KL bioetanol tersebut, fokus pengembangan akan diarahkan pada optimalisasi komoditas pertanian dalam negeri, spesifiknya tebu, singkong, dan jagung.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Tantangan di sektor hulu berupa ketidakpastian serapan pasar akan diantisipasi langsung oleh negara. Pemerintah berkomitmen untuk memposisikan diri sebagai off-taker atau pembeli utama guna menjamin keberlanjutan usaha para petani dan produsen etanol lokal.</span></p>
<figure id="attachment_21380" aria-describedby="caption-attachment-21380" style="width: 1024px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-large wp-image-21380" src="https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-26-at-15.44.04-1024x576.jpeg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-26-at-15.44.04-1024x576.jpeg 1024w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-26-at-15.44.04-300x169.jpeg 300w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-26-at-15.44.04-768x432.jpeg 768w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-26-at-15.44.04-750x422.jpeg 750w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-26-at-15.44.04-1140x641.jpeg 1140w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-26-at-15.44.04.jpeg 1500w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption id="caption-attachment-21380" class="wp-caption-text"><em>Konsep Toyota Innova Zenix HEV Berbahan Bakar Bioetanol E10/Foto: dok.MobilKomersial.com/Bagas</em></figcaption></figure>
<p><span style="font-weight: 400">“Untuk mengurangi impor yang tersisa 20 juta KL maka kita akan menerapkan Program E20 yang idenya berangkat dari kesuksesan Program B10 hingga B50,” tuturnya di sela acara KSTI di Jakarta.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">“Kita bikin etanol dengan bahan bakunya dari tebu, singkong dan jagung dengan total produksi yang diperlukan 4 juta kiloliter. Pemerintah akan menjadi off taker produksi etanol yang dihasilkan petani,&#8221; ungkap Bahlil menambahkan.</span></p>
<blockquote><p><strong>Baca Juga: </strong><a href="https://mobilkomersial.com/2026/06/26/biodiesel-b50-berlaku-juli-2026-komatsu-dan-ut-soroti-rahasia-taktis-agar-mesin-alat-berat-tak-loyo/"><strong>Biodiesel B50 Berlaku Juli 2026, Komatsu dan UT Soroti Rahasia Taktis Agar Mesin Alat Berat Tak Loyo!</strong></a></p></blockquote>
<p><span style="font-weight: 400">Secara teknis, integrasi antara sektor energi dan pertanian ini tidak hanya berfungsi sebagai solusi substansi bahan bakar fosil semata. Hilirisasi komoditas pertanian menjadi bioenergi diharapkan mampu menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Di sisi lain, reduksi emisi dari penggunaan bauran E20 ini juga diplot sebagai salah satu instrumen penting dalam jalur birokrasi hijau menuju target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.</span></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mobilkomersial.com/2026/06/29/pemerintah-kejar-target-4-juta-kiloliter-etanol-tekan-impor-bensin-lewat-program-e20/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gandeng Pertamina dan TRAC, Toyota Siap Uji Coba Bahan Bakar Bioetanol E10</title>
		<link>https://mobilkomersial.com/2024/11/26/gandeng-pertamina-dan-trac-toyota-siap-uji-coba-bahan-bakar-bioetanol-e10/</link>
					<comments>https://mobilkomersial.com/2024/11/26/gandeng-pertamina-dan-trac-toyota-siap-uji-coba-bahan-bakar-bioetanol-e10/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[M. Bagas Putra]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 Nov 2024 08:49:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Mobil dan Motor]]></category>
		<category><![CDATA[Bioetanol]]></category>
		<category><![CDATA[Bioetanol E10]]></category>
		<category><![CDATA[GJAW]]></category>
		<category><![CDATA[GJAW 2024]]></category>
		<category><![CDATA[Pertamina Patra Niaga]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota]]></category>
		<category><![CDATA[Toyota Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[TRAC]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilkomersial.com/?p=21377</guid>

					<description><![CDATA[MobilKomersial.com — PT Toyota Astra Motor (TAM) mengumumkan tengah siap melakukan uji coba bahan bakar bioetanol 10% atau E10 dengan berkolaborasi bersama Pertamina Patra Niaga dan PT Serasi Autoraya (TRAC). Sejalan dengan strategi Multi-Pathway milik Toyota di masa transisi energi, pengujian bahan bakar bioetanol ini bertujuan untuk mempelajari seberapa efektif energi alternatif dapat mereduksi emisi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>MobilKomersial.com — </b><span style="font-weight: 400">PT Toyota Astra Motor (TAM) mengumumkan tengah siap melakukan uji coba bahan bakar bioetanol 10% atau E10 dengan berkolaborasi bersama Pertamina Patra Niaga dan PT Serasi Autoraya (TRAC).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Sejalan dengan strategi Multi-Pathway milik Toyota di masa transisi energi, pengujian bahan bakar bioetanol ini bertujuan untuk mempelajari seberapa efektif energi alternatif dapat mereduksi emisi kendaraan bermotor.</span></p>
<blockquote><p><b>Baca Juga: </b><a href="https://mobilkomersial.com/2024/11/25/update-isuzu-soal-truk-listrik-unit-kami-siap-tinggal-tunggu-infrastrukturnya/"><strong>Update Isuzu Soal Truk Listrik: Unit Kami Siap, Tinggal Tunggu Infrastrukturnya</strong></a></p></blockquote>
<p><span style="font-weight: 400">“Kolaborasi ini tujuannya adalah bagaimana kita bisa mempelajari penggunaan bioetanol E10 dalam penggunaan mobilitas sehari-hari,&#8221; tutur Henry Tanoto, Vice President Director PT TAM di ICE, BSD City, Tangerang, Jum’at (22/11/2024) kemarin.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Kendati demikian, dalam kolaborasi ini, Toyota akan menyediakan sebanyak 50 unit mobil seperti Kijang Innova Zenix Hybrid, Avanza, Calya, dan Agya. Dimana, Pertamina Patra Niaga secara khusus akan menyiapkan Bioethanol E10.</span></p>
<figure id="attachment_21378" aria-describedby="caption-attachment-21378" style="width: 1024px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-large wp-image-21378" src="https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2024/11/NEWS-3-NOVEMBER-KERJASAMA-TOYOTA-PERTAMINA-DAN-SERA-1024x576.jpg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2024/11/NEWS-3-NOVEMBER-KERJASAMA-TOYOTA-PERTAMINA-DAN-SERA-1024x576.jpg 1024w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2024/11/NEWS-3-NOVEMBER-KERJASAMA-TOYOTA-PERTAMINA-DAN-SERA-300x169.jpg 300w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2024/11/NEWS-3-NOVEMBER-KERJASAMA-TOYOTA-PERTAMINA-DAN-SERA-768x432.jpg 768w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2024/11/NEWS-3-NOVEMBER-KERJASAMA-TOYOTA-PERTAMINA-DAN-SERA-750x422.jpg 750w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2024/11/NEWS-3-NOVEMBER-KERJASAMA-TOYOTA-PERTAMINA-DAN-SERA.jpg 1121w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption id="caption-attachment-21378" class="wp-caption-text"><em>Kolaborasi Toyota, Pertamina dan Trac Untuk Uji Coba Bioetanol E10/Foto: dok.TAM</em></figcaption></figure>
<p><span style="font-weight: 400">Sementara TRAC, yang merupakan perusahaan penyewaan kendaraan, akan mengoperasikan kendaraan tersebut untuk kebutuhan bisnis rental yang terhubung dengan teknologi terintegrasi AstraFMS (Astra Fleet Management System).</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Melalui AstraFMS, Toyota akan mempelajari data real time berupa konsumsi bahan bakar, perilaku mengemudi, dan kondisi mesin. Hasilnya akan dibandingkan antara data pengujian yang menggunakan bahan bakar reguler dengan energi terbarukan.</span></p>
<blockquote><p><b>Baca Juga: </b><a href="https://mobilkomersial.com/2024/11/14/awas-jangan-salah-pilih-kenali-perbedaan-oli-untuk-mesin-bensin-dan-diesel/"><strong>Awas Jangan Salah Pilih, Kenali Perbedaan Oli Untuk Mesin Bensin dan Diesel</strong></a></p></blockquote>
<p><span style="font-weight: 400">Tak hanya itu, TRAC juga sekaligus akan mengatur dan memonitor operasional dari kendaraan tersebut. Secara berkala, Toyota akan melakukan pengambilan sample data seperti dyno test, carbon deposit quantity, dan uji emisi.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">“Kami percaya bahwa langkah ini tidak hanya akan mendorong pengurangan emisi gas rumah kaca dan mendorong percepatan target Net Zero Emission 2060,” jelas Riva Siahaan selaku Direktur Utama Pertamina Patra Niaga.</span></p>
<figure id="attachment_21379" aria-describedby="caption-attachment-21379" style="width: 1024px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-large wp-image-21379" src="https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-26-at-15.44.05-1024x576.jpeg" alt="" width="1024" height="576" srcset="https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-26-at-15.44.05-1024x576.jpeg 1024w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-26-at-15.44.05-300x169.jpeg 300w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-26-at-15.44.05-768x432.jpeg 768w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-26-at-15.44.05-750x422.jpeg 750w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-26-at-15.44.05-1140x641.jpeg 1140w, https://mobilkomersial.com/wp-content/uploads/2024/11/WhatsApp-Image-2024-11-26-at-15.44.05.jpeg 1500w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption id="caption-attachment-21379" class="wp-caption-text"><em>Konsep Toyota Innova Zenix HEV Berbahan Bakar Bioetanol E10/Foto: dok.MobilKomersial.com/Bagas</em></figcaption></figure>
<p><span style="font-weight: 400">Kolaborasi ini akan berjalan selama 1 tahun dan berlokasi di pool TRAC Surabaya, Jawa Timur sebagai pool dengan fasilitas yang memadai untuk kolaborasi ini. Hasilnya akan dibandingkan antara data pengujian bahan bakar reguler dengan renewal energy.</span></p>
<p><span style="font-weight: 400">Selain itu, pengalaman pelanggan dalam menggunakan kendaraan berbahan bakar bioetanol juga akan menjadi bagian penting. Sehingga, hasil uji coba ini diharapkan dapat memberikan data konkret untuk mendukung pengembangan energi terbarukan di sektor otomotif.</span></p>
<blockquote><p><strong>Baca Juga: <a href="https://mobilkomersial.com/2024/10/09/mengenal-warna-oli-transmisi-matik-dari-baru-hingga-harus-diganti/">Mengenal Warna Oli Transmisi Matik Dari Baru Hingga Harus Diganti</a></strong></p></blockquote>
<p><span style="font-weight: 400">“Kolaborasi ini merupakan salah satu wujud nyata usaha TRAC dalam menekan emisi karbon dengan uji coba pemanfaatan sumber energi yang lebih bersih dalam operasional kendaraan kami,” pungkas Mohammad Farauk, Presiden Direktur TRAC.</span></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mobilkomersial.com/2024/11/26/gandeng-pertamina-dan-trac-toyota-siap-uji-coba-bahan-bakar-bioetanol-e10/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BBM Terbaru Campuran Bioetanol Terdapat Kandungan Tebu dan Singkong</title>
		<link>https://mobilkomersial.com/2023/07/24/bbm-terbaru-campuran-bioetanol-terdapat-kandungan-tebu-dan-singkong/</link>
					<comments>https://mobilkomersial.com/2023/07/24/bbm-terbaru-campuran-bioetanol-terdapat-kandungan-tebu-dan-singkong/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Mato]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jul 2023 04:32:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BBM baru]]></category>
		<category><![CDATA[BBM campuran]]></category>
		<category><![CDATA[BBM ramah lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Bioetanol]]></category>
		<category><![CDATA[Pertamina]]></category>
		<category><![CDATA[Ron 95]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://mobilkomersial.com/?p=10880</guid>

					<description><![CDATA[MobilKomersial.com &#8212; Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan keputusan tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Minyak Jenis Bensin (Gasoline) RON 95 dengan Campuran Bioetanol 5% (E5) yang Dipasarkan Tanah Air. Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi mengungkapkan bahwa Keputusan Dirjen Migas tersebut menetapkan dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MobilKomersial.com </strong>&#8212; Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menetapkan keputusan tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Minyak Jenis Bensin (Gasoline) RON 95 dengan Campuran Bioetanol 5% (E5) yang Dipasarkan Tanah Air.</p>
<p>Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi mengungkapkan bahwa Keputusan Dirjen Migas tersebut menetapkan dan memberlakukan ketentuan standar dan mutu (spesifikasi) minyak bensin dengan angka oktan (RON) 95 (E0) dan 5% bahan bakar nabati jenis bioetanol (E100).</p>
<p>&#8220;Kepdirjen ini menetapkan dan memberlakukan ketentuan standar dan mutu bensin dengan RON 95 dan campuran 5% Bioetanol. Spesifikasinya ditetapkan sesuai dengan yang tercantum pada lampiran Kepdirjen tersebut. Salah satunya diatur angka oktana (RON) minimal 95,&#8221; kata Agung dalam keterangannya.</p>
<blockquote><p><strong>Baca juga: <a href="https://mobilkomersial.com/2023/07/24/gelar-customer-gathering-wealthy-ungkap-pentingnya-standar-api-pada-oli-mesin/">Gelar Customer Gathering, Wealthy Ungkap Pentingnya Standar API Pada Oli Mesin</a></strong></p></blockquote>
<p>Menurut Agung, sesuai yang ditetapkan pada Kepdirjen tersebut, standar dan mutu (spesifikasi) bahan bakar minyak jenis bensin murni (E0) dengan angka oktan (RON) 95 mengacu pada Lampiran II Keputusan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Nomor 110.K/MG.01/DJM/2022 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Minyak Jenis Bensin (Gasoline) RON 91 dan RON 95 yang Dipasarkan di Dalam Negeri.</p>
<p>“Sementara standar dan mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Nabati jenis Bioetanol (E100) mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Nomor 95.K/EK.05/DJE/2023 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Nabati Jenis Bioetanol Sebagai Bahan Bakar Lain yang Dipasarkan di Dalam Negeri,” ujarnya.</p>
<p>Sejalan dengan Keputusan Dirjen tersebut, kata Agung, PT Pertamina (Persero) pada akhir bulan Juli akan meluncurkan produk Bahan Bakar Minyak (BBM) baru RON 95 dengan campuran Bioetanol yang berasal dari molases tebu singkong.</p>
<blockquote><p><strong>Baca juga: <a href="https://mobilkomersial.com/2023/07/21/hingga-akhir-juli-2023-suzuki-tebar-promo-menarik-beli-mobil-gratis-motor/">Hingga Akhir Juli 2023, Suzuki Tebar Promo Menarik, Beli Mobil Gratis Motor</a></strong></p></blockquote>
<p>Sebelumnya, Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Dadan Kusdiana menyebutkan uji coba produk BBM baru tersebut akan mulai diberlakukan di bulan Juli tahun ini. Dadan juga mengatakan bahwa Kementerian ESDM sudah melakukan kajian sejak 2008 lalu, untuk memastikan pencampuran antara BBM dengan Bioetanol bisa berjalan.</p>
<p>&#8220;Kita sudah lama supaya itu bisa berjalan, dari tahun 2008 sudah mulai ada kajian uji coba, dan sempat berjalan namun keekonomian tidak masuk, kemudian berhenti. Nah sekarang karena Presiden meminta untuk berjalan, kan Perpres sudah ditandatangani, untuk itu mudah-mudahan ini di awal Juli kita bisa melaksanakan (komersialisasi) untuk wilayah yang terbatas,&#8221; imbuhnya.</p>
<blockquote><p><strong>Baca juga: <a href="https://mobilkomersial.com/2023/07/21/di-klaim-ramah-lingkungan-daf-gunakan-bahan-bakar-baru-hydrotreated-vegetable-oil/">Di Klaim Ramah Lingkungan, DAF Gunakan Bahan Bakar Baru Hydrotreated Vegetable Oil</a></strong></p></blockquote>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://mobilkomersial.com/2023/07/24/bbm-terbaru-campuran-bioetanol-terdapat-kandungan-tebu-dan-singkong/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
